Protes Suara Tadarus oleh WNA di Gili Trawangan Jadi Perhatian Publik

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 22:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Protes Suara Tadarus oleh WNA di Gili Trawangan Jadi Perhatian Publik (foto jabar.pikiran-rakyat.com)

Protes Suara Tadarus oleh WNA di Gili Trawangan Jadi Perhatian Publik (foto jabar.pikiran-rakyat.com)

GILI TRAWANGAN, ARGUMENRAKYAT.COM – Sebuah insiden yang melibatkan keluhan wisatawan mancanegara (WNA) terhadap suara tadarus Al-Qur’an di kawasan Masjid Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi perhatian publik setelah peristiwa tersebut ramai dibicarakan di media sosial.

Informasi yang dihimpun ArgumenRakyat.com, keluhan tersebut terjadi pada malam hari di awal bulan Ramadan 1447 Hijriah. Sejumlah WNA disebut mendatangi pengurus masjid setempat dan menyampaikan keberatan terkait penggunaan pengeras suara saat kegiatan tadarus karena dianggap mengganggu waktu istirahat.

Belum Ada Tindakan Anarkis

Berdasarkan keterangan warga sekitar, peristiwa tersebut tidak disertai tindakan kekerasan maupun perusakan fasilitas umum. Dialog sempat terjadi antara pihak pengurus masjid dan wisatawan yang menyampaikan keluhan.

Baca Juga:  Tragedi di Pasaman: Nenek Saudah Jadi Korban Penganiayaan, Polisi Buru Pelaku Pemukulan

“Tidak ada keributan besar, hanya penyampaian keberatan soal volume suara. Warga mencoba menjelaskan bahwa tadarus merupakan bagian dari ibadah Ramadan,” ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, Minggu (23/2/2026).

Tradisi Ibadah dan Kawasan Wisata

Gili Trawangan dikenal sebagai destinasi wisata internasional yang setiap tahunnya dikunjungi ribuan wisatawan asing. Di sisi lain, pulau ini juga memiliki masyarakat lokal yang menjalankan aktivitas keagamaan, termasuk tadarus Al-Qur’an selama bulan Ramadan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah desa setempat maupun Dinas Pariwisata NTB terkait insiden tersebut. Aparat keamanan juga belum mengeluarkan keterangan tertulis apakah peristiwa ini memerlukan penanganan khusus.

Viral di Media Sosial

Isu ini kemudian meluas setelah sejumlah akun media sosial membagikan narasi terkait protes WNA tersebut. Namun, hingga saat ini belum ditemukan rekaman video atau dokumentasi resmi yang dapat mengonfirmasi secara detail kronologi kejadian dari kedua belah pihak.

Baca Juga:  Babak Baru Kasus 'Es Spons' Kemayoran: Permohonan Maaf Aparat dan Perjuangan Memulihkan Martabat Suderajat

Imbauan Dialog dan Saling Menghormati

Sejumlah tokoh masyarakat di Lombok Utara mengimbau agar peristiwa ini disikapi dengan kepala dingin serta mengedepankan dialog. Mereka menekankan pentingnya saling menghormati antara wisatawan dan masyarakat lokal demi menjaga kondusivitas kawasan wisata.

ArgumenRakyat.com akan terus berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait, termasuk pengurus masjid, pemerintah desa, serta otoritas pariwisata, guna memperoleh informasi yang lebih lengkap dan berimbang.


Penulis: Redaksi Argumen Rakyat
Editor: Admin AR

Berita Terkait

Produksi Konten hingga Podcast Bisnis, Dimensia Creative Payakumbuh Bantu UMKM Go Digital
Marapi Erupsi Dini Hari, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi – Radius Aman Tetap 3 Km dari Kawah Verbeek
Ketua IBRATAMA: Pejabat Sumbar ‘Alergi’ Tan Malaka Karena Buta Sejarah, Warisi Sentimen Kolonial
Gempa Magnitudo 7,2 Guncang Sabah Malaysia, Getaran Terasa hingga Kalimantan Utara
Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf. Ucok Namara: Pengabdian untuk Generasi Muda dan Ketahanan Wilayah
Haul ke-77 Tan Malaka, Momentum Menghidupkan Kembali Tradisi Berpikir Kritis
Tragedi Berdarah di Kota Tual: Siswa MTs Tewas Dianiaya Oknum Brimob, DPR RI Selly Gantina: Ini Keji dan Biadab!
Pemerintah Tambah TKD Rp10,65 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumatra 2026, Rp4,2 Triliun Cair Februari

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:06 WIB

Produksi Konten hingga Podcast Bisnis, Dimensia Creative Payakumbuh Bantu UMKM Go Digital

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:07 WIB

Marapi Erupsi Dini Hari, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi – Radius Aman Tetap 3 Km dari Kawah Verbeek

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:34 WIB

Ketua IBRATAMA: Pejabat Sumbar ‘Alergi’ Tan Malaka Karena Buta Sejarah, Warisi Sentimen Kolonial

Senin, 23 Februari 2026 - 23:06 WIB

Gempa Magnitudo 7,2 Guncang Sabah Malaysia, Getaran Terasa hingga Kalimantan Utara

Senin, 23 Februari 2026 - 22:54 WIB

Protes Suara Tadarus oleh WNA di Gili Trawangan Jadi Perhatian Publik

Berita Terbaru