ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Istana kembali menjadi sorotan terkait pembiayaan ribuan hewan kurban menjelang Iduladha. Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menegaskan bahwa pengadaan 1.098 ekor sapi yang disalurkan Presiden Prabowo Subianto sepenuhnya disokong oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Total dana yang digelontorkan untuk aksi sosial ini menyentuh angka fantastis, yakni sekitar Rp100 miliar.
Menurut penjelasan birokrasi, fluktuasi harga di setiap wilayah sangat bergantung pada bobot ternak dan letak geografis pengadaan. Menjawab diskursus publik mengenai transparansi alokasi tersebut, Juri Ardiantoro memberikan klarifikasi teoretis dan eksplikatif:
“Jadi, sumber anggarannya dari APBN melalui anggaran bantuan presiden, bantuan kemasyarakatan presiden. Jadi, harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu mempengaruhi harga sapi. Jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp100-an miliar,” kata Juri dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (26/5) sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia.
Melalui skema bantuan kemasyarakatan tersebut, pemerintah berupaya memastikan distribusi hewan kurban menjangkau seluruh pelosok daerah secara proporsional. Namun di sisi lain kritik tajam juga mengarah kepada Istana, terutama Presiden. Karena tidak menggunakan uang pribadi dalam berkurban.









