Ajudan Gubernur Kaltim Minta Maaf Usai Senggol Mahasiswa

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ajudan Gubernur Kaltim Minta Maaf Usai Senggol Mahasiswa. (Foto: Dok. ANTARA)

Ajudan Gubernur Kaltim Minta Maaf Usai Senggol Mahasiswa. (Foto: Dok. ANTARA)

Samarinda, ArgumenRakyat.com — Ajudan Gubernur Kalimantan Timur Asky Rizal Toding meminta maaf setelah menyenggol peserta aksi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia di lingkungan Kantor Gubernur Kaltim.

Ajudan Akui Sikapnya Arogan

Dalam keterangan video, Asky mengaku tindakannya terhadap peserta aksi yang terjadi pada Senin (19/10) sore itu sangat arogan. Ia menegaskan tidak ada pembenaran atas perbuatannya dan menyebut aksi tersebut dilakukan secara spontan. “Secara tulus menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan mahasiswa dan warga masyarakat atas sikap arogansi saya,” ujarnya.

Baca Juga:  Roy Suryo Beberkan Kronologi Penangkapan Dirinya

Ia juga menyesali perbuatan tersebut dan berjanji tidak akan mengulanginya. “Saya memohon maaf sebesar-besarnya atas semua tindakan saya yang terlalu berlebihan, dan berjanji tidak akan mengulangi kembali,” pungkasnya.

Pemicunya Situasi Memanas di Depan Masjid

Tim ahli gubernur bidang informasi dan komunikasi publik sebelumnya membenarkan adanya insiden senggolan tersebut. Menurut penjelasan pihaknya, demonstrasi digelar sejak sore dan massa berkumpul di kawasan masjid yang menjadi lokasi pembubaran aksi saat gubernur hendak menunaikan salat Magrib.

Baca Juga:  Gubernur Absen, Massa Aliansi Mahasiswa Kota Padang Sebut Pemprov 'Pakak'

Ia menilai situasi itulah yang memicu reaksi ajudan. Dalam insiden yang terekam video dan beredar di media sosial, seorang demonstran perempuan disebut mengalami kontak fisik hingga ponselnya terjatuh. “Kontak fisik yang dilakukan Aski (ajudan) itu tidak ada yang dibenarkan, enggak ada yang membenarkan,” tuturnya.

Pihak gubernur memastikan reaksi fisik terhadap demonstran tidak dapat dibenarkan meskipun situasi di lapangan memanas. Kasus ini menjadi sorotan publik setelah rekaman peristiwa tersebar luas di media sosial.

Berita Terkait

Tabrak Lari di Piladang 50 Kota, Polisi Buru Innova Hitam
Polda Metro Pulangkan 6 Aktivis Greenpeace dari Bundaran HI
Oknum P3K Dinkes Majalengka Tipu 26 SPPG Rp600 Juta
Gudang Alkes Puskesmas Tragah Terbakar, Pasien Dievakuasi
Nusantara Regas Salurkan 33 Kargo LNG hingga Triwulan III
Polri Selidiki Penyebab Kebakaran KMP Batumandi di Merak
Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta
Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Tabrak Lari di Piladang 50 Kota, Polisi Buru Innova Hitam

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Polda Metro Pulangkan 6 Aktivis Greenpeace dari Bundaran HI

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:15 WIB

Oknum P3K Dinkes Majalengka Tipu 26 SPPG Rp600 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Gudang Alkes Puskesmas Tragah Terbakar, Pasien Dievakuasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Nusantara Regas Salurkan 33 Kargo LNG hingga Triwulan III

Berita Terbaru

Ruang pertunjukan film dengan layar besar dan baris kursi penonton. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Projjal Moitra (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Dari Tugas Kuliah Satu Menit ke Film Layar Lebar

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:46 WIB

Rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi tabrak lari Jorong Piladang, Kabupaten Limapuluh Kota. (Foto: Dok. CCTV via ArgumenRakyat)

Peristiwa

Tabrak Lari di Piladang 50 Kota, Polisi Buru Innova Hitam

Rabu, 21 Okt 2026 - 14:00 WIB

Tokopedia-TikTok Shop Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM. (Foto: Dok. ANTARA)

Bisnis

Tokopedia-TikTok Shop Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM

Rabu, 21 Okt 2026 - 13:32 WIB

Polda Metro Pulangkan 6 Aktivis Greenpeace dari Bundaran HI. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

Polda Metro Pulangkan 6 Aktivis Greenpeace dari Bundaran HI

Rabu, 21 Okt 2026 - 13:26 WIB