Isu Kenaikan BBM 1 April 2026 Mencuat, Pemerintah dan Pertamina Beri Klarifikasi

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustasi Isu Kenaikan BBM 1 April 2026 Mencuat, Pemerintah dan Pertamina Beri Klarifikasi (foto AI)

ilustasi Isu Kenaikan BBM 1 April 2026 Mencuat, Pemerintah dan Pertamina Beri Klarifikasi (foto AI)

ArgumenRakyat.com | Jakarta — Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2026 ramai beredar di tengah masyarakat, terutama melalui media sosial dan aplikasi percakapan. Informasi yang beredar memuat daftar kenaikan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, yang disebut-sebut akan berlaku mulai awal April.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, pemerintah dan PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait kenaikan harga BBM tersebut.

Pihak Pertamina menegaskan bahwa informasi yang beredar luas di publik tidak dapat dipertanggungjawabkan. Perusahaan juga mengimbau masyarakat untuk hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan melalui kanal resmi perusahaan.

Baca Juga:  Rupiah Melemah, Pemerintah Siapkan Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi

Meski demikian, isu kenaikan BBM tidak muncul tanpa alasan. Sejumlah analis menilai potensi penyesuaian harga memang terbuka, terutama untuk BBM non-subsidi, seiring lonjakan harga minyak dunia yang kini menembus kisaran USD 100 per barel.

Kenaikan harga minyak global tersebut dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada distribusi energi dunia. Kondisi ini membuat biaya impor dan produksi BBM ikut meningkat.

Sejumlah ekonom memprediksi, jika penyesuaian dilakukan, kenaikan BBM non-subsidi kemungkinan berada di kisaran 5 hingga 10 persen. Sementara untuk BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar, pemerintah diperkirakan masih akan menahan harga demi menjaga daya beli masyarakat.

Di sisi lain, beredar pula spekulasi mengenai kenaikan harga BBM subsidi hingga Rp1.000–Rp2.000 per liter. Namun, skenario tersebut masih bersifat prediksi dan belum menjadi kebijakan resmi pemerintah.

Baca Juga:  Gambir Revolution: Strategi Jitu Sumbar Menguasai Pasar Global!

Pemerintah sendiri diketahui rutin melakukan evaluasi harga BBM setiap awal bulan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta kondisi fiskal negara.

Hingga menjelang 1 April 2026, pemerintah belum mengumumkan perubahan harga BBM secara resmi. Kondisi ini menandakan bahwa kebijakan energi masih dalam tahap pertimbangan, dengan fokus utama menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Di tengah ketidakpastian tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi dan menunggu pengumuman resmi dari pemerintah maupun Pertamina.(**)

Berita Terkait

Mahfud Respons Pernyataan Prabowo Soal Londo Ireng: “Agak Menyakitkan”
Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs
Sanksi Tutup Dapur Menanti: BGN Larang Keras Program Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi!
BUMN Obral Stok Hunian Mangkrak Lewat Danantara Housing, Ratusan Anak Usaha Mulai ‘Dibersihkan’
Pengamat Kebijakan UNPAD Sebut Pendirian Universitas Republik Indonesia Perlu Perencanaan Strategis Matang
Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih
Kapolri Buka Suara: Mengaku Pernah Ikut Tolak UU Cipta Kerja Diam-diam Bersama Buruh
Dua Ruas Tol di Jawa Disiapkan Jadi Landasan Jet Tempur

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:36 WIB

Mahfud Respons Pernyataan Prabowo Soal Londo Ireng: “Agak Menyakitkan”

Senin, 27 Juli 2026 - 21:36 WIB

Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs

Senin, 27 Juli 2026 - 21:31 WIB

Sanksi Tutup Dapur Menanti: BGN Larang Keras Program Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi!

Senin, 27 Juli 2026 - 21:19 WIB

BUMN Obral Stok Hunian Mangkrak Lewat Danantara Housing, Ratusan Anak Usaha Mulai ‘Dibersihkan’

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:57 WIB

Pengamat Kebijakan UNPAD Sebut Pendirian Universitas Republik Indonesia Perlu Perencanaan Strategis Matang

Berita Terbaru