Sianida 4,1 Ton Asal Filipina Digagalkan di Gorontalo Utara

- Jurnalis

Rabu, 30 September 2026 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

<p>Sianida 4,1 Ton Asal Filipina Digagalkan di Gorontalo Utara. (Foto: Dok. ANTARA)</p>

Sianida 4,1 Ton Asal Filipina Digagalkan di Gorontalo Utara. (Foto: Dok. ANTARA)

Gorontalo, ArgumenRakyat.com — Tim gabungan TNI AL, Polri, Bea Cukai, dan Satgas Tombak Pusintelal menggagalkan penyelundupan 4,1 ton sianida asal Filipina di Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Jumat (25/9/2026).

Operasi bermula dari informasi intelijen soal rencana penyelundupan bahan kimia berbahaya melalui perairan Gorontalo. Tim gabungan membagi kekuatan menjadi lima tim untuk melakukan penyekatan ketat di jalur darat maupun laut sejak Jumat (25/9) sekitar pukul 01.00 WITA.

Saat itu tim laut yang menggunakan perahu karet Posal Kwandang mendeteksi sebuah pampboat asal Filipina yang diduga membongkar muatan ilegal di muara Pulau Lango, Kecamatan Tolinggula. Muatan kemudian dipindahkan ke sebuah truk yang langsung meninggalkan lokasi.

Pengejaran berlanjut hingga truk tersebut disergap sekitar pukul 03.55 WITA di dekat gudang padi di wilayah Tolinggula. Petugas mengamankan truk beserta muatannya yang diduga sianida berikut dua warga negara Indonesia, yaitu sopir berinisial AKL (22) dan kernet berinisial AA (30).

Baca Juga:  DPR Setujui Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027

Empat WN Filipina Diamankan

Pada waktu bersamaan, pengejaran terhadap pampboat dilakukan menggunakan Kapal Patroli Bea Cukai 30006. Sekitar pukul 04.30 WITA, tim gabungan mencegat kapal itu di perairan Umu Paleleh-Molangato yang berada di wilayah perbatasan Sulawesi Tengah dan Gorontalo.

Dari enam anak buah kapal, petugas mengamankan empat warga negara Filipina berinisial M (47), DY (43), A (27), dan VN (19). Dua ABK lain, SS (45) dan GS (19), menceburkan diri ke laut dan masih dalam pencarian. “Tim laut dengan menggunakan kapal patroli bea cukai 30006 kembali berhasil mengamankan pampboat dan pelaku,” kata Komandan Lanal Gorontalo Letkol Marinir Andi Arif Mangkubumi kepada wartawan di Gorontalo, Selasa (29/9).

Baca Juga:  Prabowo Sebut Kinerja Polri Berhasil Pertahankan Nol Insiden Terorisme

Andi menuturkan empat ABK warga negara asing asal Filipina berhasil diamankan, sementara dua orang lainnya masih diburu. Keempat pelaku kini ditahan di Lanal Gorontalo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Barang Bukti Bernilai Rp3 Miliar

Dari kapal diamankan 80 karung berisi sianida dengan berat sekitar 4.185,35 kilogram atau setara 4,1 ton, masing-masing karung sekitar 50 kilogram. Petugas juga menyita satu unit truk Hino warna merah bernomor polisi DM 8023 FA, sebelas jeriken kosong, dan satu pampboat berbendera Filipina.

Andi mengungkapkan estimasi nilai ekonomis sianida yang diamankan mencapai kurang lebih Rp3.097.159.000. “Estimasi nilai ekonomis dari barang bukti sianida yang diamankan total keseluruhan 4.185,35 kg kurang lebih Rp3.097.159.000,” ujarnya. Kelima unsurnya, mulai dari intelijen, patroli laut, penindakan darat, hingga penyidik, disebut bergerak serentak untuk menutup seluruh jalur penyelundupan.

Berita Terkait

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta
Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot
Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan
Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Palembang
IHSG Berpotensi Menguat Usai Respons Kebijakan Bursa
Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami
LKPJ dan LPP: Pengawasan DPRD 50 Kota Disorot
Operasi SAR KM Feronia, 5 Perairan TN Komodo Ditutup

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:40 WIB

IHSG Berpotensi Menguat Usai Respons Kebijakan Bursa

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:35 WIB

Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB