Riset Dosen Politani Tembus Jurnal Dunia, Kuncinya Jangan Sendirian

- Jurnalis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof. Dr. Edi Syafri, S.T., M.Si. berbicara dalam podcast Kusieh Bendi di studio Dimensia Creative. (Foto: Dok. Dimensia Creative)

Prof. Dr. Edi Syafri, S.T., M.Si. berbicara dalam podcast Kusieh Bendi di studio Dimensia Creative. (Foto: Dok. Dimensia Creative)

PAYAKUMBUH, ArgumenRakyat.com — Menjadi guru besar dari kampus vokasi di daerah kerap dianggap butuh laboratorium lengkap dan jaringan yang sudah jadi. Prof. Dr. Edi Syafri, S.T., M.Si., dosen Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, membuktikan jalan lain: puluhan judul risetnya terindeks di Google Scholar, sebagian lahir dari kerja sama dengan peneliti India, Maroko, Arab Saudi, dan Malaysia.

Dalam podcast Kusieh Bendi produksi Dimensia Creative, guru besar bidang teknologi mekanisasi pertanian itu menuturkan bahwa karier akademiknya nyaris tidak pernah ia urus sendirian. “Kalau kita mau sukses itu jangan sendirian,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).

Dari Buku Teknis ke Buku Pengalaman

Selain menulis artikel di jurnal internasional bereputasi, Edi sudah menerbitkan beberapa buku teknis: material komposit ringan, bioplastik, dan serat alam. Ia menyadari pembaca buku semacam itu terbatas pada kalangan sebidang. “Yang baca itu orang-orang yang sebidang, orang luar negeri,” katanya. Karena itu ia beralih menulis buku pengalaman, termasuk “Doa Ibu” yang mengangkat perjalanan hidup serta jasa ibunya, dan novel inspirasi “Surat dari Seberang Samudera” yang mengisahkan proses kolaborasi riset doktoralnya.

Networking, Connection, Collaboration

Edi merangkum resepnya dalam tiga kata yang ia pakai sebagai tagline saat masih aktif di YouTube: membangun networking, menjaga connection, melanjutkan collaboration. Jaringan dibangun lebih dulu, koneksi dirawat lewat surel dan pesan singkat, baru kemudian kerja sama riset dijalankan. “Kolaborasi itulah yang saya manfaatkan,” ujarnya. Buku yang ia tulis pun melibatkan penyunting bahasa di Singapura yang belum pernah ia temui langsung.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Jualan Ketan: Rahasia di Balik Sukses Om Cheng & Tansu Omceng!

Lab di BRIN, Mahasiswa Doktor di Universitas Andalas

Keterbatasan kampus vokasi tak ia elakkan. Syarat seorang profesor biasanya laboratorium serta mahasiswa S1, S2, dan S3. “Saya tidak punya itu,” katanya. Jalan keluarnya tetap kolaborasi: laboratorium risetnya berada di BRIN Cibinong, sementara ia memimpin mahasiswa program doktor di Universitas Andalas. Menurut dia, kepercayaan itu datang karena rekam jejak yang bisa diperiksa siapa pun, dari Google Scholar sampai ID Scopus.

Profesor Politeknik Baru Ada Sejak 2016

Ia mengingat, jabatan profesor di lingkungan politeknik baru terbuka pada 2016 dan orang pertama yang meraihnya berasal dari Manado. Kini jumlahnya mencapai sekitar 170 orang. Edi sendiri mengaku tak pernah bercita-cita menjadi profesor, bahkan sempat menilai jalur linieritas keilmuannya kurang mulus. “Jadi dosen bukan cita-cita awal,” ujarnya, mengenang niatnya semula bekerja di Batam sebelum melihat pengumuman formasi dosen di Payakumbuh.

Ia menutup perbincangan dengan pantun yang juga dibawakannya saat orasi pengukuhan: “Pagi hari menjemur padi, embun bening di daun talas, ilmu ini bukan milik sendiri, ada doa ibu disetir ikhlas.” Pesannya ke mahasiswa dan dosen muda sederhana: pilih bidang dengan serius, rawat jaringan, dan jangan bekerja sendiri.

Baca Juga:  Respons Sekretaris Komisi B DPRD Kota Paykumbuh Usai Disambangi Pajacombo LAB: Sindiran Keras untuk Kami

Ruang Kolaborasi untuk UMKM dan Lembaga

Podcast Kusieh Bendi terbuka bagi UMKM, koperasi, komunitas, hingga lembaga di Sumatera Barat yang ingin terlibat. Ada dua pintu masuk: menjadi narasumber episode untuk berbagi pengalaman usaha yang layak didengar, atau hadir sebagai sponsor pendukung.

Nilainya bukan sekadar angka tayangan. Satu episode berdurasi sekitar satu jam, tersimpan di YouTube dan masih ditonton berbulan-bulan sesudahnya; potongannya menyebar ke Instagram, TikTok, dan Facebook; lalu dibingkai artikel di portal ArgumenRakyat.com dan Sumbar Time. Cerita usaha Anda tidak hilang sehari setelah tayang.

Kami juga menggarap dokumentasi kegiatan, live streaming agenda resmi, video profil, dan pengelolaan konten media sosial. Seluruh produksi berjalan di bawah PT Dimensia Digital Multimedia, penyedia terdaftar di e-Katalog LKPP, sehingga instansi dapat menganggarkan kebutuhan dokumentasi dan publikasi lewat jalur pengadaan resmi.

Bila usaha atau lembaga Anda ingin duduk di kursi narasumber, atau ingin ceritanya sampai ke penonton yang tepat, mari berbicara lebih dulu. Kami senang berdiskusi tanpa harus langsung memutuskan kerja sama.

📞 WA: 0812-6349-2788
📋 Proposal & paket: dimensiacreative.com/proposal/
🌐 Portofolio: dimensiacreative.com · argumenrakyat.com
📢 Saluran WhatsApp: Dimensia Creative

Seluruh pengalaman dan penilaian dalam artikel ini disampaikan narasumber dalam podcast, bukan hasil investigasi Dimensia Creative maupun ArgumenRakyat.com.

Berita Terkait

Advokat Payakumbuh: Dikepung 300 Massa, Ilmu Hukum Tak Jalan Tanpa Keberanian
KNPI Payakumbuh: Efisiensi Disebut ‘Pisau Bedah’ yang Menghantam Aktivitas Pemuda
Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat
Advokat Payakumbuh: Putusan Kerapatan Adat Sering ‘Mentah’ di Pengadilan Negeri
Mantan Anggota DPRD 50 Kota: Dewan Sering Hanya Jadi ‘Tukang Stempel’ Eksekutif
Nabil Anjabi: Film Bagus Tak Harus Mahal, Relevansi Cerita yang Menentukan
Pejabat Zaman Now: Ngonten untuk Transparansi, Bukan Sekadar Personifikasi Citra
Kopi Bukan Cuma Penahan Kantuk: Prof. Rince Alfia Fadri Bicara 28 Antioksidan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Riset Dosen Politani Tembus Jurnal Dunia, Kuncinya Jangan Sendirian

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Advokat Payakumbuh: Dikepung 300 Massa, Ilmu Hukum Tak Jalan Tanpa Keberanian

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:06 WIB

KNPI Payakumbuh: Efisiensi Disebut ‘Pisau Bedah’ yang Menghantam Aktivitas Pemuda

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Ketua Tim Advokasi: SHP Pasar Blok Barat Tak Berdasar Akta Adat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Advokat Payakumbuh: Putusan Kerapatan Adat Sering ‘Mentah’ di Pengadilan Negeri

Berita Terbaru

Polda Kaltim Tetapkan 33 Tersangka Kasus Karhutla. (Foto: ANTARA)

Nasional

Polda Kaltim Tetapkan 33 Tersangka Kasus Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:48 WIB

Miras Oplosan di Cirebon Tewaskan 3 Remaja, Polisi Selidiki. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Miras Oplosan di Cirebon Tewaskan 3 Remaja, Polisi Selidiki

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:43 WIB

Bayi Perempuan Ditemukan Tergeletak di Pemakaman Bangkalan. (Foto: Tribunnews)

Nasional

Bayi Perempuan Ditemukan Tergeletak di Pemakaman Bangkalan

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:37 WIB

KPK Sebut Korupsi Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan. (Foto: detikcom)

Nasional

KPK Sebut Korupsi Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:31 WIB