Stabilitas Harga Pangan Jelang Tengah Tahun: Kolaborasi Pemko Payakumbuh dan BI Sumbar Jaga Daya Beli Masyarakat

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolaborasi Pemko Payakumbuh dan BI Sumbar Jaga Daya Beli Masyarakat di Pasar Ibuh. Source: Google/Impiannews

Kolaborasi Pemko Payakumbuh dan BI Sumbar Jaga Daya Beli Masyarakat di Pasar Ibuh. Source: Google/Impiannews

ARGUMENRAKYAT.COM, PAYAKUMBUH – Harga kebutuhan pokok di Payakumbuh relatif stabil menjelang tengah tahun 2026. Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus menguatkan langkah strategis. Mereka ingin memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga. Kondisi ini terjadi di tengah fluktuasi harga komoditas pangan nasional pasca-Lebaran. Oleh karena itu, upaya konkret di tingkat lokal menjadi sangat krusial.

Data Harga Terkini di Pasar Payakumbuh

Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh merilis data terbaru pada 27 April 2026. Hasilnya, sejumlah komoditas utama menunjukkan harga yang stabil. Misalnya, beras kualitas premium (Anak Daro) bertahan di angka Rp17.000 per kilogram. Sementara itu, beras SPHP masih menjadi pilihan terjangkau di harga Rp13.100 per kilogram. Kemudian, untuk komoditas bumbu dapur, cabai merah keriting dibanderol antara Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram tergantung kualitas. Di sisi lain, bawang putih berada di kisaran Rp36.000 hingga Rp38.000 per kilogram. Dengan demikian, harga tersebut berlaku di Pasar Ibuh dan Pasar Lauik.

Baca Juga:  Negara Ambil Alih! 28 Perusahaan Swasta Dicabut Izinnya, Aset Strategis Sumatra Kini Dikuasai Danantara

Langkah Nyata Pemko dan Kolaborasi TPID

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram, memberikan keterangan pada 26 April 2026. Menurutnya, inflasi di Sumatera Barat pada Maret hingga April 2026 menunjukkan tren positif. Lebih lanjut, inflasi pun terkendali. Keberhasilan ini lahir dari kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah daerah, BI, dan TPID bekerja sama secara intensif. Mereka menggelar sidak pasar, operasi pasar, serta Gerakan Pangan Murah (GPM). “Upaya seperti sidak pasar, operasi pasar, dan Gerakan Pangan Murah (GPM) terbukti mampu menahan gejolak harga. Gejolak biasanya terjadi pasca-Lebaran dan jelang tengah tahun,” ujar Ikram.

Selain itu, Pemko Payakumbuh tidak hanya memantau harga di pasar tradisional. Mereka mengawasi Pasar Ibuh dan Pasar Lauik secara rutin. Kemudian, mereka juga memastikan distribusi logistik pangan berjalan lancar. Perlu diketahui, Payakumbuh merupakan pintu distribusi pangan. Wilayah ini melayani Kabupaten Lima Puluh Kota dan sekitarnya. Oleh karena itu, kelancaran distribusi menjadi kunci utama. Penjabat (Pj) Wali Kota Payakumbuh, Suprayitno, menegaskan komitmennya. Pihaknya terus mendorong koordinasi lintas instansi. Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga komoditas protein. Saat ini, telur ayam ras berada di harga Rp28.800 per kilogram. Di sisi lain, daging sapi murni stabil di angka Rp140.000 per kilogram.

Baca Juga:  Revolusi Birokrasi: INA Digital Siap Jadi 'SuperApp' Pemerintahan 2026, Pangkas 27 Ribu Aplikasi

Selanjutnya, pemerintah daerah juga mengoptimalkan peran koperasi dan UMKM. Mereka mendistribusikan produk pangan olahan dengan harga kompetitif. Langkah ini memberikan alternatif pangan bagi masyarakat. Sekaligus menggerakkan ekonomi akar rumput di Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Hingga akhirnya, pemerintah memastikan pasokan pangan mencukupi. Pengawasan pasar pun berjalan ketat. Dengan demikian, masyarakat diimbau bijak berbelanja. Jangan lakukan aksi borong (panic buying). Sebab, stok pangan aman hingga beberapa bulan ke depan. (**)

Berita Terkait

Mualem Peringatkan Jakarta: Jangan Jadikan Aceh Penonton di Blok Andaman
Dony Oskaria Tegaskan Transparansi Danantara, Tepis Kekhawatiran Birokrasi Gemuk
Rupiah Merosot dan Buruh yang Terjepit Badai PHK
Wilmar dan Teka-Teki Pelarian Devisa Sawit
Dinamika Perekonomian Masyarakat Minangkabau: Mengenang Kejayaan Dagang Pariaman Abad XIX
Tren ‘Co-Working Space’ Alternatif:Kedai Kopi Lokal Bertransformasi Jadi Kantor Kedua Anak Muda
Bukan Cuma Iseng, Ini 3 Profesi Digital Baru yang Paling Diburu Industri Kreatif Tahun Ini
Memulai Bisnis Sampingan Tanpa Modal Besar: Strategi Memanfaatkan Keahlian Jasa

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 11:16 WIB

Dony Oskaria Tegaskan Transparansi Danantara, Tepis Kekhawatiran Birokrasi Gemuk

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:24 WIB

Rupiah Merosot dan Buruh yang Terjepit Badai PHK

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:39 WIB

Wilmar dan Teka-Teki Pelarian Devisa Sawit

Senin, 25 Mei 2026 - 15:30 WIB

Dinamika Perekonomian Masyarakat Minangkabau: Mengenang Kejayaan Dagang Pariaman Abad XIX

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:00 WIB

Tren ‘Co-Working Space’ Alternatif:Kedai Kopi Lokal Bertransformasi Jadi Kantor Kedua Anak Muda

Berita Terbaru