Negara Ambil Alih! 28 Perusahaan Swasta Dicabut Izinnya, Aset Strategis Sumatra Kini Dikuasai Danantara

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Negara Ambil Alih! 28 Perusahaan Swasta Dicabut Izinnya, Aset Strategis Sumatra Kini Dikuasai Danantara (foto AI)

Ilustrasi Negara Ambil Alih! 28 Perusahaan Swasta Dicabut Izinnya, Aset Strategis Sumatra Kini Dikuasai Danantara (foto AI)

JAKARTA, ARGUMENRAKYAT.COM — Langkah berani diambil Pemerintah Indonesia dalam menertibkan tata kelola sumber daya alam. Berdasarkan data yang dihimpun dari rilis resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Sekretariat Negara, sebanyak 28 perusahaan swasta resmi dijatuhi sanksi pencabutan izin usaha karena dinilai melanggar aturan lingkungan hidup dan perizinan.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebijakan tegas ini diikuti dengan pengalihan seluruh aset dan pengelolaan lahan ke tangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Langkah ini merupakan hasil evaluasi mendalam lintas kementerian yang dipicu oleh maraknya bencana ekologis di wilayah Sumatra. Pemerintah menyebut, pencabutan izin ini menyasar sektor-sektor krusial dengan total luas lahan mencapai lebih dari satu juta hektare.

Rapor Merah Perusahaan Swasta

Berdasarkan rekomendasi Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), 22 dari 28 perusahaan yang terdampak adalah pemegang izin pemanfaatan hutan (PBPH). Melansir laporan dari Antara dan rilis teknis Satgas PKH, beberapa nama raksasa yang masuk dalam daftar pencabutan antara lain:

  • PT Toba Pulp Lestari Tbk

  • PT Sumatera Riang Lestari

  • PT Sumatera Sylva Lestari

  • PT Barumun Raya Padang Langkat

  • PT Agincourt Resources

  • PT North Sumatra Hydro Energy

Baca Juga:  Gerobak Kopi yang Mengubah Hidup: Kisah Sukses Kopi Ajoe dari Payakumbuh

Perusahaan-perusahaan tersebut terbukti melakukan pelanggaran berat, mulai dari pengelolaan lahan di luar izin hingga kontribusi nyata terhadap kerusakan ekosistem yang mengakibatkan banjir dan longsor masif di berbagai daerah di Sumatra.

Mandat Baru di Tangan Danantara

Pasca-pencabutan izin, seluruh proses konsolidasi dan pengelolaan lanjutan diserahkan sepenuhnya kepada Danantara. Melalui lembaga ini, aset akan didistribusikan ke BUMN sesuai sektor masing-masing. Sebagaimana dilansir dari pernyataan Mensesneg Prasetyo Hadi, langkah ini diambil untuk memastikan sumber daya alam dikelola secara bertanggung jawab demi kemakmuran rakyat.

Baca Juga:  Mentan: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Penyerap Utama 165 Juta Petani

Sudut Pandang Argumen Rakyat: Jangan Sekadar Ganti Baju!

Redaksi Argumen Rakyat menilai langkah tegas pemerintah ini sebagai angin segar bagi kedaulatan ekologi kita. Namun, pencabutan izin dan pengalihan ke BUMN atau Danantara tidak boleh hanya menjadi seremoni “ganti baju” pengelola semata.

Publik harus mengawal ketat agar transisi ini benar-benar membawa perubahan nyata pada pemulihan lingkungan dan kesejahteraan warga lokal, bukan sekadar memindahkan monopoli dari tangan swasta ke tangan birokrasi. Kita tidak ingin melihat aset negara ini kembali dikelola dengan mentalitas lama yang mengabaikan daya dukung alam. Negara sudah mengambil alih, kini saatnya negara membuktikan bahwa mereka jauh lebih baik dan lebih adil daripada korporasi yang selama ini hanya mengeruk keuntungan di atas penderitaan rakyat.


Sumber Berita: Kementerian LHK, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), Sekretariat Negara, dan Kantor Berita Antara.

Berita Terkait

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS
Video Commerce Dinilai Jadi Peluang UMKM Perkenalkan Produk
Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029
DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027
Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos
Platform AI Bantu Pelaku Usaha Layani Pelanggan via WhatsApp
Kadin: Dunia Usaha Harus Bergerak Kejar Pertumbuhan 6 Persen
RAPBN 2027: Ekonomi Tumbuh 6 Persen, Inflasi 2,5 Persen

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 10:14 WIB

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS

Rabu, 9 September 2026 - 10:15 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Selasa, 8 September 2026 - 10:10 WIB

DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027

Senin, 7 September 2026 - 12:21 WIB

Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos

Jumat, 4 September 2026 - 10:26 WIB

Platform AI Bantu Pelaku Usaha Layani Pelanggan via WhatsApp

Berita Terbaru

13 Jenis Hamster yang Bisa Dipelihara Pemula. (Foto: CNN Indonesia)

Tips

13 Jenis Hamster yang Bisa Dipelihara Pemula

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:24 WIB

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:19 WIB

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS. (Foto: iNews.id)

Ekonomi

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:14 WIB

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:08 WIB