ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Pemandangan di depan gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya tampak berbeda, sejak Kamis malam (9/7/2026). Jajaran karangan bunga misterius berderet rapi di area tersebut. Fenomena ini muncul tepat setelah kepolisian berhasil mengungkap tiga kasus mega korupsi serta melakukan penggeledahan besar-besaran di 13 titik wilayah Jakarta hingga Bogor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lantas, ada apa di balik banjirnya kiriman bunga tersebut?
Berdasarkan informasi yang dihimpun hingga Sabtu (11/7/2026) pagi, terdapat sedikitnya enam karangan bunga besar yang terpampang mencolok di depan kantor Ditreskrimsus. Karangan bunga tersebut berisi pesan-pesan dukungan psikologis yang sangat kuat bagi institusi kepolisian untuk mengusut tuntas kasus mega korupsi yang sedang bergulir. Sejumlah tulisan yang tertera di antaranya berbunyi, “Presiden Prabowo bersama Polri, Rakyat bersama Polri”, “Bravo Polri mendukung penuh Polri dalam penegakan hukum”, serta “Jangan mundur, rakyat bersama Polri menjaga NKRI dan hukum negeri”.
Menariknya, mayoritas dari karangan bunga ini bersifat anonim alias tanpa identitas pengirim yang jelas. Hanya ada satu karangan bunga di pojok kanan yang menyertakan nama pengirim, yaitu “Akbar SH, MH, MM”. Kendati demikian, nama tersebut dinilai sangat umum dan tidak disertai jabatan atau instansi tertentu, sehingga asal-usul pengirimnya tetap menjadi teka-teki misterius.
Karangan bunga ini dilaporkan mulai berdatangan secara bertahap sejak Kamis malam lalu dan jumlahnya terus bertambah seiring memanasnya pemberitaan kasus.
Kemunculan karangan bunga ini bukan tanpa sebab. Ini merupakan respons langsung dari publik setelah Korps Bhayangkara dalam hal ini Polda Metro Jaya bersama Kortas Tipidkor Polri melakukan gebrakan hukum besar pekan ini. Polisi melakukan penggeledahan di banyak titik strategis, termasuk sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor.
Dalam penggeledahan di Sentul tersebut, penyidik menemukan barang bukti fantastis berupa uang tunai ratusan miliar rupiah serta tumpukan emas batangan. Rumah tersebut belakangan dipastikan merupakan milik pribadi mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, yang per pagi hari ini dilaporkan telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya.
Persoalan karangan bunga anonim ini menjadi simbol visual dari tingginya harapan publik agar polisi tidak gentar menghadapi tekanan dalam menyidik skandal kakap ini. Polda Metro Jaya pun telah menegaskan komitmennya untuk segera menjadwalkan pemeriksaan terhadap Febrie Adriansyah guna mendalami temuan uang dan emas tersebut setelah seluruh materi penyidikan rampung dirangkai.
Di sisi lain, situasi keamanan di markas Polda Metro Jaya kini terpantau mulai melonggar dibandingkan hari-hari sebelumnya, dengan jumlah kendaraan taktis dan personel Brimob yang mulai dikurangi secara bertahap.









