Natal 2025: Harga Pangan Melonjak, Emas Antam Justru Melandai di Level Rp2,5 Juta

- Jurnalis

Kamis, 25 Desember 2025 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sayuran segar dijajakan pedagang di Pasar Tradisional Lemabang, Palembang, Kamis (4/12/2025). (Foto: RRI/Difia Octafani)

Sayuran segar dijajakan pedagang di Pasar Tradisional Lemabang, Palembang, Kamis (4/12/2025). (Foto: RRI/Difia Octafani)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Perayaan Natal 2025 membawa tantangan ekonomi tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Di tengah meningkatnya permintaan konsumsi, harga sejumlah komoditas pangan pokok dilaporkan mengalami kenaikan signifikan di berbagai pasar tradisional, sementara harga investasi emas justru menunjukkan tren penurunan.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sembako “Pedas”: Beras dan Gula Jadi Sorotan
Berdasarkan pantauan harga pasar nasional per Kamis (25/12), beban belanja rumah tangga tercatat meningkat. Harga beras kualitas bawah kini menyentuh angka Rp15.300/kg, naik tipis namun konsisten dalam sepekan terakhir.

Kenaikan yang lebih mencolok terjadi pada gula pasir premium yang melonjak hingga Rp21.250/kg. Para pedagang menyebutkan bahwa kendala distribusi akibat cuaca ekstrem di beberapa wilayah menjadi salah satu pemicu utama selain tingginya permintaan musiman.

Baca Juga:  Rupiah Melemah, Pemerintah Siapkan Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi

“Stok sebenarnya ada, tapi pengiriman sering terlambat karena cuaca. Pembeli juga lebih banyak karena momen liburan, jadi harga mengikuti,” ujar salah satu pedagang di pasar induk Jakarta.

Investasi Emas Antam Terkoreksi
Kontras dengan harga pangan, pasar logam mulia justru mengalami kelesuan. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini mengalami koreksi. Harga emas Antam berada di level Rp2,576 juta per gram, turun dibandingkan periode sebelumnya.

Baca Juga:  Kadin Jabar Ingatkan Soal Jerat Rupiah dan Bayang-Bayang Kriminalitas

Penurunan ini dilihat oleh para analis sebagai peluang bagi investor untuk melakukan buy on weakness atau membeli saat harga rendah, di tengah ketidakpastian ekonomi global di akhir tahun.

Langkah Pemerintah: Operasi Pasar Terukur
Menanggapi gejolak harga pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bekerja sama dengan Bulog terus melakukan pemantauan ketat. Pemerintah menjanjikan akan tetap menggencarkan operasi pasar atau Gerakan Pangan Murah (GPM) di beberapa titik strategis untuk memastikan masyarakat tetap bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau selama masa libur Nataru.

Berita Terkait

Menanti Efek Reda Selat Hormuz, Begini Kata Airlangga Hartarto
Harga Minyak Dunia Turun, Banggar DPR RI Minta Pemerintah Tidak Terburu-buru Koreksi Harga BBM
Bagaimana IHSG Hari Ini? Menguat atau Melemah
Anton Permana Ingatkan Ancaman Resesi Global dan Rapuhnya Fiskal Domestik
Rupiah Menguat, Apa yang Terjadi?
IHSG Melemah di Awal Pekan: Bayang Bearish dan Asa Rebound
Purbaya: Jerat Denda untuk Importir “Bandel” di Tanjung Priok
Kadin Jabar Ingatkan Soal Jerat Rupiah dan Bayang-Bayang Kriminalitas

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:00 WIB

Menanti Efek Reda Selat Hormuz, Begini Kata Airlangga Hartarto

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:14 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, Banggar DPR RI Minta Pemerintah Tidak Terburu-buru Koreksi Harga BBM

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:47 WIB

Bagaimana IHSG Hari Ini? Menguat atau Melemah

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:01 WIB

Anton Permana Ingatkan Ancaman Resesi Global dan Rapuhnya Fiskal Domestik

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:04 WIB

Rupiah Menguat, Apa yang Terjadi?

Berita Terbaru