Skandal EDC Bank: KPK Evaluasi Perpanjangan Pencekalan 13 Saksi Kunci Terkait Dugaan Korupsi Miliaran Rupiah

- Jurnalis

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KPK Perpanjangan Cekal Kasus EDC

KPK Perpanjangan Cekal Kasus EDC

JAKARTA, ArgumenRakyat.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menunjukkan keseriusannya dalam mengusut tuntas dugaan korupsi pengadaan mesin Electronic Data Capture (EDC). Sebab, pada hari ini, Selasa (6/1/2026), tim penyidik dikabarkan tengah mengevaluasi perpanjangan masa pencegahan ke luar negeri terhadap 13 orang saksi penting. Oleh karena itu, langkah ini menjadi sangat krusial guna memastikan para pihak terkait tetap berada di dalam negeri selama proses penyidikan berlangsung.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus yang menyeret nama besar institusi perbankan pelat merah ini diduga telah merugikan keuangan negara dalam jumlah yang sangat fantastis.

Fokus Penyidikan: Dugaan Mark-Up Pengadaan EDC

Inti dari perkara ini adalah dugaan adanya pengaturan harga atau mark-up dalam proses pengadaan alat transaksi digital tersebut. Namun, KPK masih terus memperkuat bukti-bukti fisik dan digital guna membangun konstruksi hukum yang kuat.

  • Potensi Kerugian: Berdasarkan audit sementara, kerugian negara diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah akibat ketidaksesuaian spesifikasi dan harga.

  • Status Para Saksi: Ke-13 orang yang dicekal terdiri dari pejabat internal perbankan serta pihak swasta yang berperan sebagai vendor penyedia jasa.

  • Kooperatif: KPK mengimbau agar seluruh pihak tetap kooperatif dalam memberikan keterangan. Selain itu, lembaga antirasuah ini tidak akan segan mengambil tindakan tegas jika ditemukan upaya penghilangan barang bukti.

Baca Juga:  Bareskrim Tahan Dirut PT MMS Kasus Manipulasi Ekspor Sawit

Mekanisme Pencekalan Menurut UU KPK Terbaru

Akibatnya, publik kini menanti siapa saja yang akan ditetapkan sebagai tersangka dalam waktu dekat. Meskipun proses evaluasi pencekalan ini bersifat administratif, hal tersebut merupakan indikator kuat bahwa penyidikan sudah memasuki fase yang sangat serius. Maka dari itu, pengawasan di pintu-pintu imigrasi telah diperketat sesuai dengan permintaan resmi dari penyidik KPK. Bahkan, koordinasi lintas lembaga terus dilakukan untuk melacak aset-aset yang diduga berasal dari aliran dana haram tersebut.

Baca Juga:  KPK Panggil Bupati PALI terkait Kasus Audit BPK Muara Enim

Argumen Kita: Menanti Kejelasan Nasib Dana Nasabah

ArgumenRakyat.com memandang bahwa transparansi KPK dalam kasus ini sangat dinanti oleh masyarakat luas. Terakhir, penuntasan kasus korupsi di sektor perbankan harus dilakukan tanpa pandang bulu demi menjaga integritas sistem keuangan Indonesia di mata dunia internasional pada tahun 2026 ini.(**)

Berita Terkait

Sengketa Tanah Batu Balang, Niniak Mamak Kapeh Panji Bicara
KPK Geledah Rumah Kontraktor Adi Sumarta di Bengkulu
Longsor Tambang Ilegal Sumbawa Tewaskan 3 Penambang
Pembunuh Wanita dalam Kardus di Bandung Ditangkap
Satori Mangkir dari Panggilan KPK Kasus CSR BI-OJK
KPK Periksa Pejabat Bappenda Bogor soal Korupsi Rp17 Miliar
DPR: Penindakan Pengantin Pesanan Selamatkan Martabat Bangsa
BNN Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair di Kepri
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:54 WIB

Sengketa Tanah Batu Balang, Niniak Mamak Kapeh Panji Bicara

Senin, 14 September 2026 - 13:03 WIB

KPK Geledah Rumah Kontraktor Adi Sumarta di Bengkulu

Selasa, 8 September 2026 - 10:05 WIB

Longsor Tambang Ilegal Sumbawa Tewaskan 3 Penambang

Rabu, 2 September 2026 - 10:05 WIB

Pembunuh Wanita dalam Kardus di Bandung Ditangkap

Selasa, 1 September 2026 - 10:03 WIB

Satori Mangkir dari Panggilan KPK Kasus CSR BI-OJK

Berita Terbaru

Papan nama Vegas Club Padang yang dipasangi garis polisi usai tewasnya seorang pengunjung, Selasa (15/9/2026). (Foto: Dok. Langgam.id)

Daerah

Pengunjung Tewas di Vegas Club Padang, Pengawasan Diperketat

Selasa, 15 Sep 2026 - 14:51 WIB

Suasana tanah ulayat yang disengketakan di Nagari Batu Balang, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. (Foto: Dok. Sumbarkita)

Daerah

Sengketa Tanah Batu Balang, Niniak Mamak Kapeh Panji Bicara

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:54 WIB

200 UMKM Banjarnegara Belajar Konten Video demi Naik Kelas. (Foto: Suara.com)

Bisnis

200 UMKM Banjarnegara Belajar Konten Video demi Naik Kelas

Selasa, 15 Sep 2026 - 10:05 WIB

Stres Bisa Bikin Asam Lambung Naik, Ini Penjelasannya. (Foto: CNN Indonesia)

Kesehatan

Stres Bisa Bikin Asam Lambung Naik, Ini Penjelasannya

Selasa, 15 Sep 2026 - 10:00 WIB