JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Makan sayur dan buah kerap dianggap cara ampuh melancarkan buang air besar (BAB), namun sebagian orang tetap mengalami konstipasi karena asupan serat bukan satu-satunya penentu.
Dokter sekaligus pegiat kesehatan dr Tirta Mandira Hudhi mengungkapkan bahwa kebiasaan sehari-hari, terutama kurang bergerak dan jarang berolahraga, ikut memengaruhi kerja sistem pencernaan. Menurut dia, aktivitas fisik berkaitan dengan gerakan peristaltik usus yang mendorong sisa makanan melalui saluran pencernaan.
“Semakin rutin seseorang bergerak, itu akan membuat usus kita itu menjadi peristaltiknya juga mendekati maksimal alias normal. Sehingga usus kita juga sehat ngikutin pemiliknya,” ujar dr Tirta dalam unggahan di akun Instagram miliknya.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Kurang Gerak Bikin Usus Melambat
Sebaliknya, kebiasaan terlalu banyak diam atau malas bergerak dapat membuat gerakan peristaltik usus cenderung melambat. Pada sebagian orang, kondisi tersebut meningkatkan risiko konstipasi meskipun menu harian sudah kaya serat.
Artinya, serat tetap penting, tetapi tidak cukup berdiri sendiri. Pola makan seimbang perlu dibarengi aktivitas fisik rutin, kecukupan air, dan kebiasaan BAB yang teratur agar pencernaan bekerja optimal.
Langkah Sederhana yang Bisa Dicoba
Mulai dari berjalan kaki singkat setiap hari, menyisipkan peregangan saat bekerja, hingga tidak menahan keinginan BAB. Perubahan kecil yang konsisten membantu usus menjaga ritmenya sekaligus menurunkan keluhan sembelit yang berulang.









