Rumput Purun Rawa Kalimantan Naik Kelas Jadi Produk

- Jurnalis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumput Purun Rawa Kalimantan Naik Kelas Jadi Produk. (Foto: iNews.id)

Rumput Purun Rawa Kalimantan Naik Kelas Jadi Produk. (Foto: iNews.id)

BANJARMASIN, ArgumenRakyat.com — Rumput purun yang tumbuh liar di kawasan rawa dan lahan basah Kalimantan Selatan kini diolah menjadi produk fungsional bernilai ekonomi lebih tinggi, dari tas hingga perlengkapan rumah tangga.

Selama ini purun lekat dengan kehidupan masyarakat setempat sebagai bahan anyaman. Pemanfaatan barunya menjadi bagian dari upaya Gaia Weave, wirausaha sosial yang dikembangkan Alexandra Christy Untono. Purun tidak lagi dipandang sekadar material tradisional, melainkan dikembangkan menjadi tech organizer, document pouch, tas, aksesori, dan perlengkapan rumah tangga.

Purun tumbuh alami di lingkungan basah, termasuk kawasan rawa dan gambut, serta dapat dipanen dalam siklus sekitar tiga hingga enam bulan. Sifatnya yang cepat pulih menjadikannya sumber bahan baku terbarukan yang menjanjikan bagi perajin.

Dari Bahan Mentah ke Produk Bernilai

“Purun tumbuh subur di lingkungan yang basah. Dengan menciptakan nilai ekonomi dari purun, kami ingin membantu membangun insentif agar masyarakat tetap melihat nilai dari lanskap tempat purun tumbuh,” ujar Alexandra dalam keterangannya.

Baca Juga:  Kemenekraf Dorong Konten Digital Jadi Sumber Ekonomi

Kisah ini menegaskan satu hal sederhana: nilai sebuah produk sering kali lahir dari cara kita memandang bahan yang ada di sekitar. Ketika kerajinan lokal diberi sentuhan desain, cerita, dan pasar yang tepat, harga jualnya bisa berlipat sementara lingkungan tempat bahan itu tumbuh tetap terjaga.

Konten Video sebagai Kanal Penjualan UMKM

Banyak pelaku usaha kecil memiliki produk sekelas ini, tetapi belum dikenal karena tak pernah terdokumentasi. Padahal, konten video kini menjadi etalase pertama yang dilihat calon pembeli. Seorang perajin tas dari bahan alami bisa tiba-tiba dibanjiri pesanan hanya karena satu video pendek yang menampilkan proses menganyamnya secara jujur dan apa adanya.

Konten video bukan hiburan semata, melainkan aset jangka panjang. Satu video yang rapi bisa terus mendatangkan kunjungan berbulan-bulan setelah diunggah, terutama bila dirancang dengan strategi konten yang jelas. Di sinilah pentingnya digital marketing yang tidak berhenti pada unggahan, tetapi diarahkan agar produk mudah ditemukan lewat SEO dan optimasi mesin pencari. Dengan begitu, konten yang dibuat sekali dapat bekerja berkali-kali.

Baca Juga:  Dony Oskaria Tegaskan Transparansi Danantara, Tepis Kekhawatiran Birokrasi Gemuk

Membangun kehadiran digital memang butuh konsistensi. Namun, usaha yang berani tampil di ruang publik biasanya lebih cepat dipercaya dibanding yang hanya mengandalkan kabar dari mulut ke mulut. Konten yang menampilkan proses, orang di belakangnya, dan hasil nyata sering lebih meyakinkan daripada iklan yang berbunyi keras.

Untuk urusan seperti ini, Dimensia Creative dapat menjadi pendamping. Kami menangani produksi konten video, penyiaran langsung untuk kegiatan usaha, hingga penyusunan strategi digital marketing yang terukur dan mudah dievaluasi. Sapa kami di WhatsApp 0812-6349-2788 atau lihat portofolio kami di dimensiacreative.com.

Satu jalur lain yang kerap belum digarap pelaku usaha adalah podcast. Lewat obrolan panjang, pemilik usaha bisa menceritakan perjalanan bisnisnya sendiri, tokoh daerah menyampaikan gagasan untuk publik, dan seorang narasumber membangun citra diri yang menempel di ingatan pendengar. Cerita yang disampaikan langsung melalui suara kerap lebih melekat daripada selembar brosur. Bila Anda tertarik tampil sebagai narasumber atau bekerja sama sebagai sponsor, proposal kami tersedia di dimensiacreative.com/proposal.

Berita Terkait

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur
Kemenekraf Dorong Perlindungan Nilai Ekonomi Kreator
Trade Expo Indonesia ke-41 Lampaui Target Transaksi
Komdigi Kaji Aturan Label Konten Hasil AI
IHSG Berpotensi Menguat Usai Respons Kebijakan Bursa
UMKM Cari Pembeli Lewat Konten di Era Discovery Commerce
Cara UMKM Menarik Pembeli Lewat Live Streaming
Iklan Online Bisa Jadi Pintu Masuk Spyware Tanpa Diklik

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Kemenekraf Dorong Perlindungan Nilai Ekonomi Kreator

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Trade Expo Indonesia ke-41 Lampaui Target Transaksi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Komdigi Kaji Aturan Label Konten Hasil AI

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:40 WIB

IHSG Berpotensi Menguat Usai Respons Kebijakan Bursa

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB