Stok Beras Nasional Capai 5,3 Juta Ton, Tertinggi dalam Sejarah 59 Tahun Perum Bulog

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stok Beras Nasional Capai 5,3 Juta Ton, Tertinggi dalam Sejarah 59 Tahun Perum Bulog. Source: Google/KabarBaik.co

Stok Beras Nasional Capai 5,3 Juta Ton, Tertinggi dalam Sejarah 59 Tahun Perum Bulog. Source: Google/KabarBaik.co

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Perum Bulog mencatat rekor bersejarah. Total Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menembus angka 5,3 juta ton pada 11 Mei 2026. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang 59 tahun berdirinya Bulog. Keberhasilan ini memberikan jaminan stabilitas harga beras hingga akhir tahun.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan kabar ini di Kantor Pusat Bulog, Jakarta. “Selama 59 tahun berdirinya Bulog sampai dengan hari ini, capaian tertinggi ya hari ini,” ujar Rizal. Ia menyebut stok 5,3 juta ton sebagai hasil kerja luar biasa dari kolaborasi petani, penggilingan, TNI, dan Polri. Cadangan Beras Pemerintah yang melimpah ini bukan hanya kerja Bulog, tetapi kerja kita bersama.

Target Stok Bulog 2026 Capai 6 Juta Ton

Pemerintah terus menggenjot penambahan stok. Ahmad Rizal Ramdhani optimistis Cadangan Beras Pemerintah bisa mencapai 6 juta ton pada akhir Mei 2026. “Mungkin nanti di akhir bulan, akhir Mei bisa capai 6 juta ton. Itu harapan kami,” kata Rizal. Hingga saat ini, Bulog telah menyerap 2,4 juta ton gabah setara beras dari petani dalam negeri. Target nasional penyerapan tahun ini sebesar 4 juta ton.

Baca Juga:  Negara Ambil Alih! 28 Perusahaan Swasta Dicabut Izinnya, Aset Strategis Sumatra Kini Dikuasai Danantara

Cadangan Beras Pemerintah sebanyak 5,3 juta ton tersebut tidak hanya menumpuk di Jawa. Bulog mendistribusikan stok ke seluruh gudang di 34 provinsi. Konsentrasi terbesar berada di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Daerah rawan pangan seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua juga mendapat prioritas pasokan. Dengan sebaran merata ini, masyarakat di berbagai wilayah bisa merasakan manfaatnya.

Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa stok melimpah ini sangat penting. Terutama untuk menghadapi potensi fenomena El Nino. “Jadi kalau lihat stok sekarang sudah capai 5,3 juta ton. Itu kami pastikan hadapi El Nino akan aman,” tegas Rizal. Pemerintah juga menggencarkan percepatan tanam, distribusi benih, pupuk, dan mekanisasi pertanian untuk menjaga kesinambungan produksi.

Baca Juga:  Rupiah Melemah, Pemerintah Siapkan Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi

Harga Beras Terjaga Berkat Cadangan Besar

Bulog juga menjalankan fungsi stabilisasi harga. Pembelian gabah dari petani mengacu pada Instruksi Presiden dengan harga Rp6.500 per kilogram. Untuk penjualan ke konsumen, Bulog mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET). Beras medium dijual Rp12.500 per kg, sedangkan beras premium Rp14.900 per kg. Badan Pangan Nasional (Bapanas) turut mengawal keseimbangan harga melalui program SPHP dan bantuan pangan.

Dengan cadangan yang kuat dan sebaran merata, diharapkan masyarakat mendapat rasa aman. Ketahanan pangan nasional pun semakin kokoh di masa mendatang. (**)

Berita Terkait

Amran Sulaiman Lapor ke Prabowo: Produksi Pertanian Indonesia Tembus Nomor Empat Dunia
Menanti Efek Reda Selat Hormuz, Begini Kata Airlangga Hartarto
Harga Minyak Dunia Turun, Banggar DPR RI Minta Pemerintah Tidak Terburu-buru Koreksi Harga BBM
Hendri Donal, Petani Kopi Asal Sungai Kamuyang Sentil Pemerintah Lokal dalam Podcast Kusieh Bendi
Bagaimana IHSG Hari Ini? Menguat atau Melemah
Anton Permana Ingatkan Ancaman Resesi Global dan Rapuhnya Fiskal Domestik
Rupiah Menguat, Apa yang Terjadi?
IHSG Melemah di Awal Pekan: Bayang Bearish dan Asa Rebound

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:13 WIB

Amran Sulaiman Lapor ke Prabowo: Produksi Pertanian Indonesia Tembus Nomor Empat Dunia

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:00 WIB

Menanti Efek Reda Selat Hormuz, Begini Kata Airlangga Hartarto

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:14 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, Banggar DPR RI Minta Pemerintah Tidak Terburu-buru Koreksi Harga BBM

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:42 WIB

Hendri Donal, Petani Kopi Asal Sungai Kamuyang Sentil Pemerintah Lokal dalam Podcast Kusieh Bendi

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:47 WIB

Bagaimana IHSG Hari Ini? Menguat atau Melemah

Berita Terbaru