Jakarta, ArgumenRakyat.com — Air mineral dan air demineral sama-sama tampak bening, namun kandungan mineral yang tersisa setelah proses pengolahan membuat keduanya berbeda bagi kesehatan tubuh.
Perbedaan paling sederhana terletak pada kandungan mineral terlarutnya. Air mineral mengandung sejumlah mineral seperti kalsium, magnesium, natrium, dan kalium dengan jumlah serta komposisi yang berbeda antarproduk, tergantung sumber air dan proses pengolahannya.
Sementara itu, air demineral adalah air yang sebagian besar mineral terlarutnya telah dihilangkan melalui proses tertentu seperti reverse osmosis (RO), deionisasi, atau metode demineralisasi lain. Jadi, demineral bukan berarti air tersebut kotor atau tidak aman.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Mineral dalam Air Tetap Dibutuhkan Tubuh
Mineral yang terdapat dalam air bukan sekadar angka pada label. Kalsium berperan menjaga tulang dan gigi, fungsi otot, transmisi saraf, hingga pembekuan darah. Adapun magnesium dibutuhkan untuk fungsi otot dan saraf, metabolisme energi, serta fungsi normal jantung.
Air minum dapat menjadi salah satu sumber kedua mineral tersebut, meski kebutuhan utama tubuh tetap berasal dari makanan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara khusus membahas kontribusi kalsium dan magnesium dari air minum terhadap asupan harian.
Kontribusi Mineral dari Air Minum
Mengutip Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, air mineral kaya kalsium dapat menyumbang hingga sekitar seperempat asupan kalsium harian, tergantung kandungan kalsium dalam air dan pola konsumsi seseorang. Untuk magnesium, air mineral dengan kandungan tinggi dapat menyumbang sekitar 6 hingga 17 persen asupan harian.
Perbandingan ini menjadi lebih penting bagi orang dengan penyakit ginjal. Mengutip National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), pasien penyakit ginjal kronis mungkin perlu memperhatikan asupan mineral tertentu, termasuk natrium, kalium, dan fosfor, sehingga tidak semua air mineral otomatis cocok dikonsumsi.
Pada kondisi tertentu, air dengan kandungan mineral lebih rendah dapat menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan sesuai anjuran dokter atau ahli gizi. Bagi orang sehat, pola makan seimbang tetap menjadi sumber utama mineral, sehingga pilihan air sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing.









