Raker Komite IV DPD RI: Senator Sumbar Minta Aturan Transfer Ke Daerah Lebih Fleksibel

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tangkapan Layar dari Youtube Merdeka.com

Foto: Tangkapan Layar dari Youtube Merdeka.com

ARGUMENRAKYAT.COM, SUMBAR – Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menggelar Rapat Kerja (RAKER) bersama Menteri Keuangan (MENKEU) RI, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas RI, Gubernur Bank Indonesia, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI.

Rapat yang dilaksanakan di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta pada Senin (22/6/2026) ini bertujuan untuk membahas Ekonomi Makro dan Kebijakan Fiskal, khususnya mengenai hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

Sorotan Terhadap Kebijakan Transfer Ke Daerah (TKD)

Dalam rapat tersebut, salah satu anggota DPD RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Barat menyoroti perihal kebijakan Transfer Ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat agar dibuatkan aturan yang lebih fleksibel.

“Karena di Sumatra, terkhusus Sumatra Barat itu tidak semua daerah harus melakukan revitalisasi setelah pasca bencana alam kemarin pak,” ungkap Cerint Iralloza Tasya.
Ia memberikan contoh bahwa Kota Bukittinggi adalah salah satu daerah di Sumatra Barat yang tidak terkena dampak dari bencana alam. Namun, dana untuk perbaikan di daerah tersebut tersedia tetapi tidak bisa digunakan.

Baca Juga:  Akses Lembah Anai Resmi Dibuka Semua Kendaraan, BPJN Sumbar sebut Perbaikan Jalan Selesai

“Nah, itu sampai hari ini menjadi perdebatan,” kata Cerint.

Usulan Ruang Aktif dan Kepercayaan Bagi Pimpinan Daerah

Cerint berpesan kepada Pemerintah agar ke depannya TKD tidak sepenuhnya diatur secara mandatory (wajib) oleh Pemerintah Pusat. Sebaliknya, pemerintah pusat diharapkan memberikan kepercayaan kepada pimpinan-pimpinan yang ada di daerah untuk mengelolanya.

Baca Juga:  Pramono Anung Resmi Terapkan Gerakan Wajib Pilah Sampah di DKI Jakarta

“Karena tadi saya dengar dari pak Menteri PPN bahwa kita tujuannya di 2027 adalah membumi. Jadi kalau membumi pak, berikanlah ruang aktif yang lebih kepada masyarakat stempat untuk mengatur,” ujar pengusaha asal Padang itu.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih banyak bagian-bagian vital di daerah yang ingin dibangun oleh pimpinan daerahnya, tetapi terkendala oleh adanya pemotongan anggaran. Selain anggarannya sudah dipotong, terdapat pula tambahan mandat-mandat khusus dalam penggunaannya.

“Jadi tolonglah pak, berikan juga kepercayaan kepada pimpinan daerah sehingga daerah ada peningkatan ekonominya. Dengan adanya peningkatan ekonomi di daerah, kita harapkan juga peningkatan ekonomi di negara juga lebih maju,” ungkap Cerint.

(Zidan Pratama)

Berita Terkait

Nyali Pengabdian Teritorial Dandim 50 Kota dan Koperasi Merah Putih
Pramono Anung Resmi Terapkan Gerakan Wajib Pilah Sampah di DKI Jakarta
Media Wahyudi Askar Kritik Target Penerima Makan Bergizi Gratis: Sebut Kebijakan Tidak Berbasis Data
BGN Akan Tutup Dapur Program Makan Bergizi Gratis yang Tak Layak
Meski Dibayangi Mark-Up, Istana Pastikan Proyek Motor Listrik Badan Gizi Tetap Melaju
Mualem Peringatkan Jakarta: Jangan Jadikan Aceh Penonton di Blok Andaman
Bappenas Sebut Beyond 2030 Agenda sebagai Strategi Krusial Hadapi Krisis Global
Wamensesneg Jelaskan Sumber Dana Sapi Kurban Presiden

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 22:31 WIB

Nyali Pengabdian Teritorial Dandim 50 Kota dan Koperasi Merah Putih

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Pramono Anung Resmi Terapkan Gerakan Wajib Pilah Sampah di DKI Jakarta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:54 WIB

Media Wahyudi Askar Kritik Target Penerima Makan Bergizi Gratis: Sebut Kebijakan Tidak Berbasis Data

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:37 WIB

Raker Komite IV DPD RI: Senator Sumbar Minta Aturan Transfer Ke Daerah Lebih Fleksibel

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:39 WIB

BGN Akan Tutup Dapur Program Makan Bergizi Gratis yang Tak Layak

Berita Terbaru

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer. (Foto: Wikimedia Commons)

Teknologi

Peneliti Google DeepMind Mundur Tolak AI untuk Militer

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:49 WIB

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Mantan Bupati Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:45 WIB

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Usai Tiga Hari Hujan, Asap Karhutla Balik ke Palembang

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:39 WIB

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Imigrasi Grebek Vila di Bali, 17 WNA Diduga Jalankan Pinjol

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:34 WIB

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:28 WIB