Petaka KM Mutiara Sentosa: AHY Desak Ulik Tuntas Kecelakaan di Laut Madura

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kapal KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Laut Jawa (Dok. ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

Foto: Kapal KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Laut Jawa (Dok. ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Guncangan melanda pelayaran nasional. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh atas insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa di perairan utara Madura.

​AHY menegaskan pemerintah harus segera mengungkap penyebab pasti musibah tersebut demi menjamin keselamatan penumpang sebagai prioritas utama.

​”Pemerintah segera luncurkan investigasi, karena kita harus tahu persis apa penyebab dari insiden tersebut,” tutur AHY dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).

​Menko AHY menjelaskan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama tim SAR dan kapal patroli saat ini masih terus melakukan proses evakuasi serta verifikasi data penumpang.

​”Secara umum, pertama Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, masih terus memastikan verifikasi data penumpang kapal hasil evakuasi bersama, bekerja sama dengan tim SAR, kemudian kapal-kapal patroli,” ujar Menko AHY.

​Investigasi tersebut nantinya akan dipimpin oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Menko AHY menuturkan proses ini memerlukan waktu untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Target 20.000 Unit pada Agustus

​Selain aspek teknis, dia meminta pihak terkait mengevaluasi aspek kesiapan personel, kondisi kapal, hingga mitigasi cuaca.
​”Investigasi akan dilakukan oleh KNKT, Komite Nasional Keselamatan Transportasi, dan butuh waktu untuk menjelaskan kepada kita semua apa penyebabnya,” ungkapnya.

​Lebih lanjut, Menko AHY menekankan pentingnya penguatan Prosedur Operasional Standar (SOP) dan prosedur tetap (protap) dalam operasional transportasi laut.
​Pemerintah juga akan terus mendorong peremajaan armada kapal untuk meningkatkan aspek keselamatan dan kualitas layanan.

​”Kami ingin memastikan bahwa terkait transportasi laut, safety first, tentu ini harus kita pastikan. SOP dijalankan, protap dijalankan, keselamatan penumpang nomor satu, cuaca juga tentunya harus bisa kita mitigasi, dan selebihnya kita ingin memastikan kapal selalu dalam kondisi layak, tidak ada masalah teknis, dan semangat kita memang terus meremajakan kapal-kapal kita,” ujar alumnus program studi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Universitas Airlangga (UNAIR) tersebut.

Baca Juga:  Dana Desa Bisa Dipakai Bayar Iuran BPJS Pekerja Rentan

​Evakuasi Korban dan Penanganan Darurat
​Di sisi lain, operasi search and rescue bergerak cepat. Hingga Senin dini hari, sebagaimana dilansir Antara, sebanyak 122 korban kebakaran telah tiba di darat melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan Pelabuhan Kalianget, Sumenep. Kepala Kantor SAR Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit PH, merinci bahwa 113 korban dievakuasi melalui Pelabuhan Tanjung Perak, sementara sembilan korban lainnya tiba di Pelabuhan Kalianget menggunakan KN SAR 249 Permadi.

​Secara keseluruhan, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 234 penumpang yang terdiri atas 229 orang selamat dan lima orang meninggal dunia. Saat ini, masih terdapat tiga kapal, yakni KM Ferindo 1, Selaras Mas, dan KRI Nala-363, yang membawa korban dalam perjalanan menuju Surabaya. Seluruh korban yang tiba telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan pendataan oleh petugas gabungan.

Berita Terkait

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta
Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot
Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan
Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Palembang
IHSG Berpotensi Menguat Usai Respons Kebijakan Bursa
Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami
Lahan Bekas Karhutla Dharmasraya 5,9 Ha Ditanami Sawit
Operasi SAR KM Feronia, 5 Perairan TN Komodo Ditutup

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:40 WIB

IHSG Berpotensi Menguat Usai Respons Kebijakan Bursa

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:35 WIB

Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB