Iklan Online Bisa Jadi Pintu Masuk Spyware Tanpa Diklik

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iklan Online Bisa Jadi Pintu Masuk Spyware Tanpa Diklik. (Foto: CNN Indonesia)

Iklan Online Bisa Jadi Pintu Masuk Spyware Tanpa Diklik. (Foto: CNN Indonesia)

Jakarta, ArgumenRakyat.com — Agensi iklan yang berbasis di Israel diduga mendistribusikan iklan berisi kode berbahaya yang memuat spyware ke perangkat pengguna tanpa perlu diklik, menurut temuan Citizen Lab.

Citizen Lab, unit investigasi digital Universitas Toronto, mengungkap bagaimana ekosistem iklan digital dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran spyware. Teknik itu mereka sebut AdFection, yakni iklan yang otomatis memicu infeksi saat ditampilkan.

“Investigasi kami menemukan bahwa penyerang yang kami sebut DARK CARTOGRAPHER menggunakan iklan Discover-Tech dan sejumlah vendor tambahan untuk mengungkap identitas pengguna secara besar-besaran setidaknya sejak tahun 2019,” tulis Citizen Lab dalam laporannya.

Baca Juga:  Geliat UMKM Digital: Transformasi Konten Visual Jadi Kunci Penjualan di Era AI

Zero-Click di Lebih dari 75 Ribu Aplikasi

Selain gambar atau video, iklan daring dapat memuat kode yang berjalan di dalam aplikasi atau peramban yang menampilkan iklan tersebut. Pelaku memanfaatkannya untuk mengeksploitasi peramban lalu menanam spyware.

Iklan dari Discover-Tech disebut memuat spyware Candiru serta telah tersebar melalui lebih dari 75 ribu aplikasi. Platform Controlium milik agensi itu memungkinkan pelaku mengidentifikasi identitas perangkat dan alamat IP korban.

Baca Juga:  Iklan ShopeeVIP+ Dikira Cuplikan Film, Ini Strateginya

Ancaman bagi Pengguna Indonesia

Spyware merupakan perangkat lunak berbahaya yang diam-diam memantau aktivitas, mencuri data pribadi, dan mengirimkannya ke pihak ketiga tanpa izin. Serangan tanpa interaksi korban ini membuat pengguna sulit menyadari perangkatnya telah terinfeksi.

Karena tidak memerlukan klik, kewaspadaan pengguna saja tidak cukup. Pencegahan menuntut pembaruan perangkat, pembatasan izin aplikasi, dan pengawasan terhadap jaringan iklan yang dipakai layanan digital sehari-hari.

Berita Terkait

Kemenekraf Dorong Perlindungan Nilai Ekonomi Kreator
Trade Expo Indonesia ke-41 Lampaui Target Transaksi
Komdigi Kaji Aturan Label Konten Hasil AI
Qualcomm Bantah Chip Snapdragon 8 Elite Gen 6 Panas
UMKM Cari Pembeli Lewat Konten di Era Discovery Commerce
Cara UMKM Menarik Pembeli Lewat Live Streaming
Virtus Soroti Tata Kelola Data di Tengah Isu Perlambatan AI
Video Commerce Jadi Peluang UMKM Jangkau Konsumen Lebih Luas

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Kemenekraf Dorong Perlindungan Nilai Ekonomi Kreator

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Trade Expo Indonesia ke-41 Lampaui Target Transaksi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Komdigi Kaji Aturan Label Konten Hasil AI

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Qualcomm Bantah Chip Snapdragon 8 Elite Gen 6 Panas

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:19 WIB

UMKM Cari Pembeli Lewat Konten di Era Discovery Commerce

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB