Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Target 20.000 Unit pada Agustus

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih. Source:Youtube/Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih. Source:Youtube/Sekretariat Presiden

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Pemerintah mengambil langkah ini untuk memperkuat ekonomi rakyat berbasis desa. Presiden juga menargetkan minimal 20.000 koperasi serupa dapat beroperasi pada Agustus 2026.

Sebelum peresmian, Presiden meninjau langsung Koperasi Merah Putih di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Nganjuk. Beliau tiba sekitar pukul 11.20 WIB. Presiden menyapa petugas koperasi. Beliau juga mendengarkan penjelasan Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota. Selanjutnya, Kepala Negara mengecek stok sembako. Beliau memeriksa beras, minyak goreng, mie instan, dan tabung gas LPG 3 kilogram.

Kemudian, Presiden meninjau kendaraan operasional koperasi. Kendaraan itu terdiri atas sepeda motor roda tiga, mobil pikap, dan truk. Setelah itu, Presiden memasuki ruang seremonial. Beliau pun memulai prosesi peresmian.

Prosesi Peresmian dan Target 20.000 Koperasi

Pertama, Presiden Prabowo menekan tombol peresmian. Setelah itu, beliau membacakan pernyataan resmi. “Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Sabtu, 16 Mei 2026, saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih,” ujar Presiden. Peresmian ini menandai 1.061 koperasi siap beroperasi. Rinciannya, 530 unit berada di tujuh kabupaten di Jawa Timur. Selain itu, 531 unit lainnya tersebar di delapan kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Baca Juga:  Menkominfo Dorong Google Perkuat Keamanan Internet, Perlindungan Anak Jadi Fokus

Prabowo menilai peresmian ini sebagai momentum penting dan bersejarah. “Hari ini adalah hari yang penting, adalah tonggak bersejarah,” kata Presiden. Beliau mengungkapkan fakta berikut. Pemerintah memulai pembangunan fisik koperasi sekitar November 2025. Dalam tujuh bulan, pemerintah berhasil mengoperasikan lebih dari 1.000 koperasi. “Dalam 7 bulan kita bisa operasionalkan 1.061 koperasi,” ujar Prabowo. Bahkan, secara total terdapat lebih dari 9.000 Kopdes Merah Putih yang telah siap secara fisik dengan gedung, gudang, dan sistem pendukungnya.

Selanjutnya, Presiden menargetkan minimal 20.000 koperasi dapat beroperasi mulai Agustus tahun ini. “Kalau umpamanya tidak sampai 30 ribu, kalau hanya sampai 20 ribu, saya katakan 20 ribu ini juga adalah prestasi yang saya kira jarang diketemukan di negara lain,” ungkap Presiden. Pemerintah melalui BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara juga tengah membangun 25.000 unit koperasi lainnya. Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan 30.000 KDKMP selesai dibangun serta beroperasi penuh pada Agustus 2026.

Baca Juga:  Fakta Dakwaan Andrie Yunus: Motif Dianggap 'Melecehkan TNI' hingga Aksi 'Efek Jera'

Alasan Angka 1.061 dan Pejabat yang Hadir

Di sela-sela sambutannya, Presiden menjelaskan alasan di balik angka 1.061. Awalnya, pemerintah berencana meresmikan 1.300 unit. Namun, Direktur Utama Agrinas mengusulkan angka 1.061. Mengapa? Karena Presiden diketahui gemar dengan angka 8. “Jadi kalau 1 sama 6 itu 7, 7 sama 1, 8,” jelas Prabowo sambil berkelakar. Meskipun demikian, Prabowo menekankan inti utama program ini bukan pada jumlahnya. Hal terpenting adalah kecepatan pemerintah dalam merealisasikan program. “Intinya adalah bahwa kita mendirikan mulai dari konsep sampai terwujud kurang dari 1 tahun,” tegas Presiden.

Sejumlah pejabat tinggi negara turut menghadiri acara ini. Mereka mendampingi Presiden. Hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Hadir pula Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Kemudian, Menteri Koperasi Ferry Julianton juga tampak hadir. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut hadir. Selain itu, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago juga hadir. Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar serta Ketua MPR Ahmad Muzani pun hadir. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan jajaran Forkopimda Jatim juga tampak hadir.(**)

Berita Terkait

Mualem Peringatkan Jakarta: Jangan Jadikan Aceh Penonton di Blok Andaman
Dony Oskaria Tegaskan Transparansi Danantara, Tepis Kekhawatiran Birokrasi Gemuk
Rupiah Merosot dan Buruh yang Terjepit Badai PHK
Wilmar dan Teka-Teki Pelarian Devisa Sawit
Tan Malaka: Dialektika Geopolitik Global dan Manifesto Kemerdekaan 100% Indonesia
Hukum Revolusi: Melihat Pandangan Tan Malaka
Dinamika Perekonomian Masyarakat Minangkabau: Mengenang Kejayaan Dagang Pariaman Abad XIX
Ekspor CPO hingga Batu Bara Kini Wajib Lewat BUMN, Prabowo: Biar Rakyat Sejahtera!

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 11:16 WIB

Dony Oskaria Tegaskan Transparansi Danantara, Tepis Kekhawatiran Birokrasi Gemuk

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:24 WIB

Rupiah Merosot dan Buruh yang Terjepit Badai PHK

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:39 WIB

Wilmar dan Teka-Teki Pelarian Devisa Sawit

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:30 WIB

Tan Malaka: Dialektika Geopolitik Global dan Manifesto Kemerdekaan 100% Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:24 WIB

Hukum Revolusi: Melihat Pandangan Tan Malaka

Berita Terbaru