Ekspor CPO hingga Batu Bara Kini Wajib Lewat BUMN, Prabowo: Biar Rakyat Sejahtera!

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekspor CPO hingga Batu Bara Kini Wajib Lewat BUMN, Prabowo: Biar Rakyat Sejahtera! Source:Youtube/Sekretariat Presiden

Ekspor CPO hingga Batu Bara Kini Wajib Lewat BUMN, Prabowo: Biar Rakyat Sejahtera! Source:Youtube/Sekretariat Presiden

ARGUMENRAKYAT.COM, Rabu (20/5/2026) – Presiden Prabowo Subianto resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) baru terkait Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA). Saat berpidato dalam Sidang Paripurna DPR RI hari ini, Presiden mengumumkan kebijakan satu pintu tersebut. Kini, pelaku usaha wajib menyalurkan seluruh penjualan komoditas strategis ke luar negeri melalui BUMN yang ditunjuk sebagai eksportir tunggal.

Pemerintah menyasar tiga komoditas utama pada tahap awal ini. Tiga komoditas tersebut meliputi minyak kelapa sawit mentah (CPO), batu bara, dan paduan besi (ferro alloy). Namun, Presiden Prabowo menegaskan kebijakan ini bukan untuk merebut usaha swasta atau rakyat. BUMN hanya menjalankan peran sebagai marketing facility (fasilitas pemasaran). Lembaga ini akan langsung meneruskan hasil penjualan kepada pelaku usaha terkait.

Baca Juga:  Seskab Teddy Jawab Kritik Diplomasi: Membela Lawatan Prabowo dari Sengatan Diplomat Senio

Pemerintah mengambil langkah tegas ini untuk memberantas berbagai praktik curang. Beberapa di antaranya adalah under invoicing, transfer pricing, hingga pelarian Devisa Hasil Ekspor (DHE). Praktik-praktik tersebut selama ini memicu kebocoran devisa negara. Melalui sistem satu pintu ini, pemerintah optimistis bisa mengoptimalkan penerimaan pajak dan pendapatan negara bukan pajak.

Baca Juga:  Pasca-Kecelakaan Menegangkan di Solok Selatan, Begini Kondisi Terbaru Wagub Sumbar Vasko Ruseimy

Prabowo menargetkan reformasi ekspor SDA ini mampu mendongkrak rasio penerimaan negara. Beliau ingin pendapatan Indonesia segera menyamai performa negara berkembang lain seperti Meksiko dan Filipina. Hasil akhirnya tentu untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat luas.(**)

Berita Terkait

Mualem Peringatkan Jakarta: Jangan Jadikan Aceh Penonton di Blok Andaman
Dony Oskaria Tegaskan Transparansi Danantara, Tepis Kekhawatiran Birokrasi Gemuk
Rupiah Merosot dan Buruh yang Terjepit Badai PHK
Wilmar dan Teka-Teki Pelarian Devisa Sawit
Tan Malaka: Dialektika Geopolitik Global dan Manifesto Kemerdekaan 100% Indonesia
Hukum Revolusi: Melihat Pandangan Tan Malaka
Dinamika Perekonomian Masyarakat Minangkabau: Mengenang Kejayaan Dagang Pariaman Abad XIX
Rupiah Tembus Rekor Terendah Rp17.743, BI Sebut Musiman tapi DPR Menagih Janji

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 11:16 WIB

Dony Oskaria Tegaskan Transparansi Danantara, Tepis Kekhawatiran Birokrasi Gemuk

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:24 WIB

Rupiah Merosot dan Buruh yang Terjepit Badai PHK

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:39 WIB

Wilmar dan Teka-Teki Pelarian Devisa Sawit

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:30 WIB

Tan Malaka: Dialektika Geopolitik Global dan Manifesto Kemerdekaan 100% Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:24 WIB

Hukum Revolusi: Melihat Pandangan Tan Malaka

Berita Terbaru