AI Hapus Jurusan Kuliah di Kampus China

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AI Hapus Jurusan Kuliah di Kampus China. (Foto: iStockphoto)

AI Hapus Jurusan Kuliah di Kampus China. (Foto: iStockphoto)

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Sejumlah universitas di China menghapus jurusan kuliah seperti ilustrasi, fotografi, hingga penerjemahan karena dinilai tergerus kecerdasan buatan (AI), sejalan dengan kebijakan pemerintah mengarahkan mahasiswa ke bidang chip, robotika, dan AI.

Perombakan kurikulum itu menyentuh sekitar 30 persen total program studi di China. Bidang yang paling banyak dipangkas meliputi seni, humaniora, manajemen, dan bahasa, sektor yang tingkat penganggurannya dilaporkan melebihi 16 persen karena pasar kerja berubah cepat imbas kemunculan AI. Central Academy of Fine Arts termasuk kampus yang menghapus beberapa program studi seperti ilustrasi, fotografi, penerjemahan, dan tata busana.

12.200 Program Studi Ditutup atau Ditunda

Data periode 2021 hingga 2025 menunjukkan perguruan tinggi di China menutup atau menunda 12.200 program studi dan meluncurkan sekitar 10.200 program baru. Survei terhadap 70 kampus menemukan pengurangan lima jurusan penerjemahan, delapan jurusan bahasa Jepang, dan lima jurusan bahasa Jerman. University of Shanghai for Science and Technology menyetop penerimaan mahasiswa baru untuk jurusan Desain Produk.

Baca Juga:  Bukan Cuma Iseng, Ini 3 Profesi Digital Baru yang Paling Diburu Industri Kreatif Tahun Ini

“Pesatnya perkembangan AI memukul telak bidang desain produk. Banyak pekerjaan inti, seperti modelling dan rendering, sekarang sudah bisa dikerjakan oleh AI,” kata seorang alumni jurusan tersebut yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Peluang Baru di Tengah Pemangkasan

Communication University of China dilaporkan menutup lima program studi, termasuk sinematografi, desain komunikasi visual, komik, dan fotografi. Pejabat tinggi universitas itu, Liao Xiangzhong, menyebut jurusan fotografi tradisional tidak lagi dapat berdiri sebagai disiplin independen karena setiap orang kini bisa menjadi pencipta dan perekam media mandiri. Ia menambahkan jurusan tersebut tidak dihapus permanen, melainkan dilebur ke disiplin lain, misalnya fotografi yang digabungkan ke jurusan film dan televisi.

Baca Juga:  Sony Rilis Walkman Emas Terbaru, Tepis Rumor Disuntik Mati

“Ada gaya karakteristik personal yang selalu penting dalam penerjemahan,” kata lulusan penerjemahan bahasa Inggris, Alex Shi, yang menilai pemotongan jurusan mengabaikan keterampilan khas manusia seperti komunikasi dan pemikiran kritis. Di sisi lain, muncul peran baru di bidang kreatif seperti prompt engineer dan animator AI, serta jurusan baru bidang seni pencitraan cerdas, teknik audiovisual cerdas, dan kecerdasan berwujud atau embodied intelligence.

Peneliti senior National Institute of Education Sciences, Chu Zhahoui, menilai bongkar pasang jurusan hanya solusi jangka pendek. Menurut dia, universitas perlu menerapkan sistem yang lebih fleksibel agar mahasiswa dapat memilih mata kuliah sesuai minat, kelebihan unik, dan tuntutan jalur kariernya, sehingga terbentuk profil keahlian yang khas.

Berita Terkait

Komdigi Kaji Aturan Label Konten Hasil AI
Qualcomm Bantah Chip Snapdragon 8 Elite Gen 6 Panas
7 Cara Mengatasi Anak Susah Belajar Membaca Tanpa Memaksa
Iklan Online Bisa Jadi Pintu Masuk Spyware Tanpa Diklik
Virtus Soroti Tata Kelola Data di Tengah Isu Perlambatan AI
Sony Rilis Walkman Emas Terbaru, Tepis Rumor Disuntik Mati
Layanan AI DeepSeek Tumbang Lima Jam, Model V4-Pro Terganggu
Asus ROG Xbox Ally X20 Rilis di RI, Harga Rp46,9 Juta

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Komdigi Kaji Aturan Label Konten Hasil AI

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Qualcomm Bantah Chip Snapdragon 8 Elite Gen 6 Panas

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:08 WIB

7 Cara Mengatasi Anak Susah Belajar Membaca Tanpa Memaksa

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Iklan Online Bisa Jadi Pintu Masuk Spyware Tanpa Diklik

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Virtus Soroti Tata Kelola Data di Tengah Isu Perlambatan AI

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB