Bukan Sekadar “Bayang-Bayang” Emas: Perak Kini Jadi Primadona Investasi Alternatif 2026

- Jurnalis

Senin, 29 Desember 2025 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, ArgumenRakyat.com – Di saat harga emas Antam mulai menyentuh level jenuh dan mengalami koreksi di penghujung tahun 2025, perhatian para investor kini mulai bergeser ke aset logam mulia lainnya: Perak. Sering dianggap sebagai “adik tiri” dari emas, perak kini muncul sebagai pilihan investasi alternatif yang diprediksi akan memberikan kejutan di awal tahun 2026.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data pasar menunjukkan adanya peningkatan volume perdagangan perak batangan di dalam negeri sebesar 15% dalam dua bulan terakhir. Fenomena ini menandakan bahwa masyarakat mulai mencari instrumen yang lebih terjangkau namun memiliki potensi pertumbuhan (capital gain) yang tinggi.

Mengapa Perak Semakin Dilirik?

Beberapa analis ekonomi yang dihubungi ArgumenRakyat.com memaparkan tiga alasan utama mengapa perak layak masuk dalam portofolio investasi Anda saat ini:

  1. Harga yang Lebih Terjangkau: Dengan harga perak yang berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per gram (tergantung kurs dan jenis produk), investor dengan modal terbatas dapat mengakumulasi aset dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan emas.

  2. Permintaan Industri yang Masif: Berbeda dengan emas yang mayoritas digunakan sebagai perhiasan dan cadangan bank sentral, perak adalah komponen vital dalam teknologi hijau. Permintaan perak untuk panel surya (solar panel) dan komponen kendaraan listrik (EV) diprediksi melonjak tajam pada 2026.

  3. Rasio Emas-Perak (Gold-Silver Ratio): Secara historis, jika harga emas sudah terlalu tinggi, perak cenderung menyusul dengan persentase kenaikan yang sering kali lebih besar (outperform).

Baca Juga:  Kabar Gembira Mudik 2026: Pemerintah Siapkan Diskon Tiket Pesawat dan Stimulus Fiskal untuk Genjot Ekonomi Nasional

Tantangan Investasi Perak

Meski menggiurkan, investasi perak bukan tanpa risiko. ArgumenRakyat.com mencatat bahwa likuiditas perak di Indonesia belum secepat emas. Toko emas kecil atau pegadaian di daerah tertentu mungkin belum semuanya melayani pembelian kembali (buyback) perak dengan harga kompetitif.

Selain itu, perak batangan di Indonesia masih dikenakan PPN, yang membuat selisih harga jual dan harga beli (spread) menjadi lebih lebar dibandingkan emas.

Baca Juga:  Kadin: Dunia Usaha Harus Bergerak Kejar Pertumbuhan 6 Persen

Tips Bagi Investor Pemula

Bagi Anda yang tertarik mencicipi cuan dari logam putih ini, para ahli menyarankan untuk:

  • Fokus pada Perak Murni (99.9%): Pastikan membeli perak batangan bersertifikat (seperti SRH atau Antam) untuk memudahkan proses buyback.

  • Investasi Jangka Panjang: Perak memiliki volatilitas yang lebih tinggi. Sangat disarankan untuk menyimpannya dalam jangka waktu minimal 3-5 tahun.

  • Diversifikasi: Jangan meletakkan semua dana pada perak. Gunakan perak sebagai pelengkap (sekitar 5-10%) dari total portofolio investasi Anda.

Kesimpulan

Perak bukan lagi sekadar alternatif bagi mereka yang tak mampu membeli emas. Di tengah revolusi industri hijau dunia, perak adalah aset strategis. Bagi rakyat yang ingin mengamankan nilai uangnya dari inflasi dengan modal yang lebih “merakyat”, perak adalah jawabannya.(**)

Berita Terkait

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS
Video Commerce Dinilai Jadi Peluang UMKM Perkenalkan Produk
Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029
DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027
Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos
Platform AI Bantu Pelaku Usaha Layani Pelanggan via WhatsApp
Kadin: Dunia Usaha Harus Bergerak Kejar Pertumbuhan 6 Persen
RAPBN 2027: Ekonomi Tumbuh 6 Persen, Inflasi 2,5 Persen

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 10:14 WIB

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS

Rabu, 9 September 2026 - 10:15 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Selasa, 8 September 2026 - 10:10 WIB

DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027

Senin, 7 September 2026 - 12:21 WIB

Kemensos: KPM Makin Banyak Ajukan Sanggahan Data Bansos

Jumat, 4 September 2026 - 10:26 WIB

Platform AI Bantu Pelaku Usaha Layani Pelanggan via WhatsApp

Berita Terbaru

13 Jenis Hamster yang Bisa Dipelihara Pemula. (Foto: CNN Indonesia)

Tips

13 Jenis Hamster yang Bisa Dipelihara Pemula

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:24 WIB

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:19 WIB

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS. (Foto: iNews.id)

Ekonomi

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:14 WIB

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:08 WIB