Usut TPPU Lewat Sprindik Baru, Kejagung Panggil Lagi Febrie Besok

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gedung Kejaksaan Agung di Jakarta. (Dok. Shutterstock/Wella Eriska)

Foto: Gedung Kejaksaan Agung di Jakarta. (Dok. Shutterstock/Wella Eriska)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Korps Adhyaksa resmi membuka babak baru dalam penanganan skandal dugaan kejahatan keuangan yang melibatkannya. Kejaksaan Agung (Kejagung) mendesain ulang strategi penegakan hukum dengan menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) khusus untuk melacak dugaan tindak pidana pencucian uang (money laundering). Langkah ini diambil menyusul penyerahan berkas perkara serta barang bukti berharga (asset recovery) berupa emas batangan seberat 74 kilogram dan valuta asing senilai miliaran rupiah dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, mengonfirmasi bahwa instrumen penyidikan anyar tersebut berstatus resmi melalui dokumen legal Nomor Print-03/F.2/Fd.2/07/2026 yang diteken pada 20 Juli 2026. Kendati penetapan tersangka (indictment) dalam konstruksi TPPU ini belum diumumkan secara terbuka, tim penyidik langsung bergerak cepat melayangkan panggilan terhadap jajaran saksi kunci, termasuk mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi 6,8 T Lahan Tambang Kukar, Berkas 7 Tersangka Dilimpahkan ke Pengadilan

“Pihak Kejaksaan Agung telah mempelajari perkara tersebut sehingga terbit Surat Perintah Penyidikan baru,” kata Anang dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026) mengutip dari Tirto.id.

Mengacu pada lembar Sprindik baru tersebut, satuan tugas khusus yang dilabeli Tim 9 dijadwalkan memeriksa empat sosok penting sebagai saksi pada Rabu (22/7/2026). Selain Febrie Adriansyah, penyidik memanggil Don Ritto, Nurman Herin, serta seorang saksi berinisial TS guna mengurai alur transaksi keuangan dan asal-usul kekayaan.

Namun, proses klarifikasi tersebut mengalami penundaan (postponement). Febrie absen dari pemanggilan penyidik dengan menyerahkan surat keterangan gangguan kesehatan, sedangkan Nurman Herin tidak hadir tanpa memberikan konfirmasi alasan (unexcused absence). Atas ketidakhadiran tersebut, Kejagung telah menerbitkan surat pemanggilan ulang demi kepastian hukum.

Baca Juga:  3 Anggota DPRD Jatim Jalani Rehabilitasi Usai Pesta Narkoba

“Proses koordinasi antara Tim Penyidik (Tim 9) dengan Penyidik Polda Metro Jaya dan Tim Kortas Tipikor Polri terus berlangsung untuk mendukung dan mempercepat proses penanganan perkara,” tegas Anang.

Guna menjaga independensi serta menepis tuduhan benturan kepentingan (conflict of interest), Kejagung melibatkan mekanisme checks and balances secara ketat. Proses pemeriksaan saksi ini turut disaksikan secara langsung oleh Tim Koordinasi dan Supervisi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komisi Kejaksaan, Kortas Tipidkor Polri, hingga Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Pelibatan multisektor ini disengaja untuk meminimalkan gesekan antar-penegak hukum sekaligus menggaransi transparansi publik.

Penerbitan Sprindik TPPU ini menjadi dokumen penyidikan keempat yang diproduksi Kejagung pasca-menerima limpahan berkas dari jajaran kepolisian, menandakan eskalasi serius dalam pembongkaran alur pencucian uang perkara tersebut.

Berita Terkait

Dua Anggota KKB Tewas dalam Kontak Tembak di Nduga
Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami
KPK Jemput Paksa Nusron Wahid Usai Dua Kali Mangkir
Asap Karhutla Masuk Jakarta, DKI Siapkan PJJ dan WFH
KPK Duga Bupati Klaten Terima Rp2,08 Miliar
MK Perintahkan Revisi UU Peradilan Militer, TNI Merespons
KPK OTT di BNPB, 14 Orang Ditangkap Termasuk Sestama
DPR Desak Karhutla Ditetapkan Jadi Bencana Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dua Anggota KKB Tewas dalam Kontak Tembak di Nduga

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:35 WIB

Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:25 WIB

KPK Jemput Paksa Nusron Wahid Usai Dua Kali Mangkir

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Asap Karhutla Masuk Jakarta, DKI Siapkan PJJ dan WFH

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:33 WIB

KPK Duga Bupati Klaten Terima Rp2,08 Miliar

Berita Terbaru

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer. (Foto: Wikimedia Commons)

Teknologi

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:49 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:45 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:39 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:34 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:28 WIB