Presiden Prabowo Resmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Beri Penghormatan bagi Pahlawan Buruh

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peresmian Museum Ibu Marsinah oleh Presiden Prabowo. Source: Youtube/Sekretariat Presiden

Peresmian Museum Ibu Marsinah oleh Presiden Prabowo. Source: Youtube/Sekretariat Presiden

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Negara memberikan penghormatan nyata kepada Marsinah melalui acara ini. Sebelumnya, negara juga telah menetapkan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional.

Kedatangan Presiden dan Prosesi Peresmian

Pertama, Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 08.58 WIB. Beliau menggunakan mobil kepresidenan Maung Garuda. Ribuan warga dan buruh memadati area sejak pagi. Mereka menyambut Presiden dengan meriah. Setelah itu, Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, langsung menyambut kedatangan Presiden.

Kemudian, Presiden Prabowo menekan tombol peresmian. Beliau juga menandatangani prasasti. Selanjutnya, Presiden membacakan pernyataan resmi. “Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, Sabtu 16 Mei 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur,” ujar Presiden.

Sebelum acara puncak, Presiden Prabowo menyempatkan diri berkeliling museum. Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menemani beliau. Mereka menyaksikan langsung jejak kehidupan Marsinah. Museum ini memajang berbagai koleksi peninggalan. Misalnya, pengunjung dapat melihat sepeda ontel milik Marsinah. Marsinah biasa menggunakan sepeda itu untuk berangkat kerja. Ia berangkat dari kos-kosan di Sidoarjo menuju pabrik. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat kliping koran. Kliping itu merekam peristiwa heroik Marsinah. Museum juga menyimpan baju terakhir yang Marsinah kenakan.

Baca Juga:  Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih Memanas Pasca-Kunker Luar Negeri, PAN dan Golkar Kompak Tegaskan Hak Prerogatif Presiden

Sambutan Presiden dan Fasilitas Museum

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyebut peresmian ini sebagai peristiwa langka. Beliau bahkan menyebutnya mungkin yang pertama di dunia. “Saya kira museum ini didirikan sebagai lambang, sebagai simbol, dan sebagai tonggak peringatan untuk memperingati keberanian seorang pejuang, seorang pejuang muda, pejuang perempuan yang berjuang untuk hak-hak kaum buruh,” tegas Prabowo.

Peresmian ini mewujudkan janji Presiden. Janji itu beliau sampaikan pada 1 Mei 2026 lalu. Saat itu Presiden memperingati Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta.

Sementara itu, Yayasan KSPSI membangun museum ini. Mereka menggalang dana dari iuran para buruh. Oleh karena itu, pembangunan tidak menggunakan APBN. Museum ini juga dikelola secara mandiri. Lokasi museum berada di Jalan Marsinah Nomor 7. Museum ini tidak jauh dari rumah asli Marsinah. Lokasinya juga dekat dengan makam sang pahlawan buruh.

Selain museum, kompleks ini juga memiliki rumah singgah. Peziarah dapat menggunakan rumah singgah secara gratis. Rumah singgah ini terletak persis di belakang museum. Dengan demikian, pengunjung dapat menginap di sana setiap hari. Rumah singgah buka mulai pukul 10.00 WIB.

Baca Juga:  Kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang Hasilkan Komitmen Investasi dan Perkuat Hubungan Strategis

Selanjutnya, sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir. Mereka mendampingi Presiden dalam peresmian ini. Misalnya, hadir Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago. Hadir pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Lalu, Menteri Luar Negeri Sugiono juga ikut hadir. Kemudian, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli turut hadir. Selain itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo hadir. Terakhir, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga hadir.

Sebagai informasi tambahan, Presiden Prabowo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah. Penganugerahan itu berlangsung pada 10 November 2025. Semasa hidupnya, Marsinah dikenal sebagai aktivis buruh yang berani. Beliau memperjuangkan hak-hak pekerja. Namun, Marsinah dilaporkan hilang pada 5 Mei 1993. Empat hari kemudian, pihak berwenang menemukan jasadnya. Penemuan itu terjadi setelah Marsinah memperjuangkan nasib buruh di Sidoarjo, Jawa Timur.

Akhirnya, masyarakat berharap museum ini menginspirasi generasi penerus bangsa. Nilai-nilai keberanian Marsinah dapat terus hidup. Nilai-nilai perjuangannya juga tetap abadi. Dengan demikian, semangat untuk menegakkan keadilan di bidang ketenagakerjaan pun dapat terus menyala.(**)

Berita Terkait

Melihat Pasamabahan di Ateh Pakuburan: Retorika Kematian dan Dialektika Maaf di Ranah Minang
Melihat Pandangan A.A Navis: Kosmologi Matrilineal Minangkabau
Melihat Transisi Pedagogi Anak Minangkabau dari Karya Jeff Hadler
Payakumbuh dan Urat Nadi Saudagar: Riwayat Rute Niaga Kuno Menembus Selat Malaka
Ketika Buya Hamka Menguliti Karya M.O. Parlindungan: Seteru Intelektual di Pusaran Distorsi Sejarah
Tan Malaka: Dialektika Geopolitik Global dan Manifesto Kemerdekaan 100% Indonesia
Hukum Revolusi: Melihat Pandangan Tan Malaka
Suluh dari Aie Tabik: Jejak Literasi dan Jangkar Adat Kamardi Rais

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:45 WIB

Melihat Pasamabahan di Ateh Pakuburan: Retorika Kematian dan Dialektika Maaf di Ranah Minang

Senin, 1 Juni 2026 - 14:55 WIB

Melihat Pandangan A.A Navis: Kosmologi Matrilineal Minangkabau

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:49 WIB

Melihat Transisi Pedagogi Anak Minangkabau dari Karya Jeff Hadler

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:12 WIB

Payakumbuh dan Urat Nadi Saudagar: Riwayat Rute Niaga Kuno Menembus Selat Malaka

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:48 WIB

Ketika Buya Hamka Menguliti Karya M.O. Parlindungan: Seteru Intelektual di Pusaran Distorsi Sejarah

Berita Terbaru