Bappenas Sebut Beyond 2030 Agenda sebagai Strategi Krusial Hadapi Krisis Global

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Bappenas RI, Rachmat Pambudy (Dok. Instagram @rachmatpambudy)

Foto: Kepala Bappenas RI, Rachmat Pambudy (Dok. Instagram @rachmatpambudy)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Di paruh akhir dekade menuju batas tenggat 2030, diskursus mengenai arah pembangunan global pasca-Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) kian intensif diperdebatkan di panggung internasional. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BPPN/Bappenas), bergerak cepat menyusun jangkar kebijakan domestik guna mengantisipasi lanskap baru tersebut.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan komitmen institusinya dalam merumuskan orientasi pembangunan nasional pasca-2030. Langkah visioner ini diambil demi merespons transisi krusial global yang kini berada di ambang batas pencapaian agenda SDGs saat ini.

Dalam forum Kick Off Pembahasan Positioning Indonesia atas Diskursus Beyond 2030 Agenda, Menuju SDG Summit 2027, Rachmat membedah relevansi isu tersebut bagi ketahanan domestik. Meminjam perspektif sosiopolitik yang kontekstual, Rachmat Pambudy berargumen, sebagaimana dikutip dari ANTARA News:

Baca Juga:  Media Wahyudi Askar Kritik Target Penerima Makan Bergizi Gratis: Sebut Kebijakan Tidak Berbasis Data

Beyond 2030 bukan hanya agenda dunia, tetapi betul-betul agenda untuk kita. Agenda ini bukan sekadar agenda global, melainkan agenda strategis bagi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan, mulai dari krisis iklim, stagnasi ekonomi global, konflik geopolitik, hingga disrupsi teknologi,” ucap pria kelahiran Yogyakarta tersebut.

Di hadapan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, Rachmat mengevaluasi rekam jejak historis Indonesia, mulai dari era Millennium Development Goals (MDGs) hingga SDGs. Dalam telaah retrospektif atas keberhasilan Indonesia menurunkan kemiskinan ekstrem dan memperluas akses pendidikan dasar serta kesehatan, ia merefleksikan optimisme institusionalnya, “Indonesia adalah salah satu negara yang mampu mencapai tujuan-tujuan MDGs dengan cukup baik. Karena itu, ketika capaian SDGs Indonesia mencapai sekitar 62 persen, kita tidak perlu heran, justru harus yakin bahwa Indonesia memang memiliki kapasitas untuk mencapainya,”

Baca Juga:  Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih

Menurut Rachmat, fondasi mutlak pasca-2030 wajib bertumpu pada ketahanan pangan, pendidikan memadai, dan jaminan kesehatan. Indonesia juga didorong memproyeksikan diri sebagai jembatan diplomatik (bridge builder) yang merekatkan kepentingan negara maju dan berkembang berlandaskan prinsip inklusivitas serta universalitas.

Menutup eksplanasinya melalui sebuah metafora sosiologis yang menekankan pentingnya langkah antisipatif, Rachmat Pambudy memungkasi dengan:

“Diskusi mengenai Agenda Beyond 2030 ke depan perlu terus dipersiapkan secara matang sejak dini. Meskipun tahun 2030 masih beberapa tahun lagi, langkah persiapan yang dilakukan lebih awal akan menghasilkan hasil yang lebih baik. Kita harus siaga, ibarat sedia payung sebelum hujan. Agar kita, Indonesia lebih siap menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang,” kata politisi Gerindra tersebut.

Berita Terkait

Media Wahyudi Askar Kritik Target Penerima Makan Bergizi Gratis: Sebut Kebijakan Tidak Berbasis Data
Raker Komite IV DPD RI: Senator Sumbar Minta Aturan Transfer Ke Daerah Lebih Fleksibel
BGN Akan Tutup Dapur Program Makan Bergizi Gratis yang Tak Layak
Meski Dibayangi Mark-Up, Istana Pastikan Proyek Motor Listrik Badan Gizi Tetap Melaju
Mualem Peringatkan Jakarta: Jangan Jadikan Aceh Penonton di Blok Andaman
Wamensesneg Jelaskan Sumber Dana Sapi Kurban Presiden
Digitalisasi BBM: Solusi Penghematan Negara atau Beban Baru bagi Sopir Angkot dan Petani?

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:54 WIB

Media Wahyudi Askar Kritik Target Penerima Makan Bergizi Gratis: Sebut Kebijakan Tidak Berbasis Data

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:37 WIB

Raker Komite IV DPD RI: Senator Sumbar Minta Aturan Transfer Ke Daerah Lebih Fleksibel

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:39 WIB

BGN Akan Tutup Dapur Program Makan Bergizi Gratis yang Tak Layak

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:38 WIB

Meski Dibayangi Mark-Up, Istana Pastikan Proyek Motor Listrik Badan Gizi Tetap Melaju

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:20 WIB

Mualem Peringatkan Jakarta: Jangan Jadikan Aceh Penonton di Blok Andaman

Berita Terbaru