Purbaya: Jerat Denda untuk Importir “Bandel” di Tanjung Priok

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Purbaya Yudhi Sadewa saat berada di Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (6/6/2026)

Dok. Purbaya Yudhi Sadewa saat berada di Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (6/6/2026)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Kepadatan di Pelabuhan Tanjung Priok kian mengkhawatirkan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kini tengah mengkaji opsi pengetatan regulasi berupa sanksi finansial yang lebih agresif. Langkah ini menyasar para importir yang menelantarkan komoditas mereka di area lini satu pelabuhan, sekalipun seluruh proses kepabeanan telah rampung.

Kondisi tersebut memicu stagnasi arus barang. Penumpukan manifes di lapangan disinyalir akibat perilaku oportunistis sebagian pelaku usaha yang memanfaatkan tarif penumpukan pelabuhan yang relatif murah. Fenomena ini terbukti dengan adanya penumpukan yang mencapai hingga 3000 kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok. Mereka enggan memindahkan kargo ke fasilitas pergudangan eksternal demi memangkas biaya logistik mandiri. Dampaknya, kapasitas penampungan pelabuhan tergerus dan memicu pembengkakan dwelling time.

Baca Juga:  IHSG Dibuka Melemah Imbas Aturan Harga Saham Rp1

Guna memitigasi anomali logistik tersebut, Kementerian Keuangan merancang formulasi disinsentif regulatif. Merespons urgensi restrukturisasi kebijakan ini, Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan sebagai berikut, Sabtu (6/6):

“Kami akan melihat berapa lama dwelling time yang wajar. Jika sudah melewati batas yang tidak wajar, baru akan ada langkah penegakan, termasuk kemungkinan pengenaan denda yang lebih besar,” ujar Purbaya, Sabtu (6/6).

Kebijakan ini sejatinya tidak didesain untuk mendegradasi iklim investasi, tapi sebagai instrumen normatif guna mengembalikan fungsi pelabuhan sebagai koridor transito yang dinamis, bukan tempat penyimpanan statis. Pria yang pernah menjadi fosen di Universitas Indonesia (UI) itu menegaskan bahwa akselerasi volume impor akibat pertumbuhan ekonomi domestik harus diimbangi dengan efisiensi tata kelola kepabeanan.

Baca Juga:  Purbaya Tegaskan Kas DKI Masih Melimpah, Pertanyakan Rencana Penerbitan Obligasi

“Ketika ekonomi domestik meningkat dan impor bertambah, jangan sampai pelabuhan menjadi bottleneck. Kita ingin memastikan sistem logistik tetap terkendali dan seluruh proses kembali ke level normal,” kata mantan Direktur Utama PT Danareksa Securities (2006–2008) itu.

Berita Terkait

Bulog Bentuk Satgas Khusus Awasi Penyaluran Beras SPHP
HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai
Menperin Yakin UMKM Ramah Lingkungan Tembus Pasar Global
Emas Antam Naik Rp20.000, Buyback Ikut Menguat
PNM Bekali Nasabah Perempuan Pontianak lewat PKU Akbar
Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram
Sertifikasi Halal UMKM Ditunda hingga 2028, Ini Alasannya
UMKM Disiapkan Jadi Pemasok Bahan Makanan Program MBG

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Bulog Bentuk Satgas Khusus Awasi Penyaluran Beras SPHP

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:45 WIB

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Menperin Yakin UMKM Ramah Lingkungan Tembus Pasar Global

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Emas Antam Naik Rp20.000, Buyback Ikut Menguat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:12 WIB

PNM Bekali Nasabah Perempuan Pontianak lewat PKU Akbar

Berita Terbaru

AI Raven Lacak Alamat Rumah Hanya dari Foto Interior. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

AI Raven Lacak Alamat Rumah Hanya dari Foto Interior

Kamis, 29 Okt 2026 - 15:22 WIB

Bulog Bentuk Satgas Khusus Awasi Penyaluran Beras SPHP. (Foto: Dok. ANTARA)

Ekonomi

Bulog Bentuk Satgas Khusus Awasi Penyaluran Beras SPHP

Kamis, 29 Okt 2026 - 14:52 WIB

Sidang Ijazah Jokowi, Saksi Ungkap Bukti Digital Dokter Tifa. (Foto: iNews.id)

Nasional

Sidang Ijazah Jokowi, Saksi Ungkap Bukti Digital Dokter Tifa

Kamis, 29 Okt 2026 - 14:19 WIB

Advokat Hafis Alfarisi saat menjadi narasumber podcast Kusieh Bendi. (Foto: Dok. Podcast Kusieh Bendir)

Ekonomi

HGU Perusahaan vs Tanah Adat, Advokat Pilih Jalan Damai

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:45 WIB

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60.000 Karyawan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WIB