UPDATE Tragedi Maut di Stasiun Bekasi Timur: 7 Tewas, 81 Luka, Arus Lalin KRL Masih Terganggu

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Tragedi Maut di Stasiun Bekasi Timur: 7 Tewas, 81 Luka, Arus Lalin KRL Masih Terganggu (Ilustrasi AI)

Ilustrasi Tragedi Maut di Stasiun Bekasi Timur: 7 Tewas, 81 Luka, Arus Lalin KRL Masih Terganggu (Ilustrasi AI)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Duka menyelimuti Stasiun Bekasi Timur hingga Selasa pagi ini, 28 April 2026. Tragedi tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line menewaskan 7 orang. Kecelakaan itu juga melukai 81 penumpang lain. Tim evakuasi menyelesaikan proses pencarian korban pada dini hari. Rumah sakit setempat menerima seluruh korban luka untuk perawatan intensif.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi Insiden

Insiden maut terjadi pada Senin malam, 27 April 2026, sekitar pukul 20.55 WIB. Waktu ini berbeda dari laporan awal yang menyebut pukul 22.15 WIB. Kronologi bermula dari sebuah taksi. Taksi tersebut diduga menemper KRL di perlintasan sebidang JPL 39, Bulak Kapal, Bekasi Timur.

Insiden taksi mengakibatkan gangguan sinyal dan komunikasi di jalur rel. Gangguan itu menyebabkan KRL berhenti tidak pada posisi semestinya. Beberapa saat kemudian, KA Argo Bromo Anggrek melaju dari Gambir menuju Surabaya. Masinis tidak dapat mengantisipasi kondisi darurat. Lokomotif kereta jarak jauh itu pun menghantam bagian ekor KRL. Benturannya sangat keras.

Guncangan hebat merusak gerbong belakang KRL secara parah. Puing-puing logam menjebak tiga orang penumpang. Petugas gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan PT KAI berhasil mengeluarkan mereka. Tim menggunakan alat berat untuk mengangkat puing-puing.

Posko darurat PT KAI merilis data final hingga pukul 09.00 WIB. Data tersebut mencatat 7 korban meninggal dunia. Sebanyak 81 penumpang lain mengalami luka-luka. Tingkat keparahan luka bervariasi dari ringan hingga berat. Tim medis merujuk seluruh korban luka ke tiga rumah sakit: RSUD Kota Bekasi, RS Primaya Bekasi Timur, dan RS Mitra Keluarga Bekasi. Para dokter memberikan perawatan intensif di sana. Sebagian besar korban berasal dari gerbong paling belakang KRL jurusan Cikarang–Jakarta Kota. Hantaman lokomotif menyebabkan gerbong itu rusak paling parah.

Baca Juga:  Antrean Panjang di Bandara Soekarno-Hatta Viral di Media Sosial, Penumpang Diminta Datang 3 Jam Sebelum Terbang

Dampak pada Perjalanan Kereta

Kecelakaan ini sangat mengganggu pengguna jasa kereta api pada pagi hari. PT KAI membatalkan 13 perjalanan kereta jarak jauh dari dan menuju Jakarta. Jumlah ini lebih kecil dari kabar awal yang menyebut 19 perjalanan. Pembatalan mencakup KA Gumarang, KA Jayabaya, dan jadwal keberangkatan KA Argo Bromo Anggrek dari Gambir pagi ini.

Layanan KRL menuju arah Cikarang masih terbatas. PT KAI hanya mengoperasikan KRL sampai Stasiun Bekasi. Stasiun Bekasi Timur tidak melayani naik turun penumpang. Petugas teknis terus memperbaiki jalur rel di lokasi kejadian. Mereka menyingkirkan material logam dari atas rel. Mereka juga memperbaiki sistem sinyal yang rusak. PT KAI menargetkan normalisasi arus lalu lintas kereta segera.

Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tiba di lokasi sejak Senin malam. Mereka langsung memulai investigasi mendalam. Tim menyelidiki dua hal utama: pertama, mengapa prosedur pengereman darurat gagal berfungsi; kedua, mengapa sistem peringatan otomatis tidak mencegah tabrakan.

Baca Juga:  Gebrakan Politik Baru: Partai Gema Bangsa Deklarasi di JCC, Usung Misi Indonesia Mandiri dan Dukung Prabowo 2029

PT KAI menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Perusahaan khususnya meminta maaf kepada keluarga korban. Manajemen PT KAI memastikan tiga hal. Pertama, perusahaan menanggung seluruh biaya pengobatan korban luka. Kedua, PT KAI mengembalikan 100 persen harga tiket bagi penumpang kereta jarak jauh yang perjalanannya batal. Ketiga, perusahaan memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal sesuai ketentuan yang berlaku.

Imbauan untuk Masyarakat

PT KAI mengimbau masyarakat yang hendak bepergian melalui jalur Bekasi pada hari ini. Masyarakat harus mencari alternatif transportasi lain. Mereka bisa menggunakan bus Transjakarta atau kendaraan pribadi melalui jalan tol. PT KAI juga menyarankan para calon penumpang memantau informasi terkini. Mereka dapat mengakses kanal media sosial resmi @KAI1212 dan @CommuterLine. Langkah ini penting untuk menghindari penumpukan penumpang di stasiun.

Proses normalisasi jalur membutuhkan waktu hingga sore hari. PT KAI berjanji memberikan update berkala setiap dua jam sekali. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih sibuk membersihkan puing-puing di lokasi. Keluarga korban terus berdatangan ke rumah sakit. Mereka ingin memastikan kondisi sanak saudara masing-masing. (**)

Berita Terkait

Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs
Sanksi Tutup Dapur Menanti: BGN Larang Keras Program Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi!
BUMN Obral Stok Hunian Mangkrak Lewat Danantara Housing, Ratusan Anak Usaha Mulai ‘Dibersihkan’
Pengamat Kebijakan UNPAD Sebut Pendirian Universitas Republik Indonesia Perlu Perencanaan Strategis Matang
Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih
Kapolri Buka Suara: Mengaku Pernah Ikut Tolak UU Cipta Kerja Diam-diam Bersama Buruh
Dua Ruas Tol di Jawa Disiapkan Jadi Landasan Jet Tempur
Nanik Sudaryati Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Sudaryono Ditunjuk Jadi Pengganti

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:36 WIB

Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs

Senin, 27 Juli 2026 - 21:31 WIB

Sanksi Tutup Dapur Menanti: BGN Larang Keras Program Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi!

Senin, 27 Juli 2026 - 21:19 WIB

BUMN Obral Stok Hunian Mangkrak Lewat Danantara Housing, Ratusan Anak Usaha Mulai ‘Dibersihkan’

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:57 WIB

Pengamat Kebijakan UNPAD Sebut Pendirian Universitas Republik Indonesia Perlu Perencanaan Strategis Matang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:18 WIB

Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih

Berita Terbaru