Langkah Diplomasi: Usai Kunjungan ke Moskow, Presiden Prabowo Perkuat Kemitraan dengan Prancis di Istana Élysée

- Jurnalis

Selasa, 14 April 2026 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kedatangan Presiden Prabowo di Paris. Source:Youtube-Sekretariat Presiden

Kedatangan Presiden Prabowo di Paris. Source:Youtube-Sekretariat Presiden

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melanjutkan rangkaian kunjungan luar negeri ke Prancis.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden tiba di Bandara Paris pada Senin malam, 13 April 2026, sekitar pukul 23.50 waktu setempat. Kedatangannya terjadi setelah menyelesaikan agenda di Moskow, Rusia. Kunjungan ini bertujuan memperkuat posisi Indonesia dalam hubungan internasional, khususnya dengan negara-negara besar.

Pada Selasa, 14 April 2026, Presiden Prabowo mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Pertemuan berlangsung di Istana Élysée. Kedua pemimpin membahas penguatan kemitraan strategis bilateral. Topik pembahasan mencakup kerja sama pertahanan, transisi energi hijau, dan percepatan teknologi digital di Indonesia.

Presiden melakukan kunjungan ke Paris hanya beberapa jam setelah pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin di Moskow. Pertemuan di Rusia berlangsung sekitar lima jam. Kedua pihak membahas kesepakatan terkait ketahanan energi. Mereka juga membahas potensi kerja sama di bidang nuklir sipil. Hasil pembahasan di Moskow turut menjadi bahan diskusi dengan Macron. Indonesia ingin menjaga konsistensi kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif.

Baca Juga:  Tan Malaka: Dialektika Geopolitik Global dan Manifesto Kemerdekaan 100% Indonesia

Harapan dari Pertemuan

Pemerintah berharap pertemuan di Istana Élysée menghasilkan komitmen nyata. Komitmen tersebut mencakup pembangunan infrastruktur strategis di Indonesia. Selain itu, pemerintah juga mengharapkan pengadaan alutsista untuk peningkatan kedaulatan nasional. Melalui langkah ini, pemerintah menyatakan komitmennya berperan aktif dalam kerja sama internasional demi kepentingan nasional.

Pertemuan Prabowo-Macron juga menjadi momentum penting bagi Indonesia. Indonesia menyampaikan pandangan terkait stabilitas dunia. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo akan menyampaikan posisi Indonesia. Posisi tersebut terkait menjaga stabilitas dan mendorong perdamaian dunia. Pandangan strategis mencakup dinamika global, seperti situasi perang Iran versus Amerika Serikat dan Israel yang memasuki tahap gencatan senjata.

Kunjungan Kedua ke Paris Tahun 2026

Kunjungan ini merupakan kunjungan kedua Presiden Prabowo ke Paris pada tahun 2026. Sebelumnya, pada 23 Januari 2026, Presiden Prabowo memenuhi undangan Presiden Macron di Istana Élysée. Pertemuan pertama berlangsung selama 2,5 jam dan berakhir dengan jamuan makan malam resmi. Kedatangan Presiden di Bandara Paris disambut oleh Duta Besar RI untuk Prancis, Mohamad Oemar. Atase Pertahanan KBRI Paris, Marsekal Pertama TNI Hendra Gunawan, juga turut menyambut. Sejumlah pejabat tinggi Pemerintah Prancis hadir dalam penyambutan tersebut.

Baca Juga:  Prabowo Cium Desain Demo Bayaran Rp200 Ribu, Damprat Pejabat Sopan tapi Maling

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Presiden Putin di Istana Kremlin, kedua pemimpin sepakat memperkuat kerja sama pada berbagai sektor strategis. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan. Kesepakatan mencakup kerja sama jangka panjang di sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM). Kerja sama tersebut meliputi ketahanan energi migas serta program hilirisasi. Selain itu, Indonesia dan Rusia juga berkomitmen memperluas kerja sama di bidang pendidikan, riset teknologi, pertanian, dan investasi industri.

Dengan rangkaian diplomasi yang padat ini, Indonesia menunjukkan konsistensi. Indonesia menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif. Presiden Prabowo tidak hanya memperkuat hubungan dengan negara-negara di kawasan Asia dan Eropa Timur. Ia juga menjalin kemitraan strategis dengan negara-negara Eropa Barat seperti Prancis. Langkah ini memperlihatkan bahwa Indonesia terus berupaya memainkan peran konstruktif dalam percaturan global. Sekaligus, Indonesia mengamankan kepentingan nasional di berbagai bidang.(**)

Berita Terkait

Kembali Berlarut-larut, Ketegangan Selat Hormuz Kian Memanas Usai Saling Balas Militer AS-Iran
Eks Dubes RI untuk Iran Ungkap Alasan Rakyat Iran Tak Takut Ancaman Militer AS
Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia
Berikut Alasan Mengapa Belanda Membawa Tentara Maluku dan Permintaan Maaf PM Belanda, Rob Jetten
Keir Starmer Mengundurkan Diri: Badai Skandal dan Perselisihan Paksa PM Inggris Lepas Jabatan
Konflik Meningkat: Pelanggaran Gencatan Senjata di Lebanon Perburuk Kondisi Warga
Hubungan Sulit Amerika dan Israel, Ditengah Upaya Damai Konflik Timur Tengah
Selat Hormuz Dikabarkan Akan Dibuka Sejak 19 Juni

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

Kembali Berlarut-larut, Ketegangan Selat Hormuz Kian Memanas Usai Saling Balas Militer AS-Iran

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:00 WIB

Eks Dubes RI untuk Iran Ungkap Alasan Rakyat Iran Tak Takut Ancaman Militer AS

Senin, 6 Juli 2026 - 13:10 WIB

Trump Campur Tangan, FIFA Tangguhkan Hukuman Kartu Merah Striker Amerika Serikat Jelang Laga Kontra Belgia

Sabtu, 27 Juni 2026 - 15:31 WIB

Berikut Alasan Mengapa Belanda Membawa Tentara Maluku dan Permintaan Maaf PM Belanda, Rob Jetten

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:06 WIB

Keir Starmer Mengundurkan Diri: Badai Skandal dan Perselisihan Paksa PM Inggris Lepas Jabatan

Berita Terbaru