JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Pengamat ekonomi menilai pemerintah perlu memperkuat pemetaan ekspor jasa kreatif agar ekonomi kreatif Indonesia mampu menembus pasar global, Selasa (6/10/2026).
Pengamat ekonomi Ronny P. Sasmita menilai potensi ekspor jasa kreatif digital belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, pelaku kreatif tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan menghasilkan karya, tetapi juga perlu memiliki kemampuan bisnis dan memahami karakter pasar internasional. “Banyak talenta kreatif yang bagus, tetapi belum seluruhnya memiliki kemampuan bisnis, bahasa, marketing global, manajemen proyek dan pemahaman mengenai pasar internasional,” ujar Ronny di Jakarta.
Analis Senior di Indonesia Strategic and Economics Action Institution (ISEAI) itu menyoroti persoalan pembiayaan dan monetisasi kekayaan intelektual (IP). Ia menilai lembaga perbankan masih relatif sulit menilai aset berbasis ide karena berbeda dengan aset fisik seperti tanah atau mesin yang lebih mudah dijadikan agunan.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Akses Pasar Global Perlu Sistematis
Ronny menuturkan akses ke pasar global perlu dibangun lewat distributor, agen, platform, business matching, hingga jejaring internasional. “Kreator sering mampu menghasilkan karya, tetapi tidak memiliki distributor, agen, platform, business matching atau jaringan global yang membawa karya tersebut ke pasar luar negeri,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya ketersediaan data ekspor jasa yang lebih rinci. Data tersebut dinilai krusial agar pemerintah dapat mengetahui subsektor jasa kreatif mana yang paling besar menghasilkan devisa, sekaligus menentukan kebijakan pengembangan yang lebih tepat.
Potensi Devisa Ekonomi Kreatif
Pada 2025, ekspor ekonomi kreatif Indonesia tercatat sekitar 31,94 miliar dolar AS, dengan investasi mencapai Rp183 triliun dan menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja. Namun, angka itu dinilai belum sepenuhnya menggambarkan nilai ekspor jasa kreatif digital karena statistik ekonomi kreatif juga mencakup ekspor barang.
Seorang perajin kecil di daerah mulanya hanya mengandalkan mulut ke mulut. Setelah rutin menampilkan proses produksinya lewat video pendek, pesanannya mulai berdatangan dari luar kota. Cerita seperti ini makin sering terdengar dari pelaku usaha yang mau tampil di kanal digital.
Konten video kini bukan sekadar pelengkap, melainkan aset jangka panjang. Video yang rapi, dengan judul dan keterangan yang memuat kata kunci, lebih mudah ditemukan di mesin pencari maupun media sosial. Perpaduan digital marketing, strategi konten, dan optimasi mesin pencari (SEO) membuat karya usaha bekerja tanpa henti, bahkan saat pemiliknya tengah beristirahat.
Dimensia Creative mendampingi pelaku usaha dari hulu ke hilir, mulai dari produksi konten video, siaran langsung, sampai strategi digital marketing yang terukur. Sapa kami di WhatsApp 0812-6349-2788 atau kunjungi dimensiacreative.com.
Selain visual, personal branding lewat suara punya daya lekat tersendiri. Melalui podcast, pengusaha dapat berbagi perjalanan bisnis, tokoh daerah menyampaikan gagasan, dan narasumber memperkuat branding yang diingat publik. Keterangan lengkapnya ada di dimensiacreative.com/proposal.









