Jelang Tahun Baru 2026: Harga Pangan Melonjak, Rupiah Berjuang di Level Rp16.700

- Jurnalis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sumber foto : jpnn.com

sumber foto : jpnn.com

JAKARTA, ArgumenRakyat.com – Memasuki penghujung tahun 2025, masyarakat Indonesia kembali dihadapkan pada tantangan ekonomi klasik: lonjakan harga kebutuhan pokok. Berdasarkan pantauan pasar terbaru per 27 Desember 2025, sejumlah komoditas strategis mulai dari beras hingga cabai terus merangkak naik, sementara nilai tukar Rupiah masih tertahan di zona merah.

Pangan Kian Mahal, Dapur Warga Terhimpit

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) menunjukkan tren kenaikan harga yang cukup signifikan pasca-libur Natal. Beras kualitas medium kini rata-rata dibanderol Rp17.000 per kilogram, sementara beras premium menembus angka Rp17.950 per kilogram.

Tak hanya beras, komoditas “pedas” seperti cabai rawit merah juga mengalami fluktuasi tajam, menyentuh angka Rp77.100 per kilogram di beberapa wilayah. Di Kalimantan Barat, harga bawang putih bahkan tercatat sebagai yang termahal se-Indonesia, mencapai hampir Rp80.000 per kilogram.

Baca Juga:  Perjanjian Dagang Indonesia–Amerika Serikat Ditandatangani, Kabar Baik bagi 4 Juta Buruh Tekstil

Kenaikan ini diduga dipicu oleh dua faktor utama:

  1. Lonjakan Permintaan: Konsumsi rumah tangga yang meningkat drastis selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

  2. Kendala Logistik: Melambatnya distribusi barang akibat cuaca ekstrem dan pembatasan operasional angkutan barang di beberapa jalur mudik.

Rupiah dan Stabilitas Makro

Di sisi moneter, Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa nilai tukar Rupiah berada di level Rp16.750 per dolar AS pada penutupan pekan ini. Meski mengalami sedikit penguatan tipis dibandingkan hari sebelumnya, tekanan global akibat ketidakpastian kebijakan suku bunga di Amerika Serikat masih membayangi mata uang Garuda.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kinerja APBN 2025 tetap on-track. Pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi akan tetap terjaga di atas 5% hingga tutup tahun, meskipun tantangan daya beli masyarakat kelas menengah bawah menjadi catatan penting bagi kebijakan di tahun 2026 mendatang.

Baca Juga:  Pemerintah Tambah TKD Rp10,65 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumatra 2026, Rp4,2 Triliun Cair Februari

Strategi Pemerintah: Paket Ekonomi dan WFA

Menanggapi situasi ini, Pemerintah telah menggulirkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi sebagian sektor untuk menjaga produktivitas sekaligus menekan kepadatan lalu lintas di akhir tahun. Selain itu, Paket Ekonomi 2025 terus diakselerasi, termasuk perpanjangan insentif PPh Final UMKM 0,5% yang dipastikan berlanjut hingga 2029 untuk menopang sektor akar rumput.

Argumen Rakyat: Kondisi ini menuntut pemerintah tidak hanya fokus pada angka makro, tetapi juga memastikan intervensi pasar berjalan efektif agar harga pangan kembali stabil di awal Januari nanti. Jangan sampai perayaan tahun baru meninggalkan “luka” di kantong rakyat kecil.(**)

Berita Terkait

BBM Non-Subsidi Resmi Naik per 1 Maret 2026, Beban Baru Awal Bulan? Cek Daftar Harga Terbarunya!
Negara Ambil Alih! 28 Perusahaan Swasta Dicabut Izinnya, Aset Strategis Sumatra Kini Dikuasai Danantara
Perjanjian Dagang Indonesia–Amerika Serikat Ditandatangani, Kabar Baik bagi 4 Juta Buruh Tekstil
Pemerintah Tambah TKD Rp10,65 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumatra 2026, Rp4,2 Triliun Cair Februari
Fenomena ‘Gamis Bini Orang’ Guncang Tren Lebaran 2026: Dari Viral TikTok Hingga Tembus Pasar Afrika
Polri Miliki 1.179 SPPG, Program MBG Serap Sekitar 58 Ribu Tenaga Kerja
Subsidi Energi Diperketat, Beban Rumah Tangga Kian Terimpit
Pecah Rekor Terpanas 2026! Harga Emas Antam Tembus Rp2,91 Juta, Dipicu Harga Emas Dunia USD 5.000

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 14:03 WIB

BBM Non-Subsidi Resmi Naik per 1 Maret 2026, Beban Baru Awal Bulan? Cek Daftar Harga Terbarunya!

Selasa, 24 Februari 2026 - 14:42 WIB

Negara Ambil Alih! 28 Perusahaan Swasta Dicabut Izinnya, Aset Strategis Sumatra Kini Dikuasai Danantara

Senin, 23 Februari 2026 - 23:32 WIB

Perjanjian Dagang Indonesia–Amerika Serikat Ditandatangani, Kabar Baik bagi 4 Juta Buruh Tekstil

Jumat, 20 Februari 2026 - 04:51 WIB

Pemerintah Tambah TKD Rp10,65 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumatra 2026, Rp4,2 Triliun Cair Februari

Kamis, 19 Februari 2026 - 17:34 WIB

Fenomena ‘Gamis Bini Orang’ Guncang Tren Lebaran 2026: Dari Viral TikTok Hingga Tembus Pasar Afrika

Berita Terbaru