Jakarta, ArgumenRakyat.com — Perdagangan berbasis video atau video commerce dinilai menjadi peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk kepada konsumen dengan jangkauan lebih luas.
Pola Belanja Konsumen Bergeser
Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai kehadiran media sosial termasuk layanan over the top seperti YouTube membuka jalan bagi UMKM menjangkau pembeli yang lebih luas.
“Kehadiran media sosial, termasuk over the top (OTT) Youtube bisa menjadi peluang bagi mereka mengenalkan produknya ke konsumen dengan jangkauan lebih luas,” ujar Nailul.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Menurut dia, pola belanja di pasar daring bergeser dari yang berbasis marketplace menjadi berbasis pengalaman lewat video maupun siaran langsung. Konsumen kini lebih banyak berinteraksi dengan penjual dan menonton ulasan dari content creator sebelum membeli. Tingginya penggunaan video juga memunculkan tingkatan content creator, dari nano, micro, hingga selebriti, sehingga kerja sama dengan kreator berskala daerah menjadi pilihan menarik bagi UMKM.
Transaksi Video Commerce Tumbuh Hampir 90 Persen
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyebut transaksi video commerce di Indonesia melonjak hampir 90 persen menjadi 2,6 miliar transaksi, dengan jumlah penjual daring mencapai sekitar 800.000 pedagang. Video commerce adalah kegiatan menjual produk melalui konten atau siaran video, sementara pembeliannya dilakukan secara daring.
Seorang penjual kue rumahan di kota kecil dulu hanya mengandalkan mulut ke mulut. Setelah mulai merekam proses membuat kue dan mengunggahnya sebagai video pendek, pesanan datang dari kecamatan lain. Cerita serupa kini berulang di banyak daerah: pelaku usaha yang tadinya sulit dikenal berhasil naik kelas karena berani tampil di depan kamera dan bercerita lewat konten video yang dibuat konsisten oleh tim Dimensia Creative.
Konten video bukan sekadar hiburan, melainkan aset jangka panjang bagi sebuah usaha. Satu video yang rapi dapat terus ditemukan calon pembeli berbulan-bulan kemudian bila dirancang dengan strategi konten yang tepat, kata kunci relevan, dan pemahaman dasar optimasi mesin pencari. Inilah mengapa digital marketing menuntut konsistensi, bukan sekadar viral sesaat.
Bagi pemilik usaha yang ingin serius membangun kanal digital, bekerja bersama tim yang mengerti produksi konten video, live streaming, dan strategi digital marketing akan memangkas waktu belajar. Dimensia Creative mendampingi pelaku usaha dari perencanaan konten sampai penayangan; konsultasi lewat WhatsApp 0812-6349-2788 atau dimensiacreative.com. Untuk membangun branding produk maupun tokoh, Podcast Kusieh Bendi juga membuka ruang kolaborasi lewat dimensiacreative.com/proposal.









