Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Kembali ke Gedung Bundar, Kini Berstatus Tersangka Korupsi dan TPPU

- Jurnalis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah

Foto: Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, kembali mendatangi kompleks Kejaksaan Agung (Kejagung), tepatnya di Gedung Bundar. Kehadirannya kali ini terasa ironis. Jika sebelumnya ia bertugas memimpin pemberantasan rasuah di sana, kini sang mantan jaksa senior berprestasi di Korps Adhyaksa tersebut datang dalam kapasitasnya untuk diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

Sebagai informasi, Febrie Adriansyah dilantik oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin sebagai Jampidsus sejak 10 Januari 2022. Selama masa jabatannya, ia kerap menangani sejumlah perkara tindak pidana korupsi (tipikor) dengan nilai kerugian keuangan negara yang fantastis di Indonesia. Beberapa perkara mega korupsi yang pernah ditanganinya antara lain adalah kasus PT Asuransi Jiwasraya hingga korupsi proyek BTS 4G Kominfo.

Pada Kamis (16/7/2026), Febrie kembali menginjakkan kaki di kantor Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus tersebut. Kali ini, dirinya tampak didampingi oleh kuasa hukumnya, penasihat hukum senior Hotman Paris Hutapea.

Baca Juga:  Kejagung Sita Uang Rp24,97 M dan Pesawat di Kasus MBG

“Ya, resmi surat kuasa pagi ini,” ujar Hotman saat dikonfirmasi apakah dirinya resmi menjadi pengacara Febrie Adriansyah.

Hotman juga membenarkan bahwa kedatangannya ke Kejagung adalah untuk mendampingi Febrie Adriansyah dalam proses pro justitia ini. Ia menegaskan bahwa kliennya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

“Ya (mendampingi pemeriksaan). Tersangka,” kata Hotman singkat.

Pihak Kejagung menegaskan bahwa Febrie telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait PT ASABRI. Sementara itu, seorang lainnya bernama Don Ritto juga ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana pencucian uang tersebut.

“Berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) dari penyidik Kortas Polri, untuk satu perkara yaitu terkait dengan korupsi dan TPPU di kasus ASABRI,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2026).

Anang menyebutkan bahwa penyidikan kasus dugaan korupsi terkait PT Krakatau Steel dan PLN saat ini masih terus berjalan. Ia menambahkan, penyidikan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian RI (Polri) tersebut sejauh ini masih bersifat penyidikan umum.

Baca Juga:  Kortastipidkor Polri Beraksi: Geledah Delapan Lokasi Terkait Skandal Korupsi PLN, Asabri, dan Krakatau Steel

“Untuk kedua perkara tersebut masih dalam tahap penyidikan umum dari penyidik Polri,” tegas Anang.

Dihubungi secara terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Macbon mengatakan status hukum FA dan Don Ritto dalam dua kasus lainnya tersebut saat ini masih sebagai saksi. Ia memastikan proses penyidikan perkara hingga kini masih terus bergulir.

“Status FA dan DR di Krakatau Steel dan PLN masih sebagai saksi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri Brigjen Boro Windu menjelaskan bahwa penyerahan tahap II berupa seluruh berkas penyidikan, barang bukti (korpus delikti), hingga para tersangka kini telah resmi diserahkan kepada pihak Kejagung. Dengan demikian, proses hukum dan penuntutan kasus ini sepenuhnya telah beralih ke Kejaksaan Agung

Berita Terkait

Dua Anggota KKB Tewas dalam Kontak Tembak di Nduga
Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami
KPK Jemput Paksa Nusron Wahid Usai Dua Kali Mangkir
Asap Karhutla Masuk Jakarta, DKI Siapkan PJJ dan WFH
KPK Duga Bupati Klaten Terima Rp2,08 Miliar
MK Perintahkan Revisi UU Peradilan Militer, TNI Merespons
KPK OTT di BNPB, 14 Orang Ditangkap Termasuk Sestama
DPR Desak Karhutla Ditetapkan Jadi Bencana Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dua Anggota KKB Tewas dalam Kontak Tembak di Nduga

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:35 WIB

Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:25 WIB

KPK Jemput Paksa Nusron Wahid Usai Dua Kali Mangkir

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Asap Karhutla Masuk Jakarta, DKI Siapkan PJJ dan WFH

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:33 WIB

KPK Duga Bupati Klaten Terima Rp2,08 Miliar

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram. (Foto: Dok. ANTARA)

Ekonomi

Harga Emas Antam Naik Rp10.000 per Gram

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:45 WIB

Kades Bangkalan Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep. (Foto: Kompas.com)

Hukum

Kades Bangkalan Aniaya Perawat Puskesmas gegara Salep

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:39 WIB

Atlet Selam Jepara Tewas Tenggelam di Porprov Jateng. (Foto: iNews.id)

Nasional

Atlet Selam Jepara Tewas Tenggelam di Porprov Jateng

Senin, 26 Okt 2026 - 11:41 WIB

Remaja Surabaya Tewas usai Bangunkan Keluarga saat Kebakaran. (Foto: Tribun Jatim/Luhur Pambudi)

Nasional

Remaja Surabaya Tewas usai Bangunkan Keluarga saat Kebakaran

Senin, 26 Okt 2026 - 11:35 WIB

Banjir Rendam 4 Desa di Aceh Selatan, Sawah Petani Terendam. (Foto: Dok. CNN Indonesia)

Nasional

Banjir Rendam 4 Desa di Aceh Selatan, Sawah Petani Terendam

Senin, 26 Okt 2026 - 11:30 WIB