Pentingnya Sarapan Pagi untuk Konsentrasi Kerja

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pentingnya Sarapan Pagi untuk Konsentrasi Kerja (Foto AI)

Ilustrasi Pentingnya Sarapan Pagi untuk Konsentrasi Kerja (Foto AI)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Para ahli gizi mengingatkan pentingnya sarapan pagi bagi produktivitas kerja. Banyak pekerja muda sering melewatkan sarapan karena terburu-buru. Padahal, kebiasaan ini berdampak serius pada konsentrasi dan kinerja otak. Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Prof. Dr. Hardinsyah, MS., menyampaikan keterangan dalam acara seminar kesehatan di Jakarta, Senin (4/5/2026). Menurutnya, otak membutuhkan glukosa sebagai sumber energi utama. Tubuh memperoleh glukosa dari makanan yang kita konsumsi. Setelah tidur selama 7-8 jam, cadangan glukosa dalam tubuh habis. Oleh karena itu, sarapan mengisi kembali cadangan energi tersebut. Tanpa sarapan, otak kekurangan bahan bakar.

Dampak Melewatkan Sarapan bagi Konsentrasi

Penelitian dari Universitas Harvard tahun 2025 menunjukkan hasil yang mengejutkan. Pekerja yang melewatkan sarapan mengalami penurunan konsentrasi hingga 25%. Selain itu, waktu reaksi mereka menjadi lebih lambat. Kemampuan memecahkan masalah juga menurun drastis. Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes., ahli gizi klinis, menjelaskan hal ini. Kondisi tersebut terjadi karena kadar gula darah rendah. Akibatnya, otak kesulitan memproduksi neurotransmitter. Neurotransmitter berperan penting dalam mengirim sinyal antar sel saraf.

Baca Juga:  Bahaya Senyap 'Whip Pink': BNN Ingatkan Risiko Kerusakan Saraf Permanen hingga Kematian Mendadak

Manfaat dan Tips Sarapan Sehat

Sarapan memberikan banyak manfaat bagi kinerja kerja. Pertama, sarapan meningkatkan daya ingat jangka pendek. Kedua, sarapan memperbaiki suasana hati. Ketiga, sarapan mengurangi rasa lelah dan mengantuk. Keempat, sarapan membantu mengendalikan berat badan. Terakhir, sarapan menurunkan risiko penyakit metabolik. Sebuah studi di jurnal Nutrients (2024) memperkuat temuan ini. Karyawan yang rutin sarapan memiliki produktivitas 30% lebih tinggi. Mereka juga lebih jarang absen karena sakit.

Prof. Hardinsyah merekomendasikan komposisi sarapan seimbang. Sarapan ideal harus mengandung karbohidrat kompleks. Contohnya nasi merah, roti gandum, atau ubi. Selain itu, sarapan perlu mengandung protein. Protein bisa berasal dari telur, tempe, tahu, atau susu. Jangan lupakan serat dari sayur dan buah. Serat membantu pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Hindari sarapan dengan gula berlebih. Gula hanya memberikan energi cepat yang kemudian turun drastis.

Sarapan sebaiknya dilakukan dalam waktu 2 jam setelah bangun tidur. Porsi sarapan idealnya memenuhi 20-25% dari kebutuhan kalori harian. Untuk pekerja dewasa, sekitar 400-500 kalori. Contoh menu: sepiring nasi merah, telur dadar, sayur bayam, dan satu potong pepaya. Alternatif lain: semangkuk oatmeal dengan potongan pisang dan segelas susu. Atau dua lembar roti gandum isi telur dan selada.

Baca Juga:  Butuh Ketenangan? Ini Destinasi Wisata Alam Hidden Gem yang Wajib Dikunjungi

Survei Kementerian Kesehatan tahun 2025 mengungkap fakta memprihatinkan. Hanya 34% pekerja di Indonesia yang rutin sarapan setiap hari. Penyebab utamanya adalah keterbatasan waktu (62%) dan keinginan menurunkan berat badan (28%). Padahal, melewatkan sarapan justru memicu makan berlebihan di siang hari. Kondisi ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Kementerian Ketenagakerjaan mendorong perusahaan menyediakan fasilitas sarapan sehat. Beberapa perusahaan startup di Jakarta telah menerapkan program ini. Hasilnya, produktivitas karyawan meningkat 20% dalam tiga bulan. Untuk itu, kami mengimbau para pekerja menyisihkan 15-20 menit untuk sarapan. Siapkan sarapan sederhana dari malam hari. Misalnya, rebus telur atau siapkan oatmeal dalam toples. Yang terpenting, jadikan sarapan sebagai rutinitas yang tidak bisa ditawar. (**)

Berita Terkait

Jebakan ‘Lifestyle Creep’: Alasan Mengapa Gaji Naik Tapi Tabungan Tetap Segini-Sini Saja
Tren ‘Co-Working Space’ Alternatif:Kedai Kopi Lokal Bertransformasi Jadi Kantor Kedua Anak Muda
Coba ‘Digital Detox’ Malam Ini: Manfaat Mematikan Layar HP Sejenak demi Kesehatan Mental
Butuh Ketenangan? Ini Destinasi Wisata Alam Hidden Gem yang Wajib Dikunjungi
Bukan Masalah Waktu, Ini Cara Ilmiah Mengatasi Prokrastinasi Menurut Psikolog
Mengenal Ragam Kuliner Nusantara yang Mendunia: Dari Rendang Hingga Tempe
Etika Berkomentar di Medsos yang Sering Terlupakan: Jempolmu Harimaumu
Tak Perlu Pusing Lagi! Ini Cara Mudah Manfaatkan AI untuk Urusan Rumah Tangga di Hari Minggu

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:00 WIB

Jebakan ‘Lifestyle Creep’: Alasan Mengapa Gaji Naik Tapi Tabungan Tetap Segini-Sini Saja

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:00 WIB

Tren ‘Co-Working Space’ Alternatif:Kedai Kopi Lokal Bertransformasi Jadi Kantor Kedua Anak Muda

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:00 WIB

Coba ‘Digital Detox’ Malam Ini: Manfaat Mematikan Layar HP Sejenak demi Kesehatan Mental

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:00 WIB

Butuh Ketenangan? Ini Destinasi Wisata Alam Hidden Gem yang Wajib Dikunjungi

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:30 WIB

Bukan Masalah Waktu, Ini Cara Ilmiah Mengatasi Prokrastinasi Menurut Psikolog

Berita Terbaru