Jakarta, ArgumenRakyat.com — Kementerian Komunikasi dan Digital membantah dugaan pembatasan jangkauan atau shadowban terhadap unggahan bernarasikan kebakaran hutan dan lahan di media sosial.
Komdigi Sebut Tak Ada Permintaan ke Platform
Direktur Pengendalian Ruang Digital Komdigi Safriansyah Yanwar Rosyadi menegaskan pihaknya tidak pernah meminta platform menurunkan maupun membatasi konten terkait karhutla. “Kami menegaskan bahwa Komdigi tidak pernah menginstruksikan atau mengajukan permintaan kepada platform untuk membatasi atau menurunkan konten terkait kebakaran hutan,” kata Safriansyah.
Ia menjelaskan setiap platform digital memiliki pedoman komunitas dan mekanisme berbeda dalam merekomendasikan konten kepada pengguna. Menurutnya, dugaan shadowban perlu ditelusuri berdasarkan fakta dan dikonfirmasi langsung kepada platform. “Jadi, jika ada konten yang diduga mengalami penurunan jangkauan atau dihapus, penyebabnya perlu ditelusuri berdasarkan fakta dan dikonfirmasi kepada platform terkait,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Keluhan Kreator soal Jangkauan
Isu shadowban ramai dibahas setelah sejumlah tokoh publik mengaku mengalami kejanggalan pada engagement media sosial mereka usai mengunggah konten soal kebakaran hutan. Salah satunya vlogger kecantikan dengan 7,4 juta pengikut di Instagram yang menyebut views Instagram Stories miliknya turun dari biasanya satu juta menjadi hanya 85 ribu.
Kreator lain justru membantah mengalami pembatasan. Ia mengaku akunnya tetap mampu menyebarkan informasi kepada banyak orang dan menilai pola konten tertentu bisa mendorong jangkauan. Perbedaan pengalaman itu membuat publik menunggu penjelasan resmi mekanisme rekomendasi konten di tiap platform.
Menurut Komdigi, mekanisme rekomendasi konten berbeda di setiap platform sehingga penurunan jangkauan tak otomatis berarti ada pembatasan dari pemerintah. Pengguna yang merasa dirugikan disarankan mengonfirmasi langsung ke platform terkait agar penyebabnya diketahui pasti.









