Jakarta, ArgumenRakyat.com — Indonesia memiliki beragam tanaman obat yang mudah dibudidayakan berkat iklim tropis, dengan jahe menjadi komoditas paling banyak diproduksi pada 2025.
Jahe hingga Kunyit
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jahe merupakan tanaman obat terbanyak di Indonesia pada 2025 dengan produksi mencapai 168,97 juta kilogram. Jahe dikenal berkhasiat meredakan peradangan karena kandungan gingerol yang bersifat anti-inflamasi.
Posisi berikutnya ditempati kapulaga dengan produksi 153,8 juta kilogram. Rempah ini kaya antioksidan serta mineral seperti magnesium dan kalium dan dipercaya membantu mengontrol tekanan darah. Adapun kunyit berada di urutan ketiga dengan produksi 147,5 juta kilogram.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Daftar Lengkap Produksi 2025
Sejumlah komoditas lain menyusul, antara lain lengkuas 70,9 juta kilogram, jeruk nipis 58,21 juta kilogram, kencur 50,5 juta kilogram, serai 49,2 juta kilogram, dan temulawak 32,66 juta kilogram.
Produksi yang lebih kecil dicatat pada lidah buaya 3,6 juta kilogram, mahkota dewa 3,5 juta kilogram, temuireng 3,37 juta kilogram, mengkudu 2,1 juta kilogram, lempuyang 2,1 juta kilogram, temukunci 2,06 juta kilogram, serta sambiloto 317 ribu kilogram.
Meski bermanfaat, tanaman obat hanya berperan sebagai pengobatan pendukung dan tidak bisa dijadikan pengobatan mandiri. Sejumlah tanaman obat dapat berinteraksi dengan obat resep, sehingga konsultasi dengan dokter tetap diperlukan, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, anak, dan penderita masalah ginjal.









