Sering Menunda Kerja? Bisa Jadi Tanda Kecemasan di Kantor

- Jurnalis

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sering Menunda Kerja (Ilustrasi: AI Dimensia Creative)

Sering Menunda Kerja (Ilustrasi: AI Dimensia Creative)

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Kebiasaan menunda pekerjaan di kantor sering dianggap kemalasan, padahal psikolog menilai itu bisa menjadi salah satu tanda kecemasan kerja yang jarang dibahas.

Psikolog klinis Cathy Ranieri mengatakan banyak orang belum menyadari sejauh apa sistem saraf berperan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut dia, tubuh bereaksi lebih cepat daripada kesadaran ketika seseorang merasa terbebani oleh pekerjaan.

“Di tempat kerja, ketika kita merasa kewalahan, terlalu banyak bekerja, atau gugup, sistem saraf bereaksi dengan menilainya sebagai potensi ancaman terhadap keselamatan kita,” jelas Ranieri.

Respons Fight or Run di Meja Kerja

Bagi sebagian orang, kondisi itu memicu respons fight or run. Akibatnya, pekerja justru menghindari tugas yang seharusnya dikerjakan. Penundaan menjadi cara tubuh bertahan dari ancaman yang sebenarnya tidak berwujud fisik.

Baca Juga:  Fakta & Mitos Khasiat Daun Jambu Biji

Pekerja sosial klinis di Florida, Amerika Serikat, Jordan White, menilai penundaan pekerjaan sebagai gejala kecemasan yang jarang dibicarakan. “Seseorang yang mengalami kecemasan akan menghindari topik atau tugas yang membuatnya cemas, karena mengerjakannya hanya akan menimbulkan kekhawatiran yang mendalam,” ujar White.

Persoalannya, menghindar tidak menyelesaikan beban. Tugas dan tanggung jawab tetap ada, sementara rasa cemas justru menumpuk karena pekerjaan yang ditinggalkan semakin banyak dan tenggat semakin dekat.

Baca Juga:  Minum Kopi Tanpa Gula Setiap Hari, Ini 8 Manfaatnya

Cara Mengelola Kecemasan Kerja

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba. Pertama, memecah pekerjaan besar menjadi bagian kecil supaya tidak terasa mengancam. Kedua, membuat jadwal harian sepekan agar beban kerja terlihat lebih terukur dan tidak menumpuk di satu hari.

Langkah lain adalah memberi jeda sejenak dari rutinitas untuk memulihkan diri. Jika kecemasan terasa berat dan berlangsung lama, berkonsultasi dengan profesional menjadi pilihan yang lebih aman daripada membiarkannya berlarut-larut.

Berita Terkait

Alasan Anak Suka Mengobrol dengan Boneka
Olahraga Tepat untuk Cegah Osteoporosis Sejak Dini
7 Cara Mengatasi Anak Susah Belajar Membaca Tanpa Memaksa
Bahaya Karbon Monoksida yang Tak Berwarna dan Tak Berbau
5 Cara Mengatasi Anak Kecanduan Merokok secara Bertahap
Maltodekstrin Bukan Gula, Ini Fungsi dan Peran dalam Pangan
7 Negara dengan Visa Kerja Termudah untuk Pekerja
7 Tanda Kecerdasan Emosional Perlu Dilatih Lagi

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Alasan Anak Suka Mengobrol dengan Boneka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Olahraga Tepat untuk Cegah Osteoporosis Sejak Dini

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:08 WIB

7 Cara Mengatasi Anak Susah Belajar Membaca Tanpa Memaksa

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Bahaya Karbon Monoksida yang Tak Berwarna dan Tak Berbau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:52 WIB

5 Cara Mengatasi Anak Kecanduan Merokok secara Bertahap

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB