Hotman Paris Komentari Penggeledahan Jampidsus: Puji Ketegasan Prabowo Bongkar Korupsi

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Hotman Paris (Instagram @hotmanparisofficial)

Foto: Hotman Paris (Instagram @hotmanparisofficial)

ARGUMENRAKYAT.COMJAKARTA – Penggeledahan besar-besaran yang dilakukan oleh jajaran kepolisian terhadap sejumlah aset milik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) memicu gelombang reaksi publik. Di tengah sorotan tajam masyarakat terhadap operasi senyap tersebut, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea turut angkat bicara. Melalui sebuah unggahan video di Instagram pribadinya pada Sabtu (11/7/2026), Hotman memberikan analisis sekaligus apresiasi tinggi terhadap konstelasi hukum terbaru di tanah air.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mengomandoi pemberantasan korupsi menjadi fokus utama sorotan Hotman. Menurutnya, langkah berani kepolisian merangsek ke belasan titik aset milik pejabat tinggi kejaksaan tidak mungkin terjadi tanpa adanya komitmen politik yang kuat dari pucuk pimpinan negara. Langkah ini dinilai sebagai preseden baru dalam sejarah penegakan hukum di Indonesia.

Dalam pernyataannya, Hotman secara terbuka memuji keberanian sang presiden. “Pertama-tama Hotman Paris mengucapkan selamat atas ketegasan Bapak Presiden dalam kasus Jampidsus karena tidak mungkin operasi besar-besaran tersebut dilakukan oleh polisi tanpa ada restu dari Bapak Presiden,” ujarnya. Sinyalemen ini menegaskan adanya koordinasi tingkat tinggi dalam pembersihan institusi hukum di Indonesia.

Baca Juga:  Kuasa Hukum DR Angkat Bicara Respon Polemik Kasus Febrie Ardiansyah

Operasi penggeledahan yang menyasar belasan lokasi tersebut diakui Hotman sebagai pencapaian besar yang membongkar tabir gelap birokrasi. Alumnus Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) ini menilai langkah radikal ini membedakan pemerintahan saat ini dengan era-era sebelumnya. “Hal ini tidak pernah dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya justru Bapak Prabowah yang membuka mata kita betapa parahnya keadaan negara kita,” kata Hotman menambahkan.

Lebih lanjut, Hotman menyoroti dampak sistemik dari gurita korupsi yang selama ini menggerogoti keuangan negara, termasuk yang melibatkan ratusan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pengusutan tuntas kasus yang melibatkan pejabat setingkat Jampidsus dianggap sebagai momentum pembalikan arah.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Temukan Sembilan Kejanggalan Hukum Acara Perkara Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Hotman menegaskan, “Kerugian negara dan kerugian ratusan BUMN dan BUMD Bapak Prabola yang berhasil membongkarnya,” ucapnya.

Hotman juga tidak menafikan bahwa setiap kepemimpinan memiliki dinamika dan celah tersendiri. Namun, bagi dia, hasil nyata dari ketegasan hukum saat ini jauh melampaui segala kekurangan yang ada. “Memang selaku manusia pasti ada kekurangan tapi jauh lebih besar manfaatnya dengan gaya kepemimpinan Bapak Prabowo ini dibandingkan dengan presiden-presiden sebelumnya,” ucapnya secara lugas.

Dalam video tersebut Hotman kembali menggarisbawahi bahwa operasi di belasan tempat tersebut memerlukan nyali dan otoritas yang sangat kuat. “Sekali lagi, tanpa restu dari Bapak Presiden Prabowo enggak mungkin…enggak mungkin kepolisian melakukan penggerebekan atas harta dari Jampidsus sampai apa itu ada, 11 sampai 12 tempat ya itu perlu ketegasan dan ternyata berhasil,” ungkapnya.

Berita Terkait

KPK Periksa Ketua Komisi I DPRD Bengkulu Bambang Hermanto
Satori Mangkir dari Panggilan KPK Kasus CSR BI-OJK
Kubu Yaqut Sebut Jaksa Salah Tafsir Biaya dan Kuota Haji
Komisi III DPR Tunda Rapat karena Kabareskrim Absen
Kuasa Hukum Temukan Sembilan Kejanggalan Hukum Acara Perkara Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
KPK Terbitkan 6 SP3: Ada Sekjen DPR Indra Iskandar hingga Eks Ketua DPRD Jatim
Rotasi Massal 176 Pejabat Kejagung: Penyegaran Organisasi atau Pergeseran Dudukan Jaksa Penangan Kasus Kakap?
Dedi Mulyadi Jawab Kritik Menteri HAM Natalius Pigai Soal Perlindungan Hak Korban Kejahatan

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 10:05 WIB

KPK Periksa Ketua Komisi I DPRD Bengkulu Bambang Hermanto

Selasa, 1 September 2026 - 10:03 WIB

Satori Mangkir dari Panggilan KPK Kasus CSR BI-OJK

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:18 WIB

Kubu Yaqut Sebut Jaksa Salah Tafsir Biaya dan Kuota Haji

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:27 WIB

Komisi III DPR Tunda Rapat karena Kabareskrim Absen

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Kuasa Hukum Temukan Sembilan Kejanggalan Hukum Acara Perkara Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Berita Terbaru

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua. (Foto: CNN Indonesia)

Gaya Hidup

7 Ciri Anak Cerdas yang Jarang Disadari Orang Tua

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:25 WIB

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Australia Usulkan Aturan Matikan Algoritma Medsos

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:20 WIB

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029. (Foto: Tribunnews)

Ekonomi

Utilisasi Industri Kopi Ditargetkan 86,6 Persen pada 2029

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:15 WIB

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Putin-Trump Telepon Bahas Upaya Akhiri Perang Ukraina

Rabu, 9 Sep 2026 - 10:08 WIB