Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku Endorsement ke Penyidik Polda Metro Jaya

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Davina bersama Pengacara Julius Irwansyah, setelah pemeriksaan di Polda Metro Jaya (Dok. Istimewa)

Foto: Davina bersama Pengacara Julius Irwansyah, setelah pemeriksaan di Polda Metro Jaya (Dok. Istimewa)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Kasus dugaan penipuan agen perjalanan haji dan umrah yang melibatkan Hanania Travel kini memasuki babak baru dengan menyeret sejumlah nama figur publik. Salah satunya adalah selebritas muda Davina Karamoy, yang baru-baru ini memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta.

Davina hadir untuk diperiksa sebagai saksi guna memberikan keterangan terkait keterlibatannya dalam mempromosikan atau menerima promosi berbayar (endorsement) dari agen perjalanan bermasalah tersebut.

Proses pemeriksaan yang berlangsung cukup maraton selama kurang lebih enam jam itu mendalami sejauh mana relasi profesional yang terjalin antara sang aktris dan pihak manajemen Hanania Travel.

Usai menjalani rangkaian klarifikasi panjang di hadapan tim penyidik, Davina menegaskan sikap kooperatifnya terhadap proses penegakan hukum demi transparansi penuntasan kasus yang merugikan ratusan jemaah tersebut.

Baca Juga:  TAUD Tolak Peradilan Militer, Desak Kasus Andrie Yunus Dibawa ke Pengadilan Umum

“Sama seperti yang lain, dan memang kebetulan saya mendapat uang saku. Dan untuk uang sakunya sudah dikembalikan juga,” ujar Davina saat diwawancarai oleh awak media di selasar gedung pemeriksaan sebagaimana dikutip dari Kompas TV Jum’at 19 Juni 2026.

Adapun kuasa hukum Davina, Julius Irawansyah, memaparkan secara rinci mengenai kronologi keterlibatan kliennya dalam pusaran promosi ini. Berdasarkan keterangannya, Davina tercatat dua kali melakukan perjalanan ibadah ke Tanah Suci bersama biro tersebut, yakni pada September 2024 dan Agustus 2025. Perjalanan pertama murni merupakan kontrak promosi, sedangkan keberangkatan kedua dilakukan atas biaya pribadi, meski ia tetap mendapatkan fasilitas akomodasi uang saku dari pihak pengelola travel.

“Kejadiannya adalah memang kita dihubungi oleh pihak Hanania. Itu diberi uang saku, bukan dibayar, uang saku sebesar 10 juta rupiah per keberangkatan. Tapi tadi dengan kesadaran penuh, sudah dikembalikan uang saku tersebut,” jelas Julius mendampingi kliennya. Total uang yang diserahkan kembali kepada pihak kepolisian berjumlah 20 juta rupiah.

Baca Juga:  Bareskrim Gerebek 9 Sarang Narkoba Sumut, 36 Diamankan

Di samping itu, Davina menghadapi sekitar 30 pertanyaan penyidik dalam pemeriksaan, Davina menegaskan posisinya sebagai salah satu korban yang dirugikan, dirinya juga membeberkan bahwa telah menyetor uang muka sebesar 10 ribu dolar AS untuk program haji ONH Plus di Hanania Group.

Kendati menyandang status korban, Davina memutuskan untuk tidak melayangkan gugatan hukum terpisah. Sementara itu, pengusutan kasus ini terus meluas setelah polisi memeriksa sekitar 140 saksi. Alhasil, Direktur Hanania Group, Ahmad Syah Farhan, resmi ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan berlapis: penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang yang menyasar dana jemaah.

Saat ini, pihak kepolisian pun terus mengembangkan penyidikan guna mengusut tuntas seluruh manifes aliran dana Hanania Travel.

Berita Terkait

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai
Kades Bangkalan Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep
Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Dikerahkan
Polri-BNN Gagalkan Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin
Polisi Ungkap Perampokan Toko Emas Jember Terencana
KPK Geledah BPK Jateng, Sita Uang Ratusan Juta Rupiah
Satu Ton Ketamine Diamankan di Perairan Belawan
Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:45 WIB

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Kades Bangkalan Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Polri-BNN Gagalkan Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Polisi Ungkap Perampokan Toko Emas Jember Terencana

Berita Terbaru

Advokat Hafis Alfarisi saat menjadi narasumber podcast Kusieh Bendi. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Ekonomi

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:45 WIB

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WIB

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:35 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:29 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:23 WIB