Narendra Modi Sebut Indonesia dan India Mitra Alami Menuju Negara Maju

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: PM India India Narendra Modi saat berada di gedung DPR RI pada Selasa (7/7/2026). (YouTube DPR)

Foto: PM India India Narendra Modi saat berada di gedung DPR RI pada Selasa (7/7/2026). (YouTube DPR)

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Kolaborasi strategis di kawasan Indo-Pasifik berpeluang memasuki babak baru. Perdana Menteri India Narendra Modi menilai Indonesia dan India memiliki peluang besar untuk saling menopang dalam mewujudkan visi pembangunan jangka panjang masing-masing, yakni Indonesia Emas 2045 dan Viksit Bharat 2047.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pandangan Modi, kedua raksasa Asia ini modalnya serupa, mulai dari bonus demografi, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, hingga posisi strategis sebagai kekuatan maritim di kawasan Indo-Pasifik. Karakteristik ini dinilai menjadi perekat yang kuat bagi masa depan kedua negara.

Terlebih lagi, perjalanan Indonesia dan India sebagai negara yang merdeka pada periode yang hampir bersamaan akan memasuki tonggak penting dalam dua dekade mendatang. Indonesia bersiap memperingati 100 tahun kemerdekaan pada 2045, sedangkan kemerdekaan India akan mencapai satu abad pada 2047.

“Indonesia melangkah menuju visi ambisius Indonesia Emas 2045. Dan India sedang bekerja menuju visi Viksit Bharat 2047 atau India Maju 2047. Kita dapat menjadi mitra dalam mewujudkan aspirasi-aspirasi ini,” kata alumnus Ilmu Politik, Universitas Delhi itu di hadapan anggota DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

Baca Juga:  Prabowo Sentil Dasco dalam Peringatan Harlah ke-28 PKB

Selain ditopang oleh populasi muda yang besar, Indonesia dan India saat ini menempatkan diri sebagai bagian dari ekonomi utama dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Kesamaan indikator makro inilah yang diyakini mampu menjadi fondasi kuat untuk menjalin kerja sama yang jauh lebih erat.

“Kita memiliki jajaran masyarakat termuda di dunia. Kita di antara ekonomi utama dengan pertumbuhan tercepat. Kedua negara adalah kekuatan maritim utama. Keduanya adalah suara yang kuat bagi Global South. Kita adalah peradaban kuno sekaligus mitra alami untuk masa depan,” ujarnya.

Lebih lanjut Modi menjelaskan, hubungan Indonesia dan India tidak cukup hanya didasarkan pada kedekatan sejarah dan budaya, tetapi perlu diterjemahkan menjadi peluang yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Menurut dia, pembahasan bilateral bersama Presiden Prabowo Subianto siang tadi telah menghasilkan kesamaan pandangan untuk memperluas kerja sama strategis tersebut.

Baca Juga:  Dua Kapal Tanker Minyak Sempat Ditarik, Pemerintah Bertindak Cepat Amankan Pasokan Energi Nasional

“Tujuan kita sangat jelas: niat baik dan kepercayaan antara India dan Indonesia harus diubah menjadi peluang baru bagi rakyat kita,” katanya.

Dari sisi ekonomi, kerja sama antara India dan Indonesia sudah terjalin cukup erat, terlihat dari nilai perdagangan bilateral kedua negara yang sepanjang tahun lalu telah mendekati US$35 miliar. Selain itu, lebih dari 100 perusahaan India telah beroperasi di Indonesia.

“Dan tidak diragukan lagi bahwa bersama-sama kita membuat kemajuan yang signifikan. Namun peluang yang lebih besar tengah menanti kita,” ujar Modi.

Dengan momentum penguatan hubungan bilateral ini, kedua negara diharapkan mampu menjadi pilar stabilitas ekonomi dan keamanan yang tangguh di belahan selatan dunia.

Berita Terkait

Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs
Sanksi Tutup Dapur Menanti: BGN Larang Keras Program Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi!
BUMN Obral Stok Hunian Mangkrak Lewat Danantara Housing, Ratusan Anak Usaha Mulai ‘Dibersihkan’
Pengamat Kebijakan UNPAD Sebut Pendirian Universitas Republik Indonesia Perlu Perencanaan Strategis Matang
Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih
Kapolri Buka Suara: Mengaku Pernah Ikut Tolak UU Cipta Kerja Diam-diam Bersama Buruh
Dua Ruas Tol di Jawa Disiapkan Jadi Landasan Jet Tempur
Nanik Sudaryati Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Sudaryono Ditunjuk Jadi Pengganti

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:36 WIB

Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs

Senin, 27 Juli 2026 - 21:31 WIB

Sanksi Tutup Dapur Menanti: BGN Larang Keras Program Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi!

Senin, 27 Juli 2026 - 21:19 WIB

BUMN Obral Stok Hunian Mangkrak Lewat Danantara Housing, Ratusan Anak Usaha Mulai ‘Dibersihkan’

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:57 WIB

Pengamat Kebijakan UNPAD Sebut Pendirian Universitas Republik Indonesia Perlu Perencanaan Strategis Matang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:18 WIB

Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih

Berita Terbaru