Samarinda, ArgumenRakyat.com — Ajudan Gubernur Kalimantan Timur Asky Rizal Toding meminta maaf setelah menyenggol peserta aksi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia di lingkungan Kantor Gubernur Kaltim.
Ajudan Akui Sikapnya Arogan
Dalam keterangan video, Asky mengaku tindakannya terhadap peserta aksi yang terjadi pada Senin (19/10) sore itu sangat arogan. Ia menegaskan tidak ada pembenaran atas perbuatannya dan menyebut aksi tersebut dilakukan secara spontan. “Secara tulus menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan mahasiswa dan warga masyarakat atas sikap arogansi saya,” ujarnya.
Ia juga menyesali perbuatan tersebut dan berjanji tidak akan mengulanginya. “Saya memohon maaf sebesar-besarnya atas semua tindakan saya yang terlalu berlebihan, dan berjanji tidak akan mengulangi kembali,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Pemicunya Situasi Memanas di Depan Masjid
Tim ahli gubernur bidang informasi dan komunikasi publik sebelumnya membenarkan adanya insiden senggolan tersebut. Menurut penjelasan pihaknya, demonstrasi digelar sejak sore dan massa berkumpul di kawasan masjid yang menjadi lokasi pembubaran aksi saat gubernur hendak menunaikan salat Magrib.
Ia menilai situasi itulah yang memicu reaksi ajudan. Dalam insiden yang terekam video dan beredar di media sosial, seorang demonstran perempuan disebut mengalami kontak fisik hingga ponselnya terjatuh. “Kontak fisik yang dilakukan Aski (ajudan) itu tidak ada yang dibenarkan, enggak ada yang membenarkan,” tuturnya.
Pihak gubernur memastikan reaksi fisik terhadap demonstran tidak dapat dibenarkan meskipun situasi di lapangan memanas. Kasus ini menjadi sorotan publik setelah rekaman peristiwa tersebar luas di media sosial.









