Jakarta, ArgumenRakyat.com — Sebaran asap kebakaran hutan dan lahan dari Kalimantan telah memasuki atmosfer wilayah Jakarta, sementara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan langkah mitigasi berupa pembelajaran jarak jauh dan bekerja dari rumah bila kualitas udara memburuk.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi asap karhutla mencapai atmosfer Jakarta pada Jumat (16/10) pagi. Berdasarkan data IQAir pada Sabtu (17/10) pukul 01.00 WIB, kualitas udara Jakarta berada pada kategori tidak sehat dengan indeks AQI US 162 dan konsentrasi PM2.5 mencapai 71 mikrogram per meter kubik.
Pemantauan BMKG di stasiun Kemayoran yang diperbarui pukul 02.00 WIB mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 51,1 mikrogram per meter kubik dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 99 atau kategori sedang.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Tiga Langkah Mitigasi Jika Udara Memburuk
Pengamat tata kota sekaligus staf khusus Gubernur DKI Jakarta, Nirwono Joga, menyampaikan ada tiga langkah yang bisa dilakukan dalam waktu dekat. “Kalau sampai terus memburuk maka perkiraan Minggu malam, tentu akan direkomendasikan pembelajaran jarak jauh, work from home, itu hal yang paling bisa cepat dilakukan dulu,” ucapnya dalam sebuah program televisi, Sabtu (17/10).
Watermist hingga Modifikasi Cuaca
Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI mempertimbangkan penggunaan teknologi watermist di gedung-gedung sebagai langkah preventif mengendalikan debu atau partikulat di udara. Opsi operasi modifikasi cuaca juga disiapkan bila kondisi memungkinkan, mengikuti data terbaru BMKG maupun BNPB.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui kualitas udara Ibu Kota memburuk dalam dua hingga tiga hari terakhir. “Saya sudah memerintahkan 31 rumah sakit, 44 puskesmas, 292 pembantu puskesmas sekarang ini sudah disiagakan untuk menangani hal yang berkaitan dengan efek dari kondisi cuaca ini,” kata Pramono.









