PAYAKUMBUH, ArgumenRakyat.com — Menjadi guru besar dari kampus vokasi di daerah kerap dianggap butuh laboratorium lengkap dan jaringan yang sudah jadi. Prof. Dr. Edi Syafri, S.T., M.Si., dosen Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, membuktikan jalan lain: puluhan judul risetnya terindeks di Google Scholar, sebagian lahir dari kerja sama dengan peneliti India, Maroko, Arab Saudi, dan Malaysia.
Dalam podcast Kusieh Bendi produksi Dimensia Creative, guru besar bidang teknologi mekanisasi pertanian itu menuturkan bahwa karier akademiknya nyaris tidak pernah ia urus sendirian. “Kalau kita mau sukses itu jangan sendirian,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Dari Buku Teknis ke Buku Pengalaman
Selain menulis artikel di jurnal internasional bereputasi, Edi sudah menerbitkan beberapa buku teknis: material komposit ringan, bioplastik, dan serat alam. Ia menyadari pembaca buku semacam itu terbatas pada kalangan sebidang. “Yang baca itu orang-orang yang sebidang, orang luar negeri,” katanya. Karena itu ia beralih menulis buku pengalaman, termasuk “Doa Ibu” yang mengangkat perjalanan hidup serta jasa ibunya, dan novel inspirasi “Surat dari Seberang Samudera” yang mengisahkan proses kolaborasi riset doktoralnya.
Networking, Connection, Collaboration
Edi merangkum resepnya dalam tiga kata yang ia pakai sebagai tagline saat masih aktif di YouTube: membangun networking, menjaga connection, melanjutkan collaboration. Jaringan dibangun lebih dulu, koneksi dirawat lewat surel dan pesan singkat, baru kemudian kerja sama riset dijalankan. “Kolaborasi itulah yang saya manfaatkan,” ujarnya. Buku yang ia tulis pun melibatkan penyunting bahasa di Singapura yang belum pernah ia temui langsung.
Lab di BRIN, Mahasiswa Doktor di Universitas Andalas
Keterbatasan kampus vokasi tak ia elakkan. Syarat seorang profesor biasanya laboratorium serta mahasiswa S1, S2, dan S3. “Saya tidak punya itu,” katanya. Jalan keluarnya tetap kolaborasi: laboratorium risetnya berada di BRIN Cibinong, sementara ia memimpin mahasiswa program doktor di Universitas Andalas. Menurut dia, kepercayaan itu datang karena rekam jejak yang bisa diperiksa siapa pun, dari Google Scholar sampai ID Scopus.
Profesor Politeknik Baru Ada Sejak 2016
Ia mengingat, jabatan profesor di lingkungan politeknik baru terbuka pada 2016 dan orang pertama yang meraihnya berasal dari Manado. Kini jumlahnya mencapai sekitar 170 orang. Edi sendiri mengaku tak pernah bercita-cita menjadi profesor, bahkan sempat menilai jalur linieritas keilmuannya kurang mulus. “Jadi dosen bukan cita-cita awal,” ujarnya, mengenang niatnya semula bekerja di Batam sebelum melihat pengumuman formasi dosen di Payakumbuh.
Ia menutup perbincangan dengan pantun yang juga dibawakannya saat orasi pengukuhan: “Pagi hari menjemur padi, embun bening di daun talas, ilmu ini bukan milik sendiri, ada doa ibu disetir ikhlas.” Pesannya ke mahasiswa dan dosen muda sederhana: pilih bidang dengan serius, rawat jaringan, dan jangan bekerja sendiri.
Ruang Kolaborasi untuk UMKM dan Lembaga
Podcast Kusieh Bendi terbuka bagi UMKM, koperasi, komunitas, hingga lembaga di Sumatera Barat yang ingin terlibat. Ada dua pintu masuk: menjadi narasumber episode untuk berbagi pengalaman usaha yang layak didengar, atau hadir sebagai sponsor pendukung.
Nilainya bukan sekadar angka tayangan. Satu episode berdurasi sekitar satu jam, tersimpan di YouTube dan masih ditonton berbulan-bulan sesudahnya; potongannya menyebar ke Instagram, TikTok, dan Facebook; lalu dibingkai artikel di portal ArgumenRakyat.com dan Sumbar Time. Cerita usaha Anda tidak hilang sehari setelah tayang.
Kami juga menggarap dokumentasi kegiatan, live streaming agenda resmi, video profil, dan pengelolaan konten media sosial. Seluruh produksi berjalan di bawah PT Dimensia Digital Multimedia, penyedia terdaftar di e-Katalog LKPP, sehingga instansi dapat menganggarkan kebutuhan dokumentasi dan publikasi lewat jalur pengadaan resmi.
Bila usaha atau lembaga Anda ingin duduk di kursi narasumber, atau ingin ceritanya sampai ke penonton yang tepat, mari berbicara lebih dulu. Kami senang berdiskusi tanpa harus langsung memutuskan kerja sama.
📞 WA: 0812-6349-2788
📋 Proposal & paket: dimensiacreative.com/proposal/
🌐 Portofolio: dimensiacreative.com · argumenrakyat.com
📢 Saluran WhatsApp: Dimensia Creative
Seluruh pengalaman dan penilaian dalam artikel ini disampaikan narasumber dalam podcast, bukan hasil investigasi Dimensia Creative maupun ArgumenRakyat.com.









