ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Provinsi Guangdong di Tiongkok Selatan kembali lumpuh akibat terjangan banjir besar menyusul tibanya periode monsun musim panas di Laut Tiongkok Selatan. Curah hujan ekstrem yang mengguyur sejak Jumat malam 12 Juni lalu telah merendam sedikitnya 46 kota dan akses jalan utama, termasuk di wilayah Shanwei, Jieyang, dan Shantou sebagaimana dikutip dari Metro TV.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengantisipasi situasi yang kian memburuk, otoritas setempat segera memberlakukan sistem darurat tingkat tiga untuk mempercepat langkah mitigasi. Hingga Senin siang, dilaporkan lebih dari 24.000 warga di seantero Guangdong telah dievakuasi ke posko-posko pengungsian yang lebih aman. Dampak terparah salah satunya menghantam Kota Lufeng, kita yang menjadi situs penemuan fosil Lufengosaurus itu kini pedesaan nya, baik itu dataran rendahnya menyerupai danau raksasa. Di tengah kepungan air, tim penyelamat harus berjibaku menggunakan perahu karet demi mendistribusikan pasokan air minum, logistik makanan, serta obat-obatan kepada warga yang terisolasi di dalam rumah mereka.
Aktivitas pendidikan pun lumpuh total; sekolah-sekolah di Lufeng terpaksa ditutup sementara karena kondisi yang dinilai belum sepenuhnya terkendali. Alih-alih mereda, Biro Meteorologi Regional justru menaikkan status tanggap darurat hujan lebat dari level tiga ke level empat pada awal pekan ini. Masih dari Metro TV, dijelaskan bahwa Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok pun memperingatkan bahwa cuaca buruk berupa hujan deras berisiko tinggi ini masih akan meluas ke wilayah tetangga seperti Fujian, Taiwan, hingga Heilongjiang.









