Selama Ramadan, BGN Sesuaikan Distribusi Program Makan Bergizi Gratis

- Jurnalis

Minggu, 15 Februari 2026 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selama Ramadan, BGN Sesuaikan Distribusi Program Makan Bergizi Gratis ( foto ugm.ac.id

Selama Ramadan, BGN Sesuaikan Distribusi Program Makan Bergizi Gratis ( foto ugm.ac.id

JAKARTA, ArgumenRakyat.comBadan Gizi Nasional (BGN) membuka opsi penyesuaian distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan, termasuk kemungkinan makanan dibagikan untuk dikonsumsi saat sahur.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa program MBG tetap berjalan selama Ramadan dengan mekanisme yang disesuaikan agar tidak mengganggu pelaksanaan ibadah puasa.

“Distribusi makan bergizi tetap dilakukan, namun skemanya bisa disesuaikan. Makanan dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat sahur atau berbuka, tergantung kondisi daerah,” ujar Dadan dalam keterangannya.

Penyesuaian di Sekolah dan Daerah Puasa

BGN menjelaskan, untuk wilayah yang mayoritas peserta didiknya menjalankan ibadah puasa, makanan MBG akan dibagikan dalam kemasan yang memungkinkan dikonsumsi di luar jam sekolah. Penyesuaian ini dilakukan agar asupan gizi anak tetap terpenuhi tanpa harus makan di siang hari.

Baca Juga:  Ahli Sebut Sentralisasi Anggaran TKD untuk Program Prioritas Nasional Berdampak Negatif bagi Ekonomi Daerah

Sementara itu, di daerah yang masyarakatnya tidak menjalankan puasa Ramadan, pelaksanaan MBG tetap dilakukan seperti hari biasa tanpa perubahan waktu konsumsi.

Perhatian pada Kualitas dan Keamanan Pangan

BGN juga memastikan menu yang dibagikan selama Ramadan dirancang agar tetap memenuhi standar gizi dan keamanan pangan. Jenis makanan disesuaikan supaya tahan lebih lama dan tetap layak dikonsumsi saat sahur atau berbuka.

Menurut BGN, langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah menjaga keberlanjutan pemenuhan gizi anak, ibu hamil, dan kelompok rentan, termasuk selama bulan Ramadan.

Baca Juga:  Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Uang Pengganti Rp5,68 Triliun

Evaluasi dan Koordinasi Daerah

BGN menyatakan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan satuan pendidikan untuk memastikan penyesuaian distribusi MBG berjalan efektif. Evaluasi juga akan dilakukan selama Ramadan untuk menyesuaikan pelaksanaan di lapangan.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat.

Penulis: Tim Redaksi ArgumenRakyat
Editor: Admin ArgumenRakyat

Sumber Berita:

  • Pernyataan resmi Badan Gizi Nasional

  • Keterangan Kepala BGN terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis selama Ramadan

Berita Terkait

Mahfud Respons Pernyataan Prabowo Soal Londo Ireng: “Agak Menyakitkan”
Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs
Sanksi Tutup Dapur Menanti: BGN Larang Keras Program Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi!
BUMN Obral Stok Hunian Mangkrak Lewat Danantara Housing, Ratusan Anak Usaha Mulai ‘Dibersihkan’
Pengamat Kebijakan UNPAD Sebut Pendirian Universitas Republik Indonesia Perlu Perencanaan Strategis Matang
Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih
Kapolri Buka Suara: Mengaku Pernah Ikut Tolak UU Cipta Kerja Diam-diam Bersama Buruh
Dua Ruas Tol di Jawa Disiapkan Jadi Landasan Jet Tempur

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:36 WIB

Mahfud Respons Pernyataan Prabowo Soal Londo Ireng: “Agak Menyakitkan”

Senin, 27 Juli 2026 - 21:36 WIB

Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs

Senin, 27 Juli 2026 - 21:31 WIB

Sanksi Tutup Dapur Menanti: BGN Larang Keras Program Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi!

Senin, 27 Juli 2026 - 21:19 WIB

BUMN Obral Stok Hunian Mangkrak Lewat Danantara Housing, Ratusan Anak Usaha Mulai ‘Dibersihkan’

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:57 WIB

Pengamat Kebijakan UNPAD Sebut Pendirian Universitas Republik Indonesia Perlu Perencanaan Strategis Matang

Berita Terbaru