Cuaca Ekstrem Intai Puncak Arus Nataru: Pemerintah Perketat Pengawasan Laut dan Tol

- Jurnalis

Kamis, 25 Desember 2025 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi cuaca ekstrem. (Dokumentasi Jawa Pos)

Ilustrasi cuaca ekstrem. (Dokumentasi Jawa Pos)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Pergerakan jutaan masyarakat pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) menghadapi tantangan serius. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Kementerian Perhubungan mengeluarkan peringatan merah terkait cuaca ekstrem yang diprediksi akan mengganggu jalur transportasi utama, baik darat maupun laut.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

BMKG: Waspada Hujan Lebat dan Gelombang 4 Meter
Kepala BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang melanda wilayah Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Pontianak, hingga Kupang tepat di hari Natal ini.

Baca Juga:  Darurat Bencana Awal Tahun: Banjir Jakarta Meluas ke 78 RT, Longsor Bandung Barat Tewaskan 7 Orang dan 114 Hilang

Yang paling mengkhawatirkan adalah peringatan gelombang tinggi yang mencapai 4 meter di beberapa perairan strategis hingga 28 Desember mendatang. Kondisi ini dipicu oleh aktivitas monsun yang menguat di wilayah perairan Indonesia.

Transportasi Laut: Patroli TNI AL Diperketat
Menanggapi ancaman gelombang tinggi, TNI Angkatan Laut bersama Kemenhub meningkatkan patroli keamanan laut, khususnya di titik-titik krusial seperti Selat Sunda dan Selat Bali.

“Keselamatan penumpang adalah prioritas mutlak. Kami telah menginstruksikan syahbandar untuk tidak ragu menunda keberangkatan kapal jika kondisi cuaca tidak memungkinkan,” tegas pihak Kementerian Perhubungan dalam keterangan resminya. Pemudik jalur laut diimbau untuk terus memantau jadwal terkini karena potensi penundaan (delay) akibat cuaca sangat tinggi.

Baca Juga:  Jalur Pantura Masih Terkendala: KAI Batalkan 34 Perjalanan Kereta Api Per 19 Januari, Simak Daftar Lengkapnya

Jalur Darat: Optimalisasi ETLE di Tol Trans Jawa
Sementara itu, di sektor darat, Jasa Marga mencatat lonjakan volume kendaraan yang signifikan di Tol Trans Jawa dan akses menuju Pelabuhan Merak. Untuk mengurai kepadatan dan menjaga ketertiban, Polri mengoptimalkan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) guna memantau kecepatan kendaraan dan potensi pelanggaran yang dapat memicu kecelakaan.

Pemerintah juga menyiagakan alat berat di titik-titik rawan longsor pada jalur arteri guna mengantisipasi dampak hujan lebat yang dapat memutus akses transportasi.

Berita Terkait

Tan Malaka: Dialektika Geopolitik Global dan Manifesto Kemerdekaan 100% Indonesia
Hukum Revolusi: Melihat Pandangan Tan Malaka
Ekspor CPO hingga Batu Bara Kini Wajib Lewat BUMN, Prabowo: Biar Rakyat Sejahtera!
Pelemahan Rupiah Ancam PHK Massal, Ini Kata Pengamat
Pasca-Kecelakaan Menegangkan di Solok Selatan, Begini Kondisi Terbaru Wagub Sumbar Vasko Ruseimy
Presiden Prabowo Serahkan 6 Jet Tempur Rafale dan Alutsista Modern ke TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma
Anies Baswedan Jadi Konsultan Kehormatan Pembangunan Kota di Arab Saudi
Pemerintah Resmi Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada Rabu 27 Mei 2026

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:30 WIB

Tan Malaka: Dialektika Geopolitik Global dan Manifesto Kemerdekaan 100% Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:24 WIB

Hukum Revolusi: Melihat Pandangan Tan Malaka

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:10 WIB

Ekspor CPO hingga Batu Bara Kini Wajib Lewat BUMN, Prabowo: Biar Rakyat Sejahtera!

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:00 WIB

Pelemahan Rupiah Ancam PHK Massal, Ini Kata Pengamat

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:06 WIB

Pasca-Kecelakaan Menegangkan di Solok Selatan, Begini Kondisi Terbaru Wagub Sumbar Vasko Ruseimy

Berita Terbaru

Foto: Vinicius Junior (Instagram @vinijr)

Sport

Vinicius Junior Memilih Setia di Chamartín

Sabtu, 13 Jun 2026 - 14:26 WIB