Cilegon, ArgumenRakyat.com — Kepolisian menyelidiki penyebab terbakarnya KMP Batumandi di alur masuk Pelabuhan Merak, Banten, Selasa (20/10) sore, termasuk mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan.
Polri Dalami Faktor Teknis dan Nonteknis
Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto memastikan jajaran Korps Kepolisian Perairan diterjunkan membantu penyelidikan insiden tersebut. Menurut dia, penyelidikan diarahkan untuk mengetahui apakah kebakaran terjadi murni karena faktor teknis atau ada unsur lain di baliknya. “Kita Polri, Korps Kepolisian Perairan (Korpolair), nanti juga turun untuk membantu penyelidikan, apakah ini terjadi karena faktor teknis atau ada nonteknis,” kata Suyudi di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta.
Ia tidak menutup kemungkinan adanya pihak yang sengaja melakukan upaya tidak baik terhadap kapal penyeberangan itu. Karena itu, Polri akan berkoordinasi dengan kementerian teknis agar penyebab peristiwa terang. “Karena tidak menutup kemungkinan adanya pihak-pihak yang ingin sengaja melakukan sebuah upaya yang yang tidak baik, ya. Tapi ini perlu pendalaman, sehingga kita akan terus bekerja sama dengan jajaran Menhub,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan cepat. Ia meminta investigasi mendalam, termasuk pemeriksaan aspek teknis maupun nonteknis oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
460 Orang Dievakuasi, 11 Orang Dibawa ke Rumah Sakit
Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten bersama tim SAR gabungan mengevakuasi 460 orang, terdiri atas 420 penumpang dan 40 kru kapal. Seluruhnya selamat, namun 11 orang harus menjalani penanganan medis lebih lanjut di RS Krakatau Medika, Cilegon.
Kebakaran diketahui pada pukul 16.15 WIB saat kapal melaporkan percikan api. Tim SAR bergerak dari Unit Siaga SAR Merak, disusul KN SAR Tetuka dan RIB 01 Banten. Evakuasi tuntas pukul 18.30 WIB dengan dukungan 18 kapal dan unsur pendukung, lalu penumpang dibawa ke KMP Royce 1 serta Dermaga VI Pelabuhan Merak untuk pendataan.
PT ASDP Indonesia Ferry menyebut kapal bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB. Sekitar pukul 16.15 WIB, petugas melihat percikan api di buritan bagian belakang kapal, tepatnya di dek atas untuk muat kendaraan kecil.









