Suntik Rabies Usai Digigit Anjing Sebaiknya Jangan Ditunda

- Jurnalis

Minggu, 27 September 2026 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suntik Rabies Usai Digigit Anjing Sebaiknya Jangan Ditunda. (Foto: CNN Indonesia)

Suntik Rabies Usai Digigit Anjing Sebaiknya Jangan Ditunda. (Foto: CNN Indonesia)

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Gigitan hewan yang berisiko menularkan rabies bukan alasan untuk menunda pertolongan, sebab penanganan paling efektif dilakukan segera setelah paparan dan bukan menunggu hingga mendekati 24 jam.

Rabies disebabkan oleh virus dan masih menjadi masalah kesehatan di sejumlah wilayah Asia dan Afrika. Virus ini umumnya menular kepada manusia melalui gigitan atau cakaran hewan terinfeksi, dengan anjing sebagai salah satu sumber penularan utama, meski kelelawar dan hewan liar lain juga berpotensi menularkannya. Rabies yang sudah menimbulkan gejala dan menyerang sistem saraf hampir selalu berakibat fatal, namun penyakit ini dapat dicegah dengan penanganan yang cepat dan tepat.

Cuci Luka dengan Sabun dan Air Mengalir

Langkah pertama adalah mencuci luka bekas gigitan atau cakaran menggunakan sabun dan air mengalir. Luka dapat dibiarkan mengeluarkan darah sebentar sebelum dicuci, lalu dibersihkan dengan antiseptik. Hindari menggosok atau menyikat luka karena dapat memperparah kerusakan jaringan, dan biarkan tenaga medis melakukan pembersihan lanjutan bila diperlukan.

Baca Juga:  7 dari 10 Gen Z Indonesia Makin Aktif Jalani Hidup Sehat

Menurut penjelasan Cleveland Clinic, “penanganan segera setelah paparan sangat efektif untuk mencegah rabies sebelum virus mencapai otak.” Vaksin rabies bekerja dengan melatih sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan virus tersebut. Pada orang yang belum pernah menerima vaksin rabies, vaksin pascapaparan umumnya diberikan dalam beberapa dosis sesuai jadwal yang ditentukan tenaga kesehatan, sementara mereka yang sebelumnya sudah divaksin dapat memiliki jadwal berbeda.

Dalam kondisi tertentu, tenaga medis dapat memberikan human rabies immune globulin (HRIG). Obat ini memberi perlindungan sementara terhadap virus di sekitar luka hingga tubuh membentuk antibodi melalui vaksin, dan biasanya disuntikkan di area luka. HRIG tidak diperlukan bagi orang yang sebelumnya telah mendapat vaksin rabies, karena kebutuhan dan pemberiannya ditentukan berdasarkan kondisi paparan.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala rabies tidak selalu muncul langsung setelah gigitan karena masa inkubasinya berbeda-beda. Pada tahap awal, keluhan dapat menyerupai penyakit umum seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan. Seseorang juga bisa merasakan kesemutan, nyeri, atau mati rasa di area bekas gigitan.

Baca Juga:  Telinga Tersumbat Lama? Bisa Jadi Gejala Kanker Nasofaring

Seiring perkembangan penyakit, sebagian penderita dapat mengalami rabies tipe ganas dengan gejala yang lebih berat, antara lain agitasi dan perilaku agresif, napas cepat atau hiperventilasi, produksi air liur berlebihan, ukuran pupil yang tidak sama, takut terhadap air atau hidrofobia, serta takut terhadap embusan udara di wajah atau aerofobia.

Karena rabies dapat berakibat fatal setelah gejalanya muncul, jangan menunggu keluhan tersebut datang untuk mencari pertolongan medis. Segera cuci luka dan periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat setelah digigit atau dicakar hewan yang berpotensi menularkan rabies, serta selesaikan seluruh rangkaian vaksin sesuai anjuran tenaga medis.

Berita Terkait

Alasan Anak Suka Mengobrol dengan Boneka
Olahraga Tepat untuk Cegah Osteoporosis Sejak Dini
7 Cara Mengatasi Anak Susah Belajar Membaca Tanpa Memaksa
Bahaya Karbon Monoksida yang Tak Berwarna dan Tak Berbau
5 Cara Mengatasi Anak Kecanduan Merokok secara Bertahap
Maltodekstrin Bukan Gula, Ini Fungsi dan Peran dalam Pangan
7 Negara dengan Visa Kerja Termudah untuk Pekerja
7 Tanda Kecerdasan Emosional Perlu Dilatih Lagi

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Alasan Anak Suka Mengobrol dengan Boneka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Olahraga Tepat untuk Cegah Osteoporosis Sejak Dini

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:08 WIB

7 Cara Mengatasi Anak Susah Belajar Membaca Tanpa Memaksa

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Bahaya Karbon Monoksida yang Tak Berwarna dan Tak Berbau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:52 WIB

5 Cara Mengatasi Anak Kecanduan Merokok secara Bertahap

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB