Jakarta, ArgumenRakyat.com — Sejumlah situs pemerintah di Eropa dan beberapa wilayah tidak dapat diakses setelah temuan celah keamanan kritis pada bahasa pemrograman PHP yang banyak dipakai menjalankan situs web.
Ditemukan dengan Bantuan Kecerdasan Buatan
Celah keamanan itu ditemukan dengan bantuan kecerdasan buatan (AI), lalu pengembang PHP merilis pembaruan keamanan darurat. Sejumlah lembaga pemerintah memilih menonaktifkan situs mereka sebagai langkah pencegahan setelah muncul peringatan bahwa peretas mulai mengeksploitasi kerentanan tersebut.
PHP telah digunakan sejak awal 1990-an dan menjadi fondasi banyak situs web, termasuk yang berbasis WordPress, Drupal, Joomla, dan Magento. Berdasarkan data W3Techs, PHP dipakai sekitar 75 persen situs web yang bahasa pemrogramannya dapat diidentifikasi.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →“Masalah ini berdampak pada sebagian besar internet,” ujar CEO sementara Drupal Association, Tiffany Farriss.
Perusahaan intelijen internet Censys mencatat sekitar 1,5 juta dari 2,6 juta host yang terdeteksi menjalankan versi PHP belum memiliki perbaikan keamanan yang tersedia.
Dampak Meluas ke Berbagai Layanan
Di Belanda, National Cyber Security Centre turut menonaktifkan situsnya, diikuti sejumlah organisasi lain seperti Pelabuhan Rotterdam, portal pemerintah Overheid.nl, asosiasi sepak bola nasional KNVB, hingga sejumlah rumah sakit. Gangguan serupa terjadi di Denmark dan Finlandia, sementara Kementerian Dalam Negeri Prancis menempatkan seluruh situs webnya dalam pemeliharaan.
Di luar layanan pemerintah, operator ensiklopedia daring Wikipedia dan Internet Archive juga menghentikan sementara sebagian layanan mereka hingga pembaruan keamanan diterapkan.
Kerentanan itu ditemukan dua perusahaan keamanan siber, Calif dan Wiz, melalui penelitian terpisah. Wiz menyebut celah tersebut tersembunyi dalam kode PHP selama lebih dari satu dekade dan sebelumnya sangat rumit dieksploitasi secara manual. Costin Raiu, salah satu pendiri perusahaan riset keamanan siber TLP:Black, menilai AI mempercepat persaingan antara peretas dan pengelola situs.









