Bonyamin Saiman Sebut Prabowo Lakukan Tindakan Cepat Kendalikan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman (Dok. KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf)

Foto: Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman (Dok. KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf)

ARGUMENRAKYAT.COM, JAKARTA – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Bonyamin Saiman, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah taktis Presiden Prabowo Subianto dalam mengendalikan situasi penanganan perkara dugaan korupsi mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Langkah Presiden yang mengarahkan pelimpahan perkara dari kepolisian ke Kejaksaan Agung dinilai efektif meredam konflik antar-lembaga.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di METRO TV, Bonyamin secara terbuka memuji keputusan kepala negara tersebut. “Saya Bonyamin Saiman Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia MAKI menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Prabowo yang telah melakukan tindakan cepat meredakan situasi polemik,” ujarnya.

Menurutnya, intervensi Presiden diperlukan untuk menata regulasi penanganan kasus hukum yang melibatkan oknum mantan pejabat Kejaksaan Agung tersebut, yang menyangkut dugaan korupsi batu bara PLN, Asabri, hingga Krakatau Steel. Bonyamin mengungkapkan bahwa keputusan mengarahkan Kapolri, Jaksa Agung, dan Menteri Pertahanan untuk melimpahkan penanganan perkara adalah langkah hukum yang sangat tepat.

Baca Juga:  Pandji Pragiwaksono Kritik Gaya Pidato Off-Script Prabowo hingga Salah Sasaran Program MBG

Bonyamin menjelaskan, “meminta mengarahkan Kapolri untuk melimpahkan perkara kepada Kejaksaan Agung karena apapun kalau perkara ini ditangani oleh kepolisian akan ada hambatan karena apapun nanti dilimpahkan kepada kejaksaan,”. Ia menilai, efektivitas penegakan hukum internal institusi akan berjalan lebih lancar dan minim hambatan birokrasi jika ditangani langsung oleh Kejaksaan Agung. “Kalau ini dilimpahkan kepada kejaksaan maka akan ditangani kejaksaan terhadap pihak-pihak atau oknum kejaksaan yang melakukan dugaan tindak pidana korupsi sehingga tidak akan ada hambatan dan lancar,” tutur Bonyamin.

Lebih lanjut, MAKI menyoroti adanya risiko resistensi dan persepsi publik yang buruk jika perkara ini terus disidik di bawah koridor kepolisian. Keberlanjutan penyidikan di luar Kejaksaan Agung dikhawatirkan memicu narasi rivalitas antarpenebak hukum. “Karena kalau ini masih diproses oleh polisi kesan bahwa ini ada pertentangan ada perseteruan ada persaingan begitu akan kental dan juga bahkan akan terkesan saling membuka borok,” papar dia.

Baca Juga:  KPK OTT Bupati Sukoharjo: Modus Potongan Insentif Pegawai dan Setoran OPD Berkode 'Padakno Karo Bapak'

Bonyamin memperingatkan bahwa gesekan antarinstitusi justru berpotensi mengaburkan substansi dari penegakan hukum itu sendiri. Oleh sebab itu, pelimpahan perkara ini dipandang sebagai jalan keluar terbaik agar fokus pemberantasan korupsi tetap terjaga. “Tujuan pemberantasan korupsi tidak akan tercapai karena akan lebih banyak hiruk-pikuknya akan banyak pro kontranya akan banyak negatifnya tapi kalau diserahkan dilimpahkan kepada kejaksaan maka pemberantasan korupsi akan menemukan jalannya sesuai koridor hukum tidak gaduh,” tegas Bonyamin dalam Headline News METRO TV, 12 Juli 2026 lalu.

Berita Terkait

Kasus TPKS Betrand Peto Naik ke Penyidikan Polda Metro
Menteri Imipas Bantah Terima Setoran Rp40 Juta per Pekan
KPK Periksa Bupati Bogor Rudy Susmanto soal Pajak Daerah
Sidang Ijazah Jokowi, Saksi Ungkap Bukti Digital Dokter Tifa
Dua Anggota KKB Tewas dalam Kontak Tembak di Nduga
Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami
KPK Jemput Paksa Nusron Wahid Usai Dua Kali Mangkir
Asap Karhutla Masuk Jakarta, DKI Siapkan PJJ dan WFH

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Kasus TPKS Betrand Peto Naik ke Penyidikan Polda Metro

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Menteri Imipas Bantah Terima Setoran Rp40 Juta per Pekan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:59 WIB

KPK Periksa Bupati Bogor Rudy Susmanto soal Pajak Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Sidang Ijazah Jokowi, Saksi Ungkap Bukti Digital Dokter Tifa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dua Anggota KKB Tewas dalam Kontak Tembak di Nduga

Berita Terbaru

Kemenhut Tetapkan Dua Korporasi Tersangka Karhutla. (Foto: ANTARA/HO-Kemenhut)

Hukum

Kemenhut Tetapkan Dua Korporasi Tersangka Karhutla

Sabtu, 31 Okt 2026 - 11:49 WIB

Kakek di Lamongan Tewas Saat Selamatkan Siswi. (Foto: CNN Indonesia)

Hukum

Kakek di Lamongan Tewas Saat Selamatkan Siswi

Sabtu, 31 Okt 2026 - 11:43 WIB

Empat Polisi di Batam Ditangkap Saat Pesta Narkoba. (Foto: CNN Indonesia)

Hukum

Empat Polisi di Batam Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Sabtu, 31 Okt 2026 - 11:38 WIB

Banjir dan Longsor Terjang Banyumas, 21 Kejadian. (Foto: ANTARA/HO-BPBD Banyumas)

Nasional

Banjir dan Longsor Terjang Banyumas, 21 Kejadian

Sabtu, 31 Okt 2026 - 11:32 WIB

PDBI Sumbar Matangkan Persiapan Kejurnas dan PON 2027. (Foto: ANTARA/HO-Diskominfo Pariaman)

Daerah

PDBI Sumbar Matangkan Persiapan Kejurnas dan PON 2027

Sabtu, 31 Okt 2026 - 11:27 WIB