Amran Sulaiman Lapor ke Prabowo: Produksi Pertanian Indonesia Tembus Nomor Empat Dunia

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Andi Amran Sulaiman (Dok. ANTARA FOTO)

Foto: Andi Amran Sulaiman (Dok. ANTARA FOTO)

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan laporan membanggakan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang digelar di Kabupaten Gorontalo pada Rabu, 24 Juni 2026. Dalam pidatonya, Amran memaparkan pencapaian besar sektor pertanian Indonesia yang berhasil menembus peringkat elite di kancah global.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Amran menyebutkan bahwa berdasarkan pengumuman resmi dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), volume produksi pangan Indonesia mengalami lompatan signifikan. “Baru-baru ini, dua hari yang lalu, pengumuman oleh FAO. FAO, produksi kita tertinggi nomor empat dunia mencapai 38 juta ton,” ujar Amran disambut riuh tepuk tangan peserta yang hadir.

Baca Juga:  Zainal Arifin Mochtar Tanggapi Seskab: Pertanyakan Batasan Dana Pribadi Dinas Luar Negeri Presiden dan Efektivitas Anggaran

Alumnus Universitas Hasanuddin itu juga menegaskan bahwa data tersebut murni dirilis oleh lembaga internasional, bukan hasil klaim sepihak dari pemerintah.
Tak hanya menyoal peringkat dunia, Mentan juga melaporkan peningkatan kesejahteraan para petani dalam beberapa tahun terakhir. Amran mengklaim bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) mencatatkan rekor tertinggi dalam tiga dekade. “Kesejahteraan petani kita meningkat tertinggi selama 34 tahun terakhir, yaitu 127 persen. Ini angka tertinggi selama 34 tahun terakhir,” tuturnya di atas podium.

Kenaikan NTP ini disebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di sektor agraria. Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), Amran membeberkan pertumbuhan ekonomi sektor pertanian mampu menyentuh angka 5,74 persen, sebuah pencapaian yang disebutnya sebagai yang tertinggi dalam 25 tahun terakhir. Keberhasilan ini dinilai sebagai buah dari kerja keras kolektif jutaan petani dan nelayan di seluruh tanah air.

Baca Juga:  Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs

Di dalam laporannya, Amran turut menggarisbawahi dampak positif dari kebijakan pembatasan impor, khususnya untuk komoditas beras medium yang telah dihentikan. Berkurangnya pasokan impor ini diklaim berhasil menekan defisit anggaran negara hingga puluhan triliun rupiah. “Ekspor pertanian naik 166 triliun. Impor kita, karena kita tidak impor beras medium lagi, turun 41 triliun. Jadi total keuntungan petani 200 triliun, Bapak Presiden,” tegas Mentan sejak zaman Joko Widodo itu.

Berita Terkait

Hendri Donal, Petani Kopi Asal Sungai Kamuyang Sentil Pemerintah Lokal dalam Podcast Kusieh Bendi
Stok Beras Nasional Capai 5,3 Juta Ton, Tertinggi dalam Sejarah 59 Tahun Perum Bulog

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:13 WIB

Amran Sulaiman Lapor ke Prabowo: Produksi Pertanian Indonesia Tembus Nomor Empat Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:42 WIB

Hendri Donal, Petani Kopi Asal Sungai Kamuyang Sentil Pemerintah Lokal dalam Podcast Kusieh Bendi

Senin, 11 Mei 2026 - 11:30 WIB

Stok Beras Nasional Capai 5,3 Juta Ton, Tertinggi dalam Sejarah 59 Tahun Perum Bulog

Berita Terbaru