Kuasa Hukum DR Angkat Bicara Respon Polemik Kasus Febrie Ardiansyah

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Handika Honggowongso saat ditanyai aak media (Dok. afu.id)

Foto: Handika Honggowongso saat ditanyai aak media (Dok. afu.id)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Pusaran polemik hukum yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Ardiansyah, mulai memicu perlawanan dari kubu tersangka lain. Handika Honggowongso, selaku kuasa hukum dari tersangka berinisial DR, secara resmi angkat bicara untuk membantah keterlibatan kliennya dalam skandal korupsi kakap yang tengah diselisik kepolisian.

Pernyataan tersebut disampaikan Handika saat menyambangi Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya pada Selasa siang, 14 Juli 2026, guna menjenguk DR. Di hadapan awak media, Handika menegaskan bahwa status suspect yang disematkan kepada kliennya tidak memiliki legal standing yang kuat jika dikaitkan dengan megaproyek bermasalah di tiga badan usaha milik negara (BUMN).

Menurut dia, tim penasihat hukum saat ini masih mendalami lebih lanjut anatomy of crime atau konstruksi perkara yang tengah dibangun oleh penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Namun, berdasarkan konfirmasi langsung dari DR, sang klien sama sekali tidak memiliki hubungan, baik secara personal maupun transaksional, dengan pihak-pihak di tiga kluster perusahaan pelat merah tersebut.

Baca Juga:  Polda Metro Jaya Banyak Mendapatkan Karangan Bunga, Ada Apa?

Secara khusus, Handika menyoroti keabsahan alat bukti (admissibility of evidence) berupa penyitaan uang tunai dalam jumlah fantastis di beberapa lokasi, seperti Kafe The Clan, sebuah rumah hunian, hingga gerai penukaran valuta asing (money changer). Ia mengeklaim bahwa rentetan barang bukti tersebut sama sekali tidak memiliki relevansi hukum (relevancy) dengan delik pidana yang disangkakan kepada DR.

Baca Juga:  KPK Jemput Paksa Nusron Wahid Usai Dua Kali Mangkir

“Apakah uang yang ditemukan di Cafe de’Clan kemudian di rumah dan di tempat money changer itu apakah ada relevansi dengan perkara yang disangkakan,” ujar Handika mempertanyakan orisinalitas bukti tersebut.

Ia meyakini bahwa dalam proses persidangan nanti, jaksa penuntut umum akan kesulitan membuktikan causal verband atau hubungan sebab-akibat antara kepemilikan uang tersebut dengan sangkaan korupsi yang dituduhkan.

“Nah kalau semua perkara itu dihubungkan dengan uang yang ditemukan oleh rekan-rekan penyidik dari Kortas dan Polda, apakah uang itu berhubungan dengan perkara itu, kami jawab tidak ada hubungan,” ucap Handika.

Di samping itu, Handika optimis bahwa secara hukum pembuktian formal, argumen yang dibangun penyidik akan gugur.

“Secara hukum pembuktian itu pasti tertolak,” ungkapnya.

Berita Terkait

Dua Anggota KKB Tewas dalam Kontak Tembak di Nduga
Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami
KPK Jemput Paksa Nusron Wahid Usai Dua Kali Mangkir
Asap Karhutla Masuk Jakarta, DKI Siapkan PJJ dan WFH
KPK Duga Bupati Klaten Terima Rp2,08 Miliar
MK Perintahkan Revisi UU Peradilan Militer, TNI Merespons
KPK OTT di BNPB, 14 Orang Ditangkap Termasuk Sestama
DPR Desak Karhutla Ditetapkan Jadi Bencana Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dua Anggota KKB Tewas dalam Kontak Tembak di Nduga

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:35 WIB

Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:25 WIB

KPK Jemput Paksa Nusron Wahid Usai Dua Kali Mangkir

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Asap Karhutla Masuk Jakarta, DKI Siapkan PJJ dan WFH

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:33 WIB

KPK Duga Bupati Klaten Terima Rp2,08 Miliar

Berita Terbaru

Advokat Hafis Alfarisi saat menjadi narasumber podcast Kusieh Bendi. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Ekonomi

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:45 WIB

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WIB

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

TNI AL Amankan Kapal MV Global 88 Muat Rokok ke Malaysia

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:35 WIB

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Kamera Tersembunyi Ditemukan di Ruang Ganti RSUDZA Aceh

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:29 WIB

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Letda Kopassus Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:23 WIB