Jakarta, ArgumenRakyat.com — Agensi iklan yang berbasis di Israel diduga mendistribusikan iklan berisi kode berbahaya yang memuat spyware ke perangkat pengguna tanpa perlu diklik, menurut temuan Citizen Lab.
Citizen Lab, unit investigasi digital Universitas Toronto, mengungkap bagaimana ekosistem iklan digital dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran spyware. Teknik itu mereka sebut AdFection, yakni iklan yang otomatis memicu infeksi saat ditampilkan.
“Investigasi kami menemukan bahwa penyerang yang kami sebut DARK CARTOGRAPHER menggunakan iklan Discover-Tech dan sejumlah vendor tambahan untuk mengungkap identitas pengguna secara besar-besaran setidaknya sejak tahun 2019,” tulis Citizen Lab dalam laporannya.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Zero-Click di Lebih dari 75 Ribu Aplikasi
Selain gambar atau video, iklan daring dapat memuat kode yang berjalan di dalam aplikasi atau peramban yang menampilkan iklan tersebut. Pelaku memanfaatkannya untuk mengeksploitasi peramban lalu menanam spyware.
Iklan dari Discover-Tech disebut memuat spyware Candiru serta telah tersebar melalui lebih dari 75 ribu aplikasi. Platform Controlium milik agensi itu memungkinkan pelaku mengidentifikasi identitas perangkat dan alamat IP korban.
Ancaman bagi Pengguna Indonesia
Spyware merupakan perangkat lunak berbahaya yang diam-diam memantau aktivitas, mencuri data pribadi, dan mengirimkannya ke pihak ketiga tanpa izin. Serangan tanpa interaksi korban ini membuat pengguna sulit menyadari perangkatnya telah terinfeksi.
Karena tidak memerlukan klik, kewaspadaan pengguna saja tidak cukup. Pencegahan menuntut pembaruan perangkat, pembatasan izin aplikasi, dan pengawasan terhadap jaringan iklan yang dipakai layanan digital sehari-hari.









