Pemerintah Pertimbangkan Pangkas Program Makan Gratis, Efisiensi atau Ancaman bagi Rakyat?

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Listrasi MBG ( foto ugm.ac.id )

Listrasi MBG ( foto ugm.ac.id )

ARGUMENRAKYAT.COM — Pemerintah tengah mempertimbangkan untuk memangkas program makan gratis bagi siswa sekolah, sebuah kebijakan yang sebelumnya menjadi salah satu program unggulan nasional. Wacana ini mencuat seiring upaya menjaga stabilitas anggaran negara di tengah tekanan ekonomi global.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rencana pemangkasan tersebut dikabarkan akan mengurangi distribusi makanan gratis dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan. Langkah ini disebut-sebut dapat menghemat anggaran hingga puluhan triliun rupiah, yang kemudian akan dialokasikan untuk kebutuhan prioritas lainnya.

Presiden Prabowo Subianto disebut masih mengkaji secara matang usulan tersebut, dengan mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan. Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini belum final dan masih dalam tahap evaluasi.

Baca Juga:  Polemik Meluas: Pembatasan BBM Bersubsidi di SPBU Mulai Diberlakukan, Rakyat Keluhkan Kendala Sistem

Di sisi lain, sejumlah pihak mulai mempertanyakan arah kebijakan tersebut. Program makan gratis dinilai bukan sekadar bantuan sosial, tetapi juga bagian dari investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Pengamat kebijakan publik menilai, pemangkasan program ini berpotensi menimbulkan dampak langsung terhadap kelompok rentan. Bagi sebagian siswa, program makan gratis menjadi penopang kebutuhan gizi harian yang tidak selalu terpenuhi di rumah.

Namun pemerintah berargumen bahwa efisiensi anggaran menjadi langkah yang tidak bisa dihindari. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, negara dituntut untuk menjaga defisit anggaran tetap terkendali, sekaligus memastikan program prioritas berjalan secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Peluang Emas UMKM 2026: Cara Daftar Jadi Mitra Program Makan Bergizi Gratis, Anggaran Tembus Rp335 Triliun

Perdebatan pun tak terelakkan. Di satu sisi, efisiensi dianggap sebagai langkah rasional dalam menjaga kesehatan fiskal negara. Di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa pengurangan program sosial justru akan memperlebar kesenjangan.

Wacana ini kini menjadi ujian bagi pemerintah dalam menyeimbangkan antara disiplin anggaran dan keberpihakan terhadap rakyat kecil. Keputusan akhir nantinya akan menjadi indikator arah kebijakan sosial-ekonomi Indonesia ke depan—apakah tetap berorientasi pada perlindungan masyarakat, atau mulai bergeser pada pendekatan efisiensi semata.(**)

Berita Terkait

Bagaimana IHSG Hari Ini? Menguat atau Melemah
Anton Permana Ingatkan Ancaman Resesi Global dan Rapuhnya Fiskal Domestik
Rupiah Menguat, Apa yang Terjadi?
IHSG Melemah di Awal Pekan: Bayang Bearish dan Asa Rebound
Purbaya: Jerat Denda untuk Importir “Bandel” di Tanjung Priok
Kadin Jabar Ingatkan Soal Jerat Rupiah dan Bayang-Bayang Kriminalitas
Mualem Peringatkan Jakarta: Jangan Jadikan Aceh Penonton di Blok Andaman
Dony Oskaria Tegaskan Transparansi Danantara, Tepis Kekhawatiran Birokrasi Gemuk

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:47 WIB

Bagaimana IHSG Hari Ini? Menguat atau Melemah

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:01 WIB

Anton Permana Ingatkan Ancaman Resesi Global dan Rapuhnya Fiskal Domestik

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:04 WIB

Rupiah Menguat, Apa yang Terjadi?

Senin, 8 Juni 2026 - 11:12 WIB

IHSG Melemah di Awal Pekan: Bayang Bearish dan Asa Rebound

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:12 WIB

Purbaya: Jerat Denda untuk Importir “Bandel” di Tanjung Priok

Berita Terbaru

Foto: Vinicius Junior (Instagram @vinijr)

Sport

Vinicius Junior Memilih Setia di Chamartín

Sabtu, 13 Jun 2026 - 14:26 WIB